MANAJEMEN PORTFOLIO KEUANGAN PRIBADI
Capter 2
“Memilih Investasi yang Tepat ”
Oleh Pintar Ekonomi
Hai sobat pintar ekonomi ! nah, dari capter sebelumnya kita sudah tau ni betapa investasi itu penting. Kemudian, kita berniat untuk melakukan investasi mengingat dampak dan kebutuhannya. Lalu yang harus kita ketauhi selanjutnya adalah Bagaimana cara memilih investasi yang tepat ? apakah investasi itu hanya pada tanah, rumah, sawah saja ? seperti penjelasan sebelumnya kecederungan lebih membahas ke instrumen jangka panjang. Lalu bagaimana mengelola investasi kita ?
Oke, sebelum kita menjawab pertanyaan terkait bagaimana memilih investasi yang tepat hingga mengelola dan menghasilkan keuntungan. Kita akan bahas dulu konsep dari investasi itu sendiri. Investasi itu merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk memperoleh keuntungan. Nah, dari pengertian tersebut didapatkan bahwa ketika kita berinvestasi kita sama seperti menanam pohon. Dimana ketika kita menanam maka akan ada pertumbuhan dan hasil yang akan kita peroleh. Lalu apakah investasi itu dalam bentuk uang saja ? ternyata tidak sobat. Investasi tidak hanya dalam bentuk uang, bisa dalam bentuk kontribusi kita, bisa dalam bentuk jasa. Seperti ketika guru mengajar disekolah merupakan salah satu bentuk investasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan. Dalam penjelasan kita kali ini kita akan lebih banyak membahas instrumen investasi pada bidang keuangan.
Ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan kita ketika mulai memutuskan berinvestasi. Sama ketika memilih jodoh ada beberapa kriteria yang perlu kita tetapkan hehehe. Oke, kembali lagi berikut beberapa hal yang perlu kita perhitungkan dalam memilih wahana investasi.
Pertama, ketersediaan Dana. Nah, kebanyakan masyarakat tidak mau berinvestasi alasan yang paling umum adalah ketersediaan dana. Seperti yang kita jelaskan sebelumnya, bahwa investasi itu bukan berasal dari dana sisa kita. Namun, ketika berinvestasi kita harus menyisihkan dana untuk kita investasikan sebelum kita menggunakannya untuk konsumsi dan tabungan.
Dalam manajemen portfolio keuangan pribadi jika kamu saat ini masih bekerja sebagai karyawan yang gajinya masih UMR atau ibu rumah tangga atau masih pelajar kita menyarankan untuk menyisihkan minimal 10% dari total pendapatan atau jajan kamu per bulan. Berikut kita Berikan gambaran perputaran keuangan pribadi jika diasumsikan kita menyisihkan dana sebesar 25% dari total pendapatan kita uuntuk setiap bulannya. Contohnya-ni jika kita punya penghasilan Rp 10.000.000/bulan maka setidaknya kita harus menyisihkan dana Rp 2.500.000 per bulan untuk di investasikan. Berikut kita asumsikan jika kita menyisihkan Rp 2.500.000 per bulan untuk di investasikan dengan return yang diharapkan 1% per bulan atau 12% per tahun.
Bulan | Investasi | Return (Asumsi 1%/bulan) | Hasil |
Jan | 2.500.000 | 25.000 | 2.525.000 |
Feb | 5.025.000 | 50.250 | 5.075.250 |
Mar | 7.575.250 | 75.753 | 7.651.003 |
Apr | 10.151.003 | 101.511 | 10.252.513 |
Mei | 12.752.513 | 127.525 | 12.880.038 |
Jun | 15.380.038 | 153.800 | 15.533.838 |
Jul | 18.033.838 | 180.338 | 18.214.176 |
Ags | 20.714.176 | 207.142 | 20.921.318 |
Sep | 23.421.176 | 207.142 | 20.921.318 |
Okt | 26.155.531 | 261.555 | 26.417.087 |
Nov | 28.917.087 | 289.171 | 29.206.258 |
Des | 31.706.256 | 317.063 | 32.023.321 |
Nah, udah kebayang belum ? hehe ini jika kita asumsikan 1% per bulan. Beberapa instrumen investasi itu ada juga loh yang melebihi 1% per bulan. Jadi ketersediaan dana dalam investasi merupakan salah satu dasar kita dalam pengambilan keputusan investasi.
Kedua, Pahami Tujuan Investasi Anda. Secara umum tujuan investasi adalah memperoleh manfaat dimasa yang akan datang. Tapi kita juga harus memperjelas manfaat masa yang akan datang ini, manfaat yang seperti apa yang kita harapkan. Tujuan investasi dibagi kedalam dua bentuk. Pertama, tujuan investasi berdasarkan kebutuhan atau keinginan dimasa yang akan datang. Seperti untuk pendidikan, untuk pensiun, untuk dana yang tidak terduka atau bisa juga untuk menikah dan membeli rumah baru. Kedua, tujuan investasi berdasarkan waktu seperti jangka pendek, jangka menengah dan panjang.
Jadi kita harus selaraskan dan konsisten dengan tujuan kita. Karena setiap instrumen investasi mememiliki karakter sendiri yang nantinya akan menunjang tujuan investasi kita tercapai. Jangan sampai jika kita berinvestasi untuk jangka panjang namun kita malah milih instrumen investasi yang jangka pendek. Berikut simulasinya.
Asumsikan Tn Andi akan melakukan investasi untuk kebutuhan sekolah anak 10 tahun yang akan datang. Jika diperkirakan rata-rata inflasi dalam setahun 3,5% maka instrumen investasi apa yang cocok digunakan oleh Tn andi ?
Secara sederhana kita akan buat dulu estimasi biaya pendidikan saat ini, jika 10 tahun lagi anak kita akan kuliah dan pada saat ini untuk kuliah membutuhkan biaya sebesar Rp 20.000.000 per tahun. Maka dalam 10 tahun lagi rata-rata pengeluaran dalam setahun menjadi.
Future value = 20.000.000 x ( 1 + (3.5 % x 20))
= 20.000.000 x 1.7 = 34.000.000
Nah maka 10 tahun yang akan datang rata-rata pengeluaran kita per tahun selama anak kuliah adalah Rp 34.000.000/ tahun. Jika kita estimasikan lama kuliah anak adalah 4 tahun maka total biaya menjadi = 34.000.000 x 4 = 136.000.000 atau 2.833.333 per bulan.
Dengan demikian kita harus mencari instrumen investasi yang mampu memberikan kontribusi keuangan atau return investasi dalam 10 tahun mendatang sebesar 136.000.000.
Ketiga, kenali profil risiko. Setiap yang kita lakukan dalam hidup ini selalu memiliki risiko. Begitu juga dengan investasi, sesuai dengan prinsip dari investasi yaitu “ hight risk and hight return”. semakin tinggi tingkat pengembalian yang kita dapatkan, maka akan semakin tinggi risiko yang akan kita hadapi. Untuk itu perlu memikirkan profil risiko yang akan kita hadapi. Profil risiko ini terkait dengan risiko apa yang akan kita hadapi dan bagaimana meminimaliris risiko tersebut terjadi. Dalam mengenali risiko ada tiga tipe kepribadi manusia dalam menghadapi risiko sebagai berikut.
a. Tipe Risk Averter
Tipe ini merupakan tipe kepribadian seseorang yang suka menghindari risiko. Kecenderungan memilih hal-hal yang tidak berisiko atau normal. Dalam hal keuangan apabila sobat pintar ekonomi memiliki keperibadian seperti ini. Maka dapat memilih instrumen investasi yang cenderung flat dan safety seperti instrumen investasi yang di jamin oleh pemerintah atau perusahaan.
b. Tipe Risk Moderate
Biasanya tipe seperti ini mengharapkan risiko yang dihadapinya berbanding lurus dengan return yang akan di dapatkan. Bahkan bisa lebih rendah. Tipe ini cocok diterapkan buat kita yang masih pemula dalam berinvestasi. Dengan tipikal ini biasanya kita lebih cenderung mampu untuk melakukan money manajemen dengan baik. Instrumen investasi yang cocok digunakan yaitu investasi yang risiko nya sudah dikenali diawal dan diminimalisir diawal.
c. Tipe Risk Taker
Biasanya tipe ini kita lebih berani menghadapi risiko. Mereka berpegang teguh pada prinsip semakin tinggi risiko yang akan dihadapi maka akan semakin tinggi tingkat return yang akan didapatkan. Sehingga kita lebih cenderung menghadapi risiko tersebut. Dalam hal ini kita butuh manajemen risiko yang tinggi.
Dengan demikian kita perlu mengenali profil kebiasaan pribadi kita dalam menghadapi risiko. Jika kamu masih belum memahami dan mengenali tipikal kamu dalam menghadapi risiko maka kita sarankan untuk menggunakan tipe risk moderate. Agar kamu bisa belajar dan menyeimbangi profil keuangan dan investasimu dalam meghadapi risiko. Berikut grafik perbadingan potensi investasi menurut finansialku.com.
Jadi, pada dasarnya setiap investasi memiliki risko yang berbeda-beda. Untuk itu kita perlu mengenali tipe kita dalam menghadapi risiko. Namun perlu diketahui bahwa risiko bersifat potensi. Kemampuan kita dalam mengelola potensi tersebut dengan baik akan mampu menghilangkan atau miminimalisir risiko yang ada. Pada intinya manajemen risiko yang baik adalah hal yang perlu dilakukan dalam berinvestasi.
Keempat, pertahankan tujuan investasi. Seperti yang kita jelaskan sebelumnya bahwa ketika berinvestasi kita memiliki tujuan investasi. Tujuan yang kita tetapkan diawal harus kita pertahankan. Karena konsistensi dalam berinvestasi mejadi hal penting yang harus kita terapkan. Jika pada awalnya kita menetapkan tujuan investasi untuk jangka panjang jangan sampai kita memanfaatkan investasi kita untuk janga pendek. Setia pada tujuan awal merupakan salah satu prinsip investasi yang baik untuk kita terapkan.
Kelima, tentukan srategi investasi. Setiap instrumen investasi memiliki karakter dan risiko yang berbeda. Untuk memaksimalkan return yang kita harapkan, kita perlu menetapkan strategi investasi yang baik. Sebagai contoh, ketika kita berinvestasi saham untuk jangka panjang, maka kita akan membeli saham perusahaan yang laba dan devidend nya selalu mengalami kenaikan minimal 3% dari tahun sebelumnya.
Jadi kesimpulannya adalah dalam memilih instrumen investasi yang tepat, kita perlu mengenali tujuan, strategi dan risiko yang akan kita hadapi dengan baik. Karena perencaan yang baik di awal akan mempu memberikan kontribusi yang baik dalam berinvestasi nantinya.











wah luar biasa, sangat membantu dalam memberikan pemahaman awal untuk mimilih investasi yang tepat
BalasHapus