Jumat, 13 Mei 2016

makalah pengantar manajemen - manajemen sumber daya manusia


MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN
KELOMPOK 2

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA



Nama anggota kelompok :
1.      Keken Setiawan                                NIM 15053063
2.      Widya Mustika                                  NIM 15053053
3.      Aris Agung Wicaksono                     NIM 15053076
4.      Neneng Ayu Komala Formi              NIM 15053066
5.     Sri Oktavani                                      NIM 15053071
6.      Salatil Zuhra                                      NIM  15053069
7.      Riedy Riandani                                 NIM 13024



UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016



KATA PENGANTAR


 Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan KaruniaNya kepada kita semua  sehingga Makalah ini dapat kami susun dengan baik dan lancar. Tak lupa pula kita kirimkan salam serta salawat kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam gelap gulita menuju alam yang terang benderang seperti saat ini. Makalah kami ini berjudul : “MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA”
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan  makalah ini berkat bantuan dan tuntunan  Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam  kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar – besarnya  kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Terutama kepada ibu Rose Rahmidani, S.pd. M.M selaku dosen Pengantar Manajemen kami.
Dengan ini kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah ini  dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati menerima masukan, saran, dan usul guna penyempurnaan makalah ini
Akirnya kami berharap agar makalah ini bisa bermanfaat bagi seluruh pembacanya.

Wassalammualaikum wr.wb


Padang,   22  April 2016


                                                                                                Penulis



Contents





BAB I

PENDAHULUAN

Mencapai keberhasilan bersaing melalui orang-orang memerlukan perubahan fundamental dalam cara manajer berfikir tentang karyawannya dan cara manajer mamandang hubungan kerja. Hal itu mencakup bekerja dengan melalui orang-orang dan melihat mereka sebagai mitra, tidak hanya sebagai biaya yang harus diminimalkan atau dihindari. Selainnya pentingnya bagian dari strategi organisasi dan sumbangan terhadap keunggulan pesaing, praktik manajemen sumber daya manusia telah terbukti memiliki dampak yang besar terhadap kinerja organisasi.
Studi membuktikan dengan memperbaiki praktik MSDM dapat meningkatkan nilai pasarnya sebanyak 30% hal ini disebut dengan praktik kerja berkinerja tinggi yang dapat menghasilkan kinerja individu dan organisasi yang tinggi. Dasar umum bagi praktik itu tampaknya adalah koomitmen untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan para karyawan organisasi, meningkatkan motivasi mereka, mengurangi kemalasan  dalam bekerja, dan mempertahankan karyawan yang bermutu sambil mendorong yang tidak berkinerja baik untuk keluar.
Apakah organisasi memilih untuk melaksanakan praktik kerja bekinerja tinggi atau tidak? ada kegiatan manajemen sumber daya manusia tertentu yang harus diselesaikan untuk memastikan organisasi itu mempunyai orang-orang yang berkualitas yang mampu melakukan pekerjaan yang harus dikerjakan, berbagai kegiatan tersebut mendasari proses manajemen sumber daya manusia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut hal inilah yang melatar belakangi penulis dalam membuat makalah ini, agar organisasi dapat terbantu menemukan sumber daya manusia yang berkualitas.
1.      Bagaimana proses penyusunan personalia?
2.      Bagaimana rekrutmen dan seleksi karyawan?
3.      Bagaimana perencanaan sumber daya manusia?
4.      Bagaimana metode pelatihan dan pengembangan?
5.      Bagaimana penentuan kompensasi terhadap karyawan?



1.     Untuk mengetahui bagaimana proses penyusunan personalia.
2.     Untuk mengetahui bagaimana rekrutmen dan seleksi karyawan.
3.     Untuk mengetahui bagaimana perencanaan sumber daya manusia.
4.     Untuk mengetahui bagaimana metode pelatihan dan pengembangan.
5.     Untuk mengetahui bagaimana penentuan kompensasi terhadap karyawan.


6.       

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu  secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia bukan mesin  dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:
1.    Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
             2.    Menurut Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus.

MSDM penting karena tiga alasan, pertama, MSDM bisa menjadi sumber yang signifikan bagi keunggulan kompetitif. Kedua, MSDM menjadi bagian penting dalam strategi organisasi. Meraih kesuksesan kompetitif melalui karyawan menyiaratkan manajer harus mengubah pemikirannya terhadap para  pekerja dan bagaimana mereka memandang hubungan kerja yang ada. Mereka harus bekerja sama dengan orang-orang dan melakukannya sebagai mitra, bukan semata-mata biaya yang harus diminimalisasi atau dihindari. Inilah yang disebut dengan organisasi beorientasi kemanusiaan. Terakhir, bagaimana organisai memperlakukan orang-orangnya ternyata juga sangat mempengaruhi kinerja organisasi. Praktik-praktik kerja yang menghasilkan baik kinerja individu yang tinggi maupun kinerja organisasi yang tinggi dikenal sebagai praktik kerja yang bekinerja tinggi.
PRAKTIK KERJA BEKINERJA TINGGI
·         Tim-tim yang dikelola sendiri.
·         Pengambilan keputusan yang bersifat desentralisasi.
·         Program pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan keahlian.
·         Penugasan kerja yang fleksibel.
·         Komunikasi terbuka.
·         Kompensasi berdasarkan kinerja.
·         Kepegawaian berdasarkan kecocokan personel-pekerjaan dan personel organisasi.

Sekalipun suatu organisasi tidak menggunakan praktik kerja yang bekinerja tinggi, ada beberapa kegiatan MSDM yang harus dituntaskan agar menjamin bahwa organisasi memiliki orang-orang yang berkualitas untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan kegiatan yang meliputi proses MSDM. Dari peraga dibawah menunjukanndelapan kegiatan dalam proses tersebut. Tiga kegiatan utama menjamin bahwa karyawan yang kompeten diidentifikasi dan dipilih, kemudian dua kegiatan berikutnya memberikan karyawan kemampuan dan pengetahuan terkini, lalu kegiatan terakhir menjamin bahwa organisasi mempertahankan karyawan yang kompeten dan bekinerja tinggi.

Penyusunan Personalia merupakan Fungsi manajemen yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pemberian latihan dan pengembangan anggota-anggota organisasi. Kemudian Proses Penyusunan Personalia merupakan Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terus menerus untuk menjaga pemenuhan kebutuhan personalia organisasi dengan orang yang tepat dalam posisi tepat dan pada waktu yang tepat.
Proses penyusunan personalia ini dilaksanakan dalam dua tipe lingkungan, yaitu:
·         Lingkungan eksternal, yaitu semua faktor diluar organisasi yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi organisasi.
·          Lingkungan internal, yaitu semua faktor di dalam organisasi.



Berikut ini merupakan gambar dari proses penyusunan personalia secara lengkap:
PROSES MSDM
Perencanaan sumber daya manusia manumama
Mengidentifikasi dan menyeleksi karyawan yang kompeten.

Rekrutmen

 
Mempertahan-
kan karyawan yang berkompeten dan bekinerja  tinggi

Pengembangan karir

Kompensasi dan manfaat

Manajemen kinerja
Memberikan karyawan keterampilan dan pengetahuan terkini

Pelatihan


orientasi

Penolakan
               














Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing proses penyusunan personalia tersebut, yaitu:
1.      Perencanaan sumber daya manusia.
Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut. Perencanaan sumber daya manusia itu sendiri diperlukan dalam pemenuhan kebutuhan organisasi untuk mengisi posisi tertentu, maka diperlukan adanya perencanaan yang terdiri atas:
Penentuan jabatan yang harus diisi.
Penentuan spesifikasi jabatan yang harus diisi berasal dari hasil proses analisa jabatan (job analysis) yang terdiri dari penentuan keahlian dan keterampilan yang dipunyai, tanggungjawab, pengetahuan mengenai pekerjaannya, wewenang yang dimiliki serta hubungan yang ada dalam setiap jabatan dalam suatu organisasi. Proses analisa jabatan juga akan menghasilkan deskripsi jabatan (job description), yaitu hasil pernyataan tertulis dari analisa jabatan yang terdiri atas tugas dan wewenang serta hubungan lini organisasi.
2.      Penarikan personalia yang dibutuhkan.
3.      Seleksi, yaitu pemilihan tenaga kerja potensial untuk menduduki suatu jabatan tertentu dari lamaran yang masuk. Tujuannya adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan mempunyai kualifikasi sebagaimana tercantum dalam diskripsi jabatan, agar dapat menempatkan oarng yang tepat pada tempatnya. Langkah-langkah prosedur seleksi sebagai berikut :
a.       Wawancara pendahuluan.
b.      Pengumpulan data pribadi.
c.       Pengujian atau testing.
d.      Wawancara lebih mendalam.
e.       Pemeriksaan referensi-referensi prestasi.
f.       Pemeriksaan kesehatan.
g.      Keputusan pribadi.
h.      Orientasi jabatan.
i.        Dan lain-lain tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.
4.      Pengenalan dan orientasi organisasi. Setelah proses penyeleksian telah selesai lalu menunjukkan penempatan tenaga kerja dengan memperkenalkan organisasi dengan melalui berbagai bentuk orientasi. Proses ini adalah pengenalan pada organisasi dan karyawan yang ada, pemberian informasi tentang kebijakan organisasi seperti kondisi kerja, system kompensasi, jaminan yang ada, prosedur kerja serta tugas dan tanggung jawab.
5.      Latihan dan pengembangan karyawan. Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan keterampilan dan teknik pelaksanaan pekerjaan tertentu, terperinci dan rutin. Sedangkan pengembangan (development) lebih luas ruang lingkupnya dalam meningkatkan kemampuan, sikap dan sifat-sifat kepribadian serta penyesuaian diri dengan kemajuan teknologi.
6.      Penilaian pelaksanaan pekerjaan, adalah proses dimana suatu organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan.



7.      Pemberian balas jasa atau kompensasi, dan penghargaan. Kompensasi adalah pemberian kepada karyawan dengan pembayaran financial sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivator untuk melaksanakan kegiatan di waktu yang akan datang.
Ada 3 penentuan kompensasi, yaitu:
·         Kesediaan membayar, sesuai dengan pengorbanan yang diberikan kepada organisasi atau perusahaan.
·         Kemampuan membayar, yang tergantung pada pendapatan yang diterima oleh perusahaan yang tidak terlepas dari produktivitas karyawan.
·         Persyaratan-persyaratan pembayaran, yang tergantung pada kondisi perusahaan, peraturan pemerintah, serika pekerja, kondisi permintaan dan penawaran tenaga pekerja dan pesaing.
8.      Perencanaan dan pengembangan karier,
 mencakup promosi, demosi, penugasan kembali, pemecatan, dan pensiun. Promosi yaitu kenaikan jabatan dan tanggung jawab yang lebih besar pada seorang pegawai dengan disertai kenaikan balas jasa, dengan tujuan untuk mengisi jabatan yang kosng dan memotivasi pegawai agar mampu meningkatkan prestasinya. Demosi adalah penurunan jabatan karena seseorang tersebut tidak mampu dalam memikul tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya tanpa mengurangi balas jasa yang pernah diterimanya.

1.      Serikat pekerja
Merupakan suatu oraganisasi yang mewakili pekerja dan berupaya melindungi kepentingan mereka melalu perundingan bersama. Dalam organisasi yang memiliki serikat pekerja, keputusan MSDM didikte oleh kesepakatan yang dihasilkan oleh perundingan bersama. Meliputi hal-hal yang berkaitan dengan sumber rekrutmen,kriteria penerimaan karyawan, promosi, pemecatan, kelayakan pelatihan, dan praktik kedisplinan.
2.      Peraturan Pemerintah
Perkara hukum di tempat kerja cenderung menyalahkan pengawas atau supervisors serta organisasinya. Manajer harus mengetaui apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan menurut peraturan yang telah berlaku.
Contoh : dinas pemadam kebakaran lokal bisa menolak lamaran kerja sebagai petugas pemadam kebakaran dari kandidat yang menggunakan kursi roda.
Upaya menyeimbangkan antara “yang dianjurkan” dan “yang tidak dianjurkan” serta berbagai aturan sering kali berujung pada kebijakan khusus (affirmative action). Melalui program kebijakan khusus, manajer tidak bisa memilih seenaknya siapa yang akan dia rekrut, dipromosikan, dipecat, dan mereka tidak boleh memperlakukan karyawan semaunya. Meskipun kebijakan hukum telah membantu menguurangi diskriminasi pekerja dan praktik pekerjaan yang tidak adil, aturan hukum ini, di saat bersamaan, juga mengurangi keleluasaan manajer atas keputusan MSDM.
3.      Tren Demografis
Jumlah penduduk akan menentukan bagaimana kriteria dalam perekrutan sumber daya manusia. Negara yang memiliki sumber daya produktif akan memiliki peluang untuk memiliki sumber daya yang berkualitas.

A.    Menilai sumber daya manusia yang ada sekarang
Manajer memulai perencanaan SDM dengan mengamati inventaris karyawan yang ada, mencakup nama, pendidikan, pelatihan, pekerjaan sebelumnya, bahasa, kemampuan, keahlian professional. Bagian terpenting dari penilaian saat ini adalah analisis pekerjaan. Yaitu penilaian menggambarkan pekerjaan dan perilaku yang diperukan dalam mengerjakannya. Sebagai contoh, kemampuan, keahlian dan pengetahuan minimum apa yang diperlukan agar bisa mengerjakan tugas ini dengan baik?
Analisis pekerjaan ini dapat dilakukan dengan deskripsi pekerjaan. Yaitu pernyataan tertulis yang menggambarkan suatu pekerjaan-biasanya mencangkup muatan tugas, lingkungan, dan kondisi pekerjaan. Spesifikasi pekerjaan memuat kualifikasi minimum yang harus dimiliki seseorang agar bisa bekinerja baik dalam melakukan pekerjaan yang diberikan.  Spesifikasi pekerjaan ini mengidentifikasi pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang diperlukan agar bisa melaksanakan pekerjaan tersebut secara efektif. Baik deskripsi pekerjaan maupun spesifikasi pekerjaan merupakan dokumen yang penting ketika manajer merekrut dan menyeleksi karyawan.
B.     Memenuhi kebutuhan SDM dimasa mendatang
Hal ini akan ditentukan oleh misi, tujuan, dan strategi organisasi. Permintaan akan tenaga kerja berasal dari permintaan akan produk atau layanan organisasi. Contoh suatu perusahaan ingin mengembangkan bisnisnya ke Negara-negara yang berkembang namun niat perusahaan tersebutt terhambat karena kurangnya karyawan yang berkualitas. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan harus memiliki strategi atau merancang bagaimana mencari karyawan yang berkualitas.
Dengan adanya analisis kebutuhan mendatang,manajer bisa memperkirakan bidang bidang yang mengalami kelebihan ataupun kekurangan staff. Kemudian mereka bisa melangkah ke tahap berikutnya dalam proses MSDM.



a)      Rekrutmen.
Rekruitmen adalah mengalokasikan , mengidentifisakan, dan menarik pelamar kerja yang kompeten. Perekrutan dapat dilakukan dengan melalui sumber-sumber seperti internet, rujukan karyawan perusahaan melalui kampus dan organisasi recruitmen professional.
Rekrutmen merupakan suatu keputusan perencanaan manajemen sumber daya manusia mengenai jumlah karyawan yang dibutuhkan, kapan diperlukan, serta kriteria apa saja yang diperlukan dalam suatu organisasi. Rekrutmen pada dasarnya merupakan usaha untuk mengisi jabatan atau pekerjaan yang kosong di lingkungan suatu organisasi atau perusahaan, untuk itu terdapat dua sumber sumber tenaga kerja yakni sumber dari luar (eksternal) organisasi atau dari dalam (internal) organisasi. 
Penarikan (rekrutmen) pegawai merupakan suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai melalui beberapa tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan tenaga kerja, menentukan kebutuhan tenaga kerja, proses seleksi, penempatan, dan orientasi tenaga kerja. 
Penarikan pegawai bertujuan menyediakan pegawai yang cukup agar manajer dapat memilih karyawan yang memenuhi kualifikasi yang mereka perlukan (Malthis:2001). Rekrutmen yang efektif memerlukan tersedianya informasi yang akurat dan berkesinambungan mengenai jumlah dan kualifikasi individu yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai pekerjaan dalam organisasi. Aktivitas rekrutmen akan menyisihkan pelamar yang kurang tepat dan memfokuskan upayanya pada calon yang akan dipanggil kembali. 
Aktivitas rekrutmen dapat membangun opini publik yang menguntungkan dengan cara mempengaruhi sikap para pelamar sedemikian rupa terlepas mereka diangkat atau tidak. Hasibuan (2008) menyatakan bahwa rekrutmen merupakan usaha mencari dan mempengaruhi tenaga kerja, agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada dalam suatu organisasi. 
Sedangkan pengertian rekrutmen menurut Simamora (2004) merupakan serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Aktivitas rekrutmen dimulai pada saat calon mulai dicari, dan berakhir pada saat lamaran mereka diserahkan. Handoko (2008) menjelaskan bahwa rekrutmen merupakan proses pencarian dan “pemikatan” para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Lebih jauh lagi, Rivai (2009) menjelaskan rekrutmen sebagai suatu rangkaian kegiatan yang dimulai ketika sebuah perusahaan memerlukan tenaga kerja dan membuka lowongan sampai mendapatkan calon yang diinginkan atau memenuhi kualifikasi sesuai dengan jabatan atau lowongan yang ada. 
Rekrutmen merupakan masalah yang penting bagi perusahaan dalam hal pengadaan tenaga kerja. Jika suatu rekrutmen berhasil dengan kata lain banyak pelamar yang memasukkan lamarannya, maka peluang perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang terbaik akan menjadi semakin terbuka lebar, karena perusahaan akan memiliki banyak pilihan yang terbaik dari para pelamar yang ada. 





·         Tujuan rekrutmen.
        i.            Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhu syarat.
      ii.            Agar konsisten dengan strategi, wawasan, dan nilai perusahaan.
    iii.            Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja.
    iv.            Untuk mengkoordinasikan upaya perekrutan dalam program seleksi dan pelatihan.
      v.            Untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan dalam upaya menciptakan kesempatan kerja.
·         Sikap Dalam Rekrutmen 
Nawawi (2008) mengemukakan terdapat 4 (empat) sikap yang berbeda di lingkungan organisasi/perusahaan dalam melakukan rekrutmen. 
Keempat sikap tersebut adalah : 
  1. Sikap pasif tanpa diskriminasi, sikap ini merupakan sikap para eksekutif di lingkungan organisasi/perusahaan untuk meniadakan perbedaan dan memberlakukan secara sama dalam mengangkat, menggaji dan memberikan promosi bagi para calon dan para pekerja. 
  2. Rekrutmen berdasarkan perbedaan, rekrutmen ini dilakukan secara aktif untuk mengelompokkan para pelamar, dengan hanya menerima kelompok tertentu. 
  3. Rekrutmen berdasarkan prioritas, rekrutmen ini dilakukan dengan mendahulukan atau memprioritaskan kelompok tertentu. 
  4. Rekrutmen dengan penjatahan, rekrutmen ini dilakukan dengan menetapkan jatah untuk kelompok tertentu. 
Berdasarkan keempat sikap tersebut, maka keputusan dalam rekrutmen dan pengaturan staf sebaiknya dilakukan berdasarkan kasus masing-masing. Dengan demikian ras dan jenis kelamin yang seringkali menjadi masalah, dapat dijadikan salah satu faktor saja dalam pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak calon pelamar. Keputusan harus berdasarkan pada kombinasi semua faktor yang ada, dengan harus mengutamakan hasil skor (nilai) tes sebagai usaha dalam memprediksi kemampuan calon sebelum diterima. 

·         Proses Rekrutmen 
Menurut Handoko (2008), proses rekrutmen (penarikan) secara ringkas dapat dijelaskan pada gambar berikut : 

Gambar  Proses Rekrutmen
Sumber : Handoko (2008) 

1. Job Analysis (Analisis Jabatan) 
Analisis jabatan merupakan prosedur untuk menentukan tanggung jawab dan persyaratan, ketrampilan dari sebuah pekerjaan dan jenis orang yang akan dipekerjakan. 

2. Job Description (Uraian Jabatan) 
Menurut Yoder (dalam Moekijat, 2010) mengatakan bahwa uraian jabatan adalah mengihktisarkan fakta-fakta yang diberikan oleh analisis jabatan dalam susunan yang sistematis. Uraian jabatan merupakan garis-garis besar yang ditulis dan dimaksudkan untuk memberikan keterangan tentang fakta-fakta yang penting dari jabatan yang diperlukan. 

3. Job Specification (Persyaratan Jabatan) 
Persyaratan pekerjaan adalah catatan mengenai syarat-syarat orang yang minimum harus dimiliki untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik (Moekijat :2010) 

4. Job Evaluation (Penilaian Jabatan) 
Menurut Moekijat (2010) penilaian jabatan adalah kegiatan yang dilakukan guna membandingkan nilai dari suatu jabatan dengan nilai dari jabatan dengan jabatan lainnya. 

5. Job Classification (Penggolongan jabatan) 
Penggolongan jabatan adalah pengelompokan jabatan-jabatan yang memiliki nilai yang sama (Moekijat, 2010). 

·         Penentuan Dasar Rekrutmen 
Menurut Hasibuan (2008), dasar penarikan calon karyawan harus ditetapkan lebih dahulu supaya para pelamar yang akan memasukkan lamarannya sesuai dengan pekerjaan atau jabatan yang diminatinya. Dasar penarikan harus berpedoman pada spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan untuk menduduki jabatan tersebut. Job Specification harus  diuraikan secara terperinci dan jelas agar para pelamar mengetahui kualifikasi yang dituntut oleh lowongan kerja tersebut. Jika spesifikasi pekerjaan dijadikan dasar dan pedoman penarikan, maka karyawan yang diterima akan sesuai dengan uraian pekerjaan dari jabatan yang diperlukan oleh perusahaan. 

Setelah diketahui spesifikasi jabatan atau pekerjaan karyawan yang diperlukan, maka harus ditentukan sumber-sumber penarikan calon karyawan. 

Sumber penarikan calon karyawan bisa berasal dari internal dan eksternal perusahaan. 
a. Sumber Internal 
Sumber internal menurut Hasibuan (2008) adalah karyawan yang akan mengisi lowongan kerja yang diambil dari dalam perusahaan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan mutasi atau memindahkan karyawan yang memenuhi spesifikasi jabatan atau pekerjaan tersebut. Pemindahan karyawan bersifat vertical (promosi atau demosi) maupun bersifat horizontal. Jika masih ada karyawan yang dapat memenuhi spesifikasi pekerjaan, sebaiknya perusahaan mengambil dari dalam perusahaan khususnya untuk jabatan manajerial. Hal ini sangat penting untuk memberikan kesempatan promosi bagi karyawan yang ada. 

Adapun kebaikan dari sumber internal yaitu : 
  1. Tidak terlalu mahal 
  2. Dapat memelihara loyalitas dan mendorong motivasi karyawan yang ada. 
  3. Karyawan telah terbiasa dengan suasana dan budaya perusahaan. 
Sedangkan kelemahan dari sumber internal yaitu : 
  1. Pembatasan terhadap bakat-bakat. 
  2. Mengurangi peluang 
  3. Dapat meningkatkan perasaan puas diri. 
Adapun sumber-sumber internal antara lain melalui : 
  1. Penawaran terbuka untuk suatu jabatan (Job Posting Program). Rekrutmen terbuka ini merupakan sistem mencari pekerja yang memiliki kemampuan tinggi untuk mengisi jabatan yang kosong dengan memberikan kesempatan kepada semua karyawan yang berminat. 
  2. Perbantuan pekerja (Departing Employees) Rekrutmen ini dapat dilakukan melalui perbantuan pekerja untuk suatu jabatan dari unit kerja lain. 
b. Sumber Eksternal 
Menurut Hasibuan (2008), sumber eksternal adalah karyawan yang akan mengisi jabatan yang lowong yang dilakukan perusahaan dari sumber-sumber yang berasal dari luar perusahaan. Sumber-sumber ekternal berasal dari : 
  1. Kantor penempatan tenaga kerja 
  2. Lembaga-lembaga pendidikan 
  3. Referensi karyawan atau rekan 
  4. Serikat-serikat buruh 
  5. Pencangkokan dari perusahaan lain
  6. Nepotisme atau leasing 
  7. Pasar tenaga kerja dengan memasang iklan pada media massa. 
  8. Sumber-sumber lainnya.



Kelemahan dan keunggulan sumber-sumber rekrutmen
Sumber
Keunggulan
kelemahan
Internet
Menjangkau banyak kalangan, ada umpan balik langsung
Menghasilkan banyak kandidat yang kurang berkualitas
Rujukan karyawan
Memberikan kandidat yang potensial, mengetahui latar belakang karyawan dan potensinya
Menambah keberagaman karyawan dan bauran karyawan
Web site perusahaan
Distribusi luas, dan bisa ditargetkan kepada kelompok tertentu
Menghasilkan banyak kandidat yang kurang berkualitas
Recruitmen melalui kampus
Banyak kandidat yang terpusat di satu tempat
Terbatasnya pada posisi karir awal
Organisasi recruitmen professional
Mengetahui dengan baik tantangan dan kebutuhan industry
Sedikit berkomitmen pada organisasi yang spesifik
b)      Dekrutmen.
Lawan dari rekruitmen ini adalah dekruitmen. Yaitu mengurangi angkatan kerja suatu organisasi, yang dapat dilakukan melalui pemecatan(pemberhentian permanen secara tidak sukarela), PHK(pemberhentian kontemporer secara tidak sukarela), atrisi(pengunduran diri secara sukarela atau pensiun biasa), transfer(memindahkan karyawan secara lateral atau kebawah), pengurangan jam kerja(mengurangi jumlah jam kerja karyawan perminggu nya), pensiun dini(pension sebelum waktunya).
Sedangkan opsi Atau plihan dalam melakukan dekrukment atau pengurang adalah
OPSI
DESKRIPSI
Pemecatan
Pemberhentian permanene sacar tidak sukarela
PHK
Pemberhentian temporer secara tidak sukarela
Atrisi
Tidak memenuhi lowongan kerja yang tercipta dari penguduruan diri secara sukarela atau pnesiun biasa
Transfer
Pemeindahan karyawa secar lateral atau kebawah
Penguranhan jam kerja
Mengurangi jumlah jam kerja karyawan per minggu atau melakukan pekerja paruh waktu
Pensiun dini
Memeberikan nsentif kepafa karayawan senior dan yang lebih tua untuk mengambil pension sebalaryawan berbagium tanggal pensiun normal
Berbagi tugas
Karyawan berbagi satu posisi secar purna waktu.

Seleksi yaitu, menyaring para pelamar kerja untuk menentukan siapa yang paling memenuhi kualifikasi atas pekerjaan tersebut.  Keputusan seleksi apapun dapat memberikan empat kemungkinan hasil-dua hasil yang benar dan dua kesalahan (error).
Suatu keputusan dianggap benar apabila pelamar tersebut diperkirakan akan berhasil dan terbukti berhasil dalam pekerjaannya, atau apabila perlamar diperkirakan tidak akan berhasil dan tidak akan diterima. Dalam kasus pertama organisasi telah menerima dengan baik: sementara dalam kasus kedua, organiasi telah menolak dengan baik.
Akan muncul masalah apabila kesalahan dibuat saat menolak kandidat yang mungkin bekinerja baik dalam pekerjaannya (kesalahan penolakan) atau menerima mereka yang pada akhirnya berkinerja buruk (kesalahan penerimaan). Untuk itu kegiatan seleksi apapun harus mengurangi kemungkinan kesalahan penolakan atau kesalahan penerimaan sembari meningkatkan probabilitas mengambil keputusan yang tepat.
Validalitas dan reliabilitas. Agar suatu perangkat seleksi menjadi valid, harus ada hubungan nyata antara perangkat seleksi tersebut dengan beberapa kriteria yang relevan. validitas adalah suatu standar ukuran yang menunjukkan ketepatan dan kesahihan suatu seleksi. reliabilitas adalah suatu keajegan suatu tes untuk mengukur atau mengamati sesuatu yang menjadi objek ukur dalam seleksi.
Ada tiga hal yang membuat seleksi itu penting.
1.      Kinerja para manajer senantiasa tergantung pada sebagian kinerja bawahannya. 
2.      Seleksi yang efektif penting karena biaya perekrutan yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam pengangkatan pegawai tidak sedikit. 
3.      Seleksi yang baik itu penting karena implikasi hukum dari pelaksanaannya secara serampangan. 

Jenis-jenis alat seleksi.

Alat seleksi yang paling terkenal meliputi formulir aplikasi, test tertulis, dan simulasi kerja, wawancara, investigasi, latar belakang pelamar, dan ada juga pemeriksaan fisik. Yang tidak kalah penting dalam seleksi adalah tinjauan pekerjaan yang realistis. yaitu, bagaimana mereka menggambarkan organisasi pekerjaan yang digeluti oleh pelamar.

Kriteria dan Teknik Seleksi 

Perusahaan tentu akan mengharapkan para pelamar yang datang memiliki prestasi yang memuaskan dalam pekerjaannya. 

Kriteria seleksi menurut Simamora (2004) pada umumnya dapat dirangkum dalam beberapa kategori yaitu : 
  1. Pendidikan
  2. Pengalaman kerja 
  3. Kondisi fisik 
  4. Kepribadian 
Sebelum perusahaan memutuskan karakteristik yang akan di seleksi, maka perusahaan sebaiknya memiliki kriteria sukses yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menentukan cara untuk memprediksi pelamar mana yang mencapai tingkat yang diharapkan. 

Adapun beberapa teknik seleksi antara lain : 
  1. Interview 
  2. Tes psikologi 
  3. Tes mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan 
  4. Pusat pelatihan 
  5. Biodata 
  6. Referensi 
  7. Grafologi (ilmu yang berkenaan dengan tulisan tangan) 
Sedangkan langkah-langkah dalam seleksi yaitu : 
  1. Seleksi surat-surat lamaran 
  2. Pengisian blanko lamaran 
  3. Pemeriksaan referensi 
  4. Wawancara pendahuluan 
  5. Tes penerimaan 
  6. Tes psikologi 
  7. Tes kesehatan 
  8. Wawancara akhir atasan langsung 
  9. Memutuskan diterima atau ditolak 

Prinsip Proses Seleksi 

Proses pengambilan keputusan pengangkatan yang baik akan sangat tergantung pada dua prinsip dasar proses seleksi, yaitu : 
  1. Perilaku dimasa lalu yang merupakan predictor terbaik atas perilaku di masa yang akan datang. 
  2. Perusahaan harus menghimpun data yang handal sebanyak mungkin yang dapat dimanfaatkan untuk menyeleksi pelamar yang terbaik.

Kendala-Kendala Seleksi 

Pelaksanaan seleksi selalu memiliki kendala walaupun telah direncanakan secara cermat. Hal ini terjadi karena yang akan diseleksi adalah manusia yang memiliki pikiran, dinamika, dan harga diri. 

Kendalakendala tersebut antara lain : 
a.       Tolak ukur 
  1. Penyeleksi 
  2. Pelamar 

Tujuan Seleksi 

Seleksi merupakan fungsi yang penting karena berbagai macam keahlian yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya diperoleh dari proses seleksi. Proses seleksi akan melibatkan proses menduga yang terbaik (best-guest) dari pelamar yang ada. 

Seleksi penerimaan pegawai baru bertujuan untuk mendapatkan hal-hal berikut : 
  1. Karyawan yang memiliki potensi 
  2. Karyawan yang disiplin dan jujur 
  3. Karyawan yang sesuai dengan tugas dan keahlian yang diperlukan 
  4. Karyawan yang terampil 
  5. Karyawan yang kreatif dan dinamis 
  6. Karyawan yang loyal 
  7. Mengurangi turnover karyawan 
  8. Karyawan yang sesuai dengan budaya organisasi 
  9. Karyawan yang dapat bekerja sama di dalam perusahaan 
  10. Karyawan yang mudah dikembangkan di masa yang akan datang.



Perencanaan Sumber daya Manusia (SDM) adalah Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut dalam mencapai tujuan organisasi. Perencanaan sumber daya manusia itu sendiri diperlukan dalam pemenuhan kebutuhan organisasi untuk mengisi posisi tertentu.
Ada tiga tipe perencanaan Sumber Daya Manusia:
  1. Penentuan jabatan-jabatan yang harus diisi, kemampuan yang dibutuhkan karyawan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, dan berapa jumlah karyawan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, dan berapa jumlah karyawan yang dibutuhkan.
  2. Pemahaman pasar tenaga kerja dimana karyawan potensial tersebut ada.
  3. Pertimbangan kondisi permintaan dan penawaran karyawan.
Penyusunan perencanaan  organisasi dapat dilakukan dengan langkah- sebagai berikut   :
  1. Penetuan kebutuhan jabatan.
  2. Menentukan spesifikasi jabatan dengan keterampilan – keterampilan yang dibutuhkan untuk pelaksaan suatu pekerjaan
  3. Mengestimasi jumlah karyawan yang dibutuhkan selama periode tertentu di masa mendatang.
  4. Mempertimbangkan persediaan karyawan yang telah tersedia untuk melaksanakan berbagai pekerjaan. Hal ini diikuti dengan   jumlah orang yang harus di tarik dan kapan mereka akan dibutuhkan.
Dari keempat dasar tersebut diatas maka dapat kita simpulkan bahwa penyusunan perencanaan SDM merupakan suatu keharusan bagi seorang manajer, dimana seorang manajer membutuhkan suatu analisis terhadap perencanaan kebutuhan sumber daya manusia itu sendiri.
·         Kualifikasi Pekerjaan dan Peran
Tujuan – tujuan organisasi akan dapat tercapai dengan baik apabila pekerjaan – pekerjaan di dalam organisasi dapat mewujudkan fungsinya sebagai komponen dasar struktur organisasi.Kualifikasi atau spesifikasi personalia perlu dilakukan untuk lebih menjamin agar suatu posisi, jabatan, atau jenis pekerjaan tertentu dapat di pegang oleh orang – orang yang tepat.kualifikasi atau spesifikasi personalia tersebut terdiri atas syarat – syarat yang harus dipenuhi oleh orang – orang yang di anggap mampu melakukan pekerjaan tertentu dalam suatu organisasi atau perusahaan.



  1. Menganalisis pekerjaan
Analisis pekerjaan merupakan deskripsi pekerjaan untuk memberikan informasi dalam rangka mendesain atau mengembangkan organisasi, recruitment, manajemen kinerja, pelatihan, pengembangan serta penggajian.

  1. Langkah – langkah Utama dalam Analisis Pekerjaan
Dalam menganalisis  pekerjaan yang akan diberikan kepada calon karyawan maka secara geris besar diperlukan :
  1. Isi pekerjaan
  2. Lingkup pekerjaan
  3. Kualifikasi pekerjaan.
Dari ketiga analisis tersebut maka dapat dikembangkan dan diperoleh dengan langkah – langkah sebagai berikut :
  1. Penentuan tugas – tugas
  2. Penentuan kegiatan dalam pekerjaan
  3. Penetapan pengetahuan
  4. Penetapan kemampuan – kemapuan yang dibutuhkan
  5. Penetapan kecakapan – kecakapan
  6. Penentuan kepribadian, sikap, ketangkasan, dan karakteristik fisik
Klasifikasi pekerjaan memiliki kedudukan yang penting dalam analisis pekerjaan karena hubungannya yang erat dengan analisis pekerjaan dalam aktifitas perencanaan SDM (Sumber Daya Manusia).

  1. Tujuan analisis pekerjaan
Analisis pekerjaan baik dalam sektor  swasta maupun sektor publik, baik dalam pekerjaan yang berskala besar memerlukan analisis pekerjaan untuk berbagai tujuan.beberapa tujuan dari analisis pekerjaan antara lain adalah sebagai berikut (Triton PB;2010) :
  1. Job description; berisi informasi identifikasi, riwayat, kewajiban – kewajiban, pertanggungjawaban, specifikasi, atau standart-standart.
  2. Job clasification; Pengelompokan, pengkelasan, dan jenis – jenis pekerjaan berdasar rencana sistematika tertentu.
  3. Job evaluation; merupakan prosedur klasifikasi pekerjaan berdasarkan kegunaan di dalam organisasi dan dalam pasar tenaga kerja luar yang terkait.
  4. Job desing restructuring; meliputi usaha – usaha untuk merelokasi dan merestrukturalisasi kegiatan – kegiatan pekerjaan dalam berbagai kelompok.
  5. Personnel requirement / spesifications; penyusunan persyaratan atau spesifikasi tertentu bagi suatu pekerjaan.
  6. Performance appraisal; penilaian sistematis yang dilakakukan oleh para supervisor terhadap performansi pekerjaan dari para pekerja.
  7. Worker training; dilakukan untuk tujuan – tujuan pelatihan.
  8. Worker Mobility; analisis pekerjaan diperlukan untuk mendukung mobilitas pekerja dalam karir, yang meliputi dinamika posisi -posisi pekerjaan – pekerjaan tertentu.
  9. Efficiency;suatu pekerjaan disebut efisien apabila mencakup integrasi proses kerja yang optimal dan didukung perencanaan yang baik dalam keamanan peralatan (safety) dan fasilitas fisik lainnya.
  10. Safety; fokus perhatian terhadap keamanan dalam bekerja.
  11. Human Resources Planing; adalah langkah dalam perencanaan SDM yang dibutuhkan.
  12. Legal; analisis pekerjaan juga diperlukan untuk menuyusun regulasi – regulasi atau aturan kerja agar pencapaian dari planing- planing yang telah dibuat berjalan sebagai mana mestinya.

Pengembangan dan evaluasi karyawan (Development and evaluation). Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
  1. PELATIHAN.
`Pelatihan karyawan merupakan aktivitas MSDM yang penting. Ketika permintaan pekerjaan berubah, kemampuan karyawanpun harus berubah. Manajer bertanggung jawab dalam memutuskan jenis pleatihan apa yang dibutuhkan karyawan, kapan mereka membutuhkannya dan jenis pelatihan apa yang harus diambil.



Jenis – jenis pelatihan karyawan meliputi :
v  pelatihan umum : keterampilan komunikasi, program dan aplikasi sistim koputer, layanan pelanggan, pengembangan eksekutif, pengembangan dan keterampilan manajerial, pengembangan diri, penjualan, keterampilan supervise, pengetahuan dan keterampilan teknologi.
v  Pelatihan khusus meliputi keterampilan pekerjaan/hidup dasar, kreativitas, pendidikan konsumen, kesadaran budaya, perbaikan penulisan, kemampuan presentasi, wawasan produk dan lain-lain.
Berikut ini beberapa metode pelatihan yang dapat diberikan kepada karyawan.
A.   MANAJEMEN KINERJA KARYAWAN.
Menejer harus tau apakah karyawan nya sudah pekerjaan nya secara efesien dan efektif. Untuk mengetahui itu dilakukan 2 cara:
·         Sisitem menejemen kinerja. sistem ini merupakan memnetapkan standar kinerja yang di gunakn dalam mengevalasi kinerja karyawaan.
·         Metode penilaian kinerja. metode penilaian ini dapt dilakukan melalui menulis esay, penilaian atas peristiwa penting ,BARS,perbandingan multikaryawaa,MBO, penilaian 360 derajat.



B.     KOMPENSASI DAN MANFAAT.
Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai (Compensation and protection). Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya.faktor –faktor yang memepengaruhi kompensasi  meliputi
1.       jabatan dan kinerjanya (seberapa lama karyawan itu bekerja dalam perusahaan dan bagaimana kinerjanya)
2.      ,jenis pekerjaa,(apakah pekerjaan ini memebutuhkan keterampilan yang tinggi
3.      jenis bisnis/industry,(pekerjaan ini bergerak dalam industry apakah.pertambagan atau semacamnya
4.      adanya serikat pekerja,
5.      padat modal atau karya,
6.      filosofi manajemen

tipe –tipe kompensasi :
v  dasar upah dan gaji.
v  Gaji dan upah dengan tambahan.
v  Pembayaran insentif.
v  Pembayaran berdasarkan keahlian.
v  Pembayaran variabel.
Keterangan : gaji berbasis kemampuan adalah memberikan imbalan kepada karyawan atas kemampuan kerja dan kompetensi yang mereka tunjukan. Gaji variabel adalah, dimana kompensasi individu bergantung pada kinerjanyA.
C.     PENGEMBANGAN KARIR.
·         Definisi karir. Karir adalah urutan posisi yang dipegang seseorang selama hidupnya.
·         Pengembangan karir  
Dulu                            : Membantu menarik dan mempertahankan orang-orang berbakat. 
Sekarang                    :inividual—bukan organisasi—bertanggungjawab untuk mendesain, mengarahkan, dan mengembangkan karir mereka.
Karir Tanpa Batas    : Suatu  karir dimana seorang individual, bukan organisasi, karir  mendefinisikan perkembangan karir dan kesetiaan organisasi.
mencakup promosi, demosi, penugasan kembali, pemecatan, dan pensiun. Promosi yaitu kenaikan jabatan dan tanggung jawab yang lebih besar pada seorang pegawai dengan disertai kenaikan balas jasa, dengan tujuan untuk mengisi jabatan yang kosng dan memotivasi pegawai agar mampu meningkatkan prestasinya. Demosi adalah penurunan jabatan karena seseorang tersebut tidak mampu dalam memikul tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya tanpa mengurangi balas jasa yang pernah diterimanya.



Manajer bisa mengelola perampingan usaha dengan berkomunikasi secara jujur dan terbuka, mematuhi peraturan hukum yang berlaku terkait dengan pemberian pesangon maupun pemberian manfaat, menyediakan dukungan/konseling untuk karyawan yang masih bertahan, merombak kembali peran pekerjaan berdasarkan talenta dan latar belakang karyawan, memfokuskan diri dalam meningkatkan semangat kerja, serta memiliki rencana untuk mengisi ruang kerja yang kosong.
Manajer harus mengelola keanekaragaman angkatan kerja dengan merekrut karyawan dari berbagai latar belakang, menjamin bahwa proses seleksi karyawan tidak diksriminatif, dan memastikan bahwa  proses transisi pihak luar-pihak dalam berjalan mulus.
Pelecehan seksual merupakan tindakan atau kegiatan yang tidak diinginkan atas dorongan seksual yang secara eksplisit maupun implicit mempengaruhi pekerjaan, kinerja, atau suasana kerja individu. Manajer perlu menyadari hal-hal apa saja yang termasuk dalam lingkungan kerja yang kurang ramah. Mendidik karyawan tentang pelecehan seksual. Juga, mungkin harus memilki kebijakan kusus terkait dengan hubungan percintaan di tempat kerja.
Organisasi sekarang sedang mengatasi masalah keseimbangan kehidupan pribadi pekerjaan karyawan dengan menawarkan manfaat yang ramah keluarga sepert penitipan anak di kantor. Manajer harus memahami bahwa orang-orang mungkin lebih memilih program yang memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sedangkan warga lain lebih memilih program yang mengintregasikan pekerjaan dan kehidupan pribadi.



BAB III

PENUTUP

Manajemen sumber daya manusia berperan begitu penting dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran dari organisasi tersebut. Manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan, perekruttan, seleksi, kompensasi, pengintregasian, serta pemisahan tenaga kerja dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu manajemen sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting karena adanya tiga alasan, (1) prose situ merupakan keunggulan kompetitif yang signifikan, (2) prose situ menjadi bagian penting dari strategi organisasi, (3) perlakuan organisasi terhadap karyawannnya secara signifikan mempengaruhi kinerja organisasi.

Dengan mempelajari materi tersebut. Sebaiknya, para manajer menerapkan bagaimana perilaku dan prosedur Manajemen Sumber Daya Manusia yang benar sesuai dengan kaidah yang ada. Agar semua tujuan dan sasaran dalam organisasi tersebut dapat tercapai selaras dengan perilaku yang diterima oleh karyawan dalam organisasi.
Robbins, P. Stephen & Coulter Mary. 2010. Manajemen, Edisi Ke 10, Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
http://ariplie.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-seleksi-menurut-ahli.html
Malayu S.P Hasibuan. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Gunung Agung. Jakarta
T. Hani Handoko. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. BPFE. Jogyakarta.

Sedarmayanti. 1995. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Ilham Jaya. Bandung.







0 komentar:

Posting Komentar