Jumat, 14 Oktober 2016

materi pengantar manajemen - team work dalam organisasi serta cara manajer mengelola koflik dalam organisasi




a. Menurut Robbins dan Coulter (2004)
Kelompok adalah gabungan atau kumpulan dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling bergantung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu.
b. Menurut Gibson dan kawan-kawan (1996)
Kelompok adalah kumpulan individu di mana perilaku dan kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku atau prestasi anggota lainnya.
c. Menurut Shaw (dalam Nimran,1999)
Kelompok adalah kumpulan dua atau lebih orang yang berinteraksi satu sama lain sedemikian rupa sehingga perilaku dan atau kinerja dari seseorang dipengaruhi oleh perilaku/kinerja anggota yang lain.

Didalam suatu kelompok belum tentu para anggota mempunyai atribut (sifat-sifat, ciri-ciri) yang sama. Para anggota kelompok yang mempunyai kesamaan atribut disebut cohort. Jadi kelompok adalah dua orang atau lebih berkumpul dan berinteraksi serta saling tergantung untuk mencapai tujuan tertentu.

          a)      Kelompok formal (formal group), adalah kelompok yang sengaja dibentuk dengan keputusan manager melalui bagan organisasi untuk menyelesaikan suatu keputusan manager melalui bagan organisasi untuk menyelesaikan suatu tugas secara efisien dan efektif.
·         Kelompok komando (command group), adalah bagian dari kelompok formal. Kelompok komando memiliki definisi yaitu kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi dan melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi.
·         Kelompok tugas (task group), adalah suatu kelompok yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Kelompok tugas juga termasuk bagian dari kelompok komando.

b)   Kelompok informal (informal group), adalah kelompok yang tidak dibentuk secara formal melalui struktur organisasi, yang muncul karena adanya kebutuhan akan kontak sosial.
·         Kelompok kepentingan, merupakan kelompok yang berafiliasi untuk mencapai sasaran yang sama. Kelompok ini juga termasuk kedalam kelompok informal.
·         Kelompok persahabatan, merupakan bagian dari kelompok informal. Kelompok ini terbentuk karena adanya kesamaan-kesamaan tentang suatu hal.

c        c)      Kelompok berdasarkan keanggotaan dan berdasarkan kesukaan, adalah kelompok berdasarkan keanggotaan, merupakan kelompok yang lahir atas dasar ketentuan formal atau karena seseorang telah memenuhi tetentuan formal. Sedangkan kelompok berdasarkan kesukaan, merupakan kelompok dimana perasaan para anggotanya begitu terikat kepada ketentuan dan kepentingan kelompok.

           d)     Kelompok berdasarkan jumlah/ besarnya anggota.
·         Kelompok dua orang
·         Kelompok tiga orang
·         Kelompok yang terdiri atas lebih dari tiga orang

Dalam suatu Organisasi ataupun perusahaan, selain terdapat Struktur Organisasi yang formal, diperlukan juga membentuk kelompok kerja dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang dihadapinya ataupun mengerjakan suatu proyek khusus. Anggota dari Kelompok kerja tersebut dapat berasal dari satu departemen itu sendiri maupun berasal dari beberapa departemen (antar departemen). Dalam pembentukan kelompok atau Tim, terdapat tahap-tahap yang harus dilewatinya hingga akhirnya mencapai tujuan dari pembentukan kelompok ataupun Tim tersebut.
Tahap-tahap Perkembangan Kelompok yang dimaksud tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Bruce Tuckman pada tahun 1965. Menurut Bruce Tuckmen, Terdapat 4 Tahapan dalam perkembangan Kelompok yaitu Forming (Pembentukan), Storming (Timbulnya Konflik), Norming (Normalisasi) dan Performing (berkinerja). Kemudian pada tahun 1977, Bruce Tuckman beserta Mary Ann Jensen menambahkan Adjourning (Penundaan) pada tahap setelah Performing hingga menjadi 5 Tahap Perkembangan Kelompok.
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai 5 (lima) Tahap Perkembangan Kelompok yang dimaksud oleh Bruce Tuckman :
1.      Tahap pembentukan (Forming)
Pada tahap ini memiliki dua fase. Pertama, terjadi ketika orang orang mulai bergabung ke dalam kelompok, dikarenakan ada tugas tertentu. Kedua dimulai dari mendefinisikan tujuan, struktur dan kepemimpinan kelompok. Dan tahapan ini selesai ketika para anggota mulai berpikir bahwa mereka bagian dari kelompok.


2.      Pancaroba/ keributan (Storming)
Tahap dikarenakan adanya konflik intra kelompok yang terjadi akibat perselisihan siapa yang berhak mengontrol dan apa yang harus dilakukan dalam kelompok. Tahapan ini selesai jika terbentuk hirarki kepemimpinan yang relatif jelas dan kesepakatan mengenai arah kelompok tersebut.
3.      Penormaan (Norming)
Tahap dimana hubungan akrab mulai terjalin dan menyatu. Tahap ini selesai ketika struktur kelompok mulai solid dan menerima norma yang terkait perilaku anggotanya.
4.      Pelaksanaan (Performing)
Merupakan tahap akhir dari perkembangan kelompok kerja yang permanen. Penundaan (Adjourning), dimana kelompok bersiap siap membubarkan diri. Hal ini dikarenakan perhatian kelompok difokuskan pada penyelesaian kegiatan ketimbang pelaksaan tugas.

5.      Tahap Penundaan (Adjourning)

Tahap ini dikhususkan untuk Kelompok-kelompok kerja yang bersifat sementara. Setelah suatu proyek selesai ataupun suatu permasalahan berhasil dituntaskan, kelompok kerja tersebut akan dibubarkan.

Catatan : Untuk kelompok-kelompok kerja yang permanen, Tahap terakhir adalah di Tahap berkinerja (Performing).
tahap perkembangan kelompok
 




Pada dasarnya fungsi kelompok dibagi menjadi dua yaitu, fungsi organisasi
formal dan fungsi kebutuhan individual. Fungsi kelompok formal sebagai sarana untuk mengerjakan tugas-tugas yang kompleks yang saling berkaitan dan terlalu sukar untuk dikerjakan oleh siapapun, sebagai sarana untuk mencetuskan gagasan-gagasan yang baru atau pemecahan masalah yang memerlukan kreativitas tertentu, dan sebagai wahana sosialisasi serta pelaksanaan keputusan yang rumit.
Fungsi kelompok individual yang didasarkan bahwa setiap individu memiliki beraneka macam kebutuhan, dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan yang meliputi pemenuhan kebutuhan persahabatan, dukungan, dan kasih sayang, sebagai sarana untuk mengembangkan, meningkatkan, dan menegaskan rasa identitas dan  memelihara harga diri, sebagai sarana untuk menguji kenyataan sosial melalui diskusi dengan orang lain, pengembangan perspektif, dan konsensus bersama yang dapat mengurangi keragu-raguan dalam lingkungan sosial sehingga dapat diambil sebuah keputusan.





Perilaku adalah suatu fungsi dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Kelompok adalah dua individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantung, bergabung untuk mencapai sasaran tertentu.
Jadi, definisi dari pengertian perilaku kelompok adalah suatu aktifitas yang dilakukakan oleh seorang individu dengan yang lainnya untuk mendapatkan aspirasi anggota, berinteraksi dari setiap individu dan saling bergabung untuk mencapai sasaran yang diinginkan.
Menurut para ahli,pengertian prilaku kelompok diantaranya:
·         Menurut Greenberg dan Baron, perilaku kelompok merupakan kumpulan dari dua individu atau lebih yang berinteraksi yang memelihara pola hubungan yang stabil, berbagai tujuan bersaama, dan merasakan diri mereka adalah sebuah kelompok.
·         Menurut Robbins dan Judge, perilaku kelompok merupakan sebagai dua atau lebih individu, berinteraksi dan saling bergantung yang datang bersama untuk mencapai sasaran tertentu.
·         Menurut Gibson, Invencenvich, Donnelly dan Konopaske, perilaku kelompok adalah dua atau lebih pekerja yang berinteraksi satu sama lain dengan cara yang perilaku dan atau kinerja anggota yang dipengaruhi oleh perilaku dan atau kinerja anggota lain.
Dari beberapa pandangan diatas, kesimpulan definisi dari kelompok adalah dua orang atau lebih individu yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama, yang dipengaruhi oleh perilaku atau kinerja orang lain.
Karakteristik Kelompok menurut Reitz yang mengutarakan beberapa karakteristik yang menonjol dari suatu kelompok, yaitu:
        Adanya dua orang atau lebih.
        Berinteraksi satu sama lainnya.
        Saling berbagi beberapa tujuan yang sama.
        Melihat dirinya sebagai suatu kelompok.


Suatu tim dianggap efektif atau tidak sangat tergantung dari kriteria yang diterapkan perusahaan. Tetapi biasanya suatu tim yang bekerja efektif memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.      Tujuan yang jelas
Tim berkinerja tinggi memiliki pemahaman yang jelas mengenai tujuan yang akan dicapai.para anggota berkomitmen terhadap tujuan tim,mengetahui apa yang mereka harapkan untuk dikerjakan,dan memahami bagaimana mereka akan bekerja sama untuk meraih tujuan ini.
2.      Keahlian yang relevan
Tim yang efektif terdiri dari individu-individu kopeten yang memiliki kemampuan teknis dan interpersonal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan sambil bekerja sama.
3.      Rasa saling percaya
Tim yang efektif dicirikan oleh tingginya kepercayaan diantara para anggotanya.
4.      Komitmen bersama
Miliki karakteristik seperti adanya dedikasi terhadap tujuan tim dan kesediaan untuk mencurahkan energi untuk meraihnya.
5.      Komunikasi yang baik
Untuk tim yang efektif harus memiliki komunikasi yang baik agar para anggota dalam menyampaikan pesan satu sama lainnya bisa memahami.
6.      Kemampuan bernegosiasi
Artinya tim selalu melakukan penyesuaian terhadap siapa pun yang melakukan nya menuntu fleksibilitas untuk memiliki kemampuan bernegosiasi dalam menghadapi dan merenkonsiliasi perbedaan.
7.      Kepemimipinan yang sesuai
Artinya pemimpin yang bisa mermotivasi suatu tim utuk mengikuti nya dalam situasi tersulit sekali pun.
8.      Dukungan internal dan eksternal
Secara internal tim harus memiliki infrastruktur yang mapan yang berarti pelatihan yang layak, sistem yang jelas dan masuk akal yang bisa digunakan untuk mengevaluasi kinerjanya secara keseluruhan. Secara eksternal manger harus menyediakan tim suber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

Membuat Tim Menjadi Efektif

  • Sasaran komite harus ditentukan secara jelas, sebaiknya dalam bentuk tertulis. Hal ini akan memfokuskan aktivitas komite dan memfokuskan mengenai apa yang akan dilakukan oleh komite.
  • Wewenang komete harus terinci, apakah komete hanya bertugas menyelidiki, memberi nasehat, atau berwewenang juga untuk melaksanakan keputusan.
  • Jumlah anggota optimum komite harus ditentukan. Jumlah anggota komite yang ideal berkisar antara 5 orang sampai 10 orang.
  • Ketua harus dipilih berdasarkan kemampuannya untuk memimpin rapat dengan efisien,
  • Agenda dan semua hal  penunjang rapat harus dibagikan kepada anggota sebelum rapat agar mereka dapat menyiapkan diri sebelumnya.
  • Rapat harus dimulai dan selesai tepat waktu, waktu penutupan rapat harus diumumkan pada permulaan rapat.

Pentingnya team work dalam sebuah organisasi

Team work dalam sebuah organisasi memiliki peran yang sangat penting. Team work merupakan suatu kerja sama kelompok yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan atau target yang telah disepakati sebelumnya. Sebuah pepatah yang mengatakan “ringan sama - sama dijinjing dan berat sama - sama dipikul” adalah mereflesikan suatu Team Work yang solid. Selain beban akan semakin ringan, hasil yang dicapai juga akan semakin optimal. Karena itu, untuk membangun Team Work yang tangguh maka :
  1. VISI DAN MISI.
Semua orang yang terlibat dalam Team Work harus benar - benar memahami dan mengerti dengan baik Visi dan Misi organisasi. Jika kondisi ini telah terpenuhi, selain akan menghilangkan sikap curiga / tidak percaya maka tujuan yang ingin dicapai akan semakain mudah direalisasikan karena semuanya telah terfokuskan / terkonsentrasikan dengan baik pada target / goal yang ingin dicapai.
  1. SALING PERCAYA.
Siapapun yang terlibat dalam suatu Team Work, harus mau membuka diri / transparan. Yang namanya rahasia, sedini mungkin disirnakan. Setiap permasalahan yang timbul, setiap orang dalam Team Work akan berusaha seoptimal mungkin memberikan solusi pemecahan. Jika senang akan sama - sama dinikmati dan begitu juga sebaliknya, jika susah akan sama - sama dipikul.
  1. KESATUAN.
Selalu tekankan dalam Team Work bahwa kita adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ibarat sapu lidi. Jika bersatu akan memberikan manfaat tetapi jika dipisahkan, manfaatnya akan sirna. Ketika ada yang sakit maka spontanitas semua yang terlibat dalam Team Work juga akan merasakannya dan berusaha menyembuhkannya.
  1. SALING MENGHORMATI.
Dikarenakan Team Work adalah satu kesatuan yang tidak terpisah maka setiap orang yang berada dalam Team Work memiliki fungsi dan peranan yang sangat vital dan penting. Tidak ada satu hal pun yang logis dikatakan bahwa si A, B atau C lebih penting / vital peranannya jika dibandingkan dengan si D, E atau F. Didasarkan oleh kondisi ini maka siapapun yang terlibat dalam Team Work harus saling menghormati dan menghargai.
  1. POSITIVE THINKING.
Ini adalah salah satu hal fundamental yang harus dimiliki dalam Team Work, yang menilai / menvonis baik tidaknya diri seseorang adalah didasarkan oleh apa yang dia kontribusikan dan bukan semata - mata hanya oleh penampilan luar.
  1.  KERJASAMA.
Karena ini adalah untuk kepentingan bersama maka sudah seyogianya bentuk dari kerjasama yang diberikan adalah kerjasama yang tulus dan ikhlas serta tanpa adanya niat - niat terselubung.
  1. RELA BERKORBAN.
Makna dari rela berkorban adalah selain korban dalam bentuk materi tetapi juga waktu dan perasaan. Wujud nyata dari rela berkorban ini juga harus tulus dan ikhlas serta tanpa pamrih adanya. Motivasi utama dari perbuatan mulia ini adalah demi kesuksesan bersama dalam suatu team Work.
8.      TANTANGAN DAN RINTANGAN.

Kembali, apapun tantangan dan rintangan yang timbul, semuanya akans selalu bersatu padu dalam menanganinya. Tidak seorangpun akan dibiarkan menderita / bahagia sendirian. Semuanya akan selalu dirasakan bersama - sama. 


0 komentar:

Posting Komentar