Minggu, 15 Mei 2016

PENAWARAN - KESIMPULAN MATERI EKONOMI MIKRO



PENGANTAR EKONOMI MIKRO

KESIMPULAN MATERI PENAWARAN



Oleh kelompok 10
1.                 Keken setiawan                            15053063
2.                 Rahmadona Amelia fitri.              15053092
3.                 Atina.                                           15053057





Daftar isi
Contents



PENAWARAN
Penawaran dan permintaan adalah dua kata yang peling sering di gunakan oleh kaum ekonom- dan alasanya jelas. Penawaran dan permintaan adalah kekuatan yang membuat ekonomi pasar bekerja dengan baik . keduanya menentukan jumlah barang yang dihasilkan dan harga jual barang itu.
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.
Dalam pasar finansial, initial public offering ( IPO ) ( bahasa Indonesia: penawaran umum perdana ) adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Menurut UU No.8 Tahun 1995, penawaran umum ( emisi / go public / initial public offering ) adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tatacara yang diatur dalam undang-undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya.
Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga digunakan untuk memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa. Biasanya penggunaan kata harga berupa digit nominal besaran angka terhadap nilai tukar mata uang yang menunjukkan tinggi rendahnya nilai suatu kualitas barang atau jasa. Dalam ilmu ekonomi harga dapat dikaitkan dengan nilai jual atau beli suatu produk barang atau jasa sekaligus sebagai variabel yang menentukan komparasi produk atau barang sejenis.
Jumlah penawaran (quantity supplied) dari suatu  barang adalah jumlah barang yang rela dan mampu di jual oleh penjual. Salah satu penentu jumlah penawaran dari suatu barang adalah harga dari barang tersebut.
Sebagai contoh jika pada saaat tahun ajaran baru jumlah permintaan akan baju sekolah meningkat oleh karena itu pedagang baju akan menaikan harga baju seiring dengan banyak permintaan dan kebutuhan.
Karena jumlah penawaran meningkat dan menurun seiring naik dan turunya harga, dapat kita katakan jumlah penawaran berhubungan secara positif dengan harga.
Hubungan antara harga dan jumlah penawaran ini berlaku untuk kebanyakan jenis barang dalam perekonomian sehingga di sebut sebagai hukum penawaran (low of supply).
Focus :
Jumlah penawaran
hukum penawaran
skedul penawaran
Kurva penawaran
Jumlah barang yang rela dan mampu dijual oleh penjual.
Pernyataan bahwa, jika semua hal dibiarkan sama, ketika harga suatu barang meningkat, maka jumlah penawarannya akan meningkat.
tabel yang menunjukan hubungan antara harga pada suatu barang dengan jumlah penawaran barang itu.
Garis menaik yang menghubungkan harga dengan jumlah penawaran pada suatu barang.


Kurva yang menghubungkan antara harga harga dengan jumlah penawaran disebut kurva penawaran (supply curve). Kurva penawaran ini selalu naik, karena ketika semua hal lain di anggap tidak berubah, harga yang lebih tinggi berarti lebih banyak barang yang di tawarkan.
Penawaran pasar adalah jumlah dari penawaran seluruh penjual.
Contoh kurva penawaran :
Untuk memahami lebih jelas mengenai hubungan antara penawaran dengan harga mari simak contoh berikut ini :
jika harga eskrim naik, menjual es krim merupakan hal yang menguntungkan sehingga jumlah penwaran juga pasti besar. Penjual es krim akan bekerja sepanjang hari, membeli banyak mesin pembuat es krim, dan memperkejakan lebih banyak buruh. Namun ketika harga es krim jatuh, bisnisnya akan menjadi kurang menguntungkan, dan penjual akan mengurangi produksi es krim nya sehingga jumlah penawaranya turun menjadi nol.
Grafik pada figur 5 menunjukan jumlah penawaran BEN, seorang penjual es krim pada berbagai harga. Jika harganya meningkat, penawaran es krim ben semakin banyak.  Ini disebut skedul penawaran (supply schedule), tabel yang menunjukan hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah penawarannya, dengan menanggap seluruh factor lain yang memengaruhi keinginan produsen untuk memproduksi barang itu tidak ada yang berubah.
Grafik pada figure 5 menggunakan angka – angka dari tabel untuk menggambarkan hukum penawaran.
 

Berikutnya pada tabel figure 6 menunjukan skedul penawaran untuk dua produsen es krim  - BEN dan JERRY. Pada harga berapapun, skedul penawaran ben menyatakan berapa jumlah penawaran es krim dari Ben, dan skedul penawaran Jerry menyatakan berapa jumlah penawaran es krim dari jerry.
Grafik pada figure 6 menunjukan kurva penawaran yang berseusaian dengan skedul skedul penawarannya. Sama seperti kurva kurva permintaan, kita menjumlahkan semua kurva penawaran individu secara  horizontal untuk mendapat kurva penawaran pasar artinya untuk mendapat jumlah penawaran pada harga berapapun, kita menambah jumlah penawaran yang di dapat dari sumbu horizontal dari setiap kurva penawaran individu. Karena kurva penawaran pasar menunjukan bagaimana jumlah penawaran secara keseluruhan berubah jika harga barang tersebut berubah.



DASAR PENETAPAN HARGA

Menurut Machfoedz (2005: 136) “penetapan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Faktor internal meliputi tujuan pemasaran perusahaan, strategi bauran pemasaran, biaya, dan metode penetapan harga.” Faktor eksternal meliputi sifat pasar dan permintaan, persaingan, dan elemen lingkungan yang lain.

 

Tujuan Penetapan Harga

Penjual barang dalam menetapkan harga dapat mempunyai tujuan yang berbeda satu sama lain antar penjual maupun antar barang yang satu dengan yang lain. Tujuan penetapan harga menurut Harini (2008: 55) adalah sebagai berikut:
  1. Penetapan harga untuk mencapai penghasilan atas investasi. Biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan prosentasenya dan untuk mencapainya diperlukan penetapan harga tertentu dari barang yang dihasilkannya. 
  2. Penetapan harga untuk kestabilan harga. Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga. Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun. 
  3. Penetapan harga untuk mempertahankan atau meningkatkan bagiannya dalam pasar. Apabila perusahaan mendapatkan bagian pasar dengan luas tertentu, maka ia harus berusaha mempertahankannya atau justru mengembangkannya. Untuk itu kebijaksanaan dalam penetapan harga jangan sampai merugikan usaha mempertahankan atau mengembangkan bagian pasar tersebut. 
  4. Penetapan harga untuk menghadapi atau mencegah persaingan. Apabila perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan tujuan mengetahui pada harga berapa ia akan menetapkan penjualan. Ini berarti bahwa ia belum memiliki tujuan dalam menetapkan harga coba-coba tersebut. 
5.      Penetapan harga untuk memaksimir laba. Tujuan ini biasanya menjadi anutan setiap usaha bisnis. Kelihatannya usaha mencari untung mempunyai konotasi yang kurang enak seolah-olah menindas konsumen. Padahal sesungguhnya hal yang wajar saja. Setiap usaha untuk bertahan hidup memerlukan laba. Memang secara teoritis harga bisa berkembang tanpa batas.
Menurut Machfoedz (2005: 139) “Tujuan penetapan harga meliputi (1). Orientasi laba: mencapai target baru, dan meningkatkan laba; (2) Orientasi penjualan: meningkatkan volume penjualan, dan mempertahankan atau mengembangkan pangsa pasar.”

Kemudian menurut Tjiptono (2002) tujuan penetapan harga adalah :
  1. Berorientasi laba yaitu bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi.
  2. Berorientasi pada volume yaitu penetapan harga berorientasi pada volume tertentu.
  3. Berorientasi pada citra (image) yaitu bahwa image perusahaan dapat dibentuk melalui harga.
  4. Stabilisasi harga yaitu penetapan harga yang bertujuan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga perusahaan dengan harga pemimpin pasar (market leader).
  5. Tujuan lainnya yaitu menetapkan harga dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas konsumen, mendukung penjualan ulang atau menghindari campur tangan pemerintah
Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran:
  • Harga barang itu sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika harga barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.
  • Harga barang pengganti
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.

  • Biaya produksi
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian penawaran juga akan meningkat.
  • Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
Pajak yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
  • Perkiraan harga di masa depan
Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.

PENGARUH BUKAN-HARGA TERHADAP PENAWARAN
Û    Hrga barang lain
Dalam teori perminntaan, barang barang ada yang saling bersaing (barang-barang pengganti) satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang barang seperti itu dapat menimbulkan pengaruh yang penting kepada penwaran suatu barang.
Contoh :
Oleh kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang  diiimporbertambah mahal harganya.beberapa konsumen buku tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam negeri dan menaikan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan memberi dorongan kepada produsen dala negeri untuk menaikan produksi dan penawaran buku tulis.

Û    Biaya untuk memperoleh faktor produksi
Pembayaran kepada faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam proses produksi berbagai perusahaan. Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan produktivitasdan efisiensi, kenaikan harga faktor-faktor produksi akan menaikan harga produksi. Di beberapa perusahaan kenaikan pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor produksi akan menyebabkan biayaproduksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ni dapatt menimbulkan penutupan usaha tersebut dan jumlah penawaran barang menjadi berkurang.di perusahaan lainnya, kenaikan harga faktor-faktor produksi mengurangi keuntungan mereka. Kalau tinggat keuntungan usaha tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke usaha lain. Juga tindakan ini dapat megurangi penawaran dalam sesuatu kegiatan ekonomi tertentu.

Û    Tujuan perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha mamaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Dalam prakteknya perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Tujuan yang berbeda-beda itu menimbulkan efek yag berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran suatu barang akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

Û    Tingkat teknologi
Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang pesat di berbagai negara erutama disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan meciptakan barang- barang yang baru.
Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2 efek :
°         Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat
°         Biaya produksi semakin murah
Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah lagi dan kemajuan teknologi cenderung menimbulkan kenaikan penawaran.


Terdapatnya permintaan belum merupakan syarat yang cukup untuk mewujudkan transaksi dalam pasar. Permintaan yang wujud hanya dapat dipenuhi apabila para penjual dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan tersebut. Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang terpenting adalah:
  1. Harga barang itu sendiri
  2. Harga barang-barang lain
  3. Biaya produksi
  4. Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut
  5. Tingkat teknologi yang digunakan
Dalam menganalisis mengenai permintaan telah dinyatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk membicarakan secara sekaligus bagaimana permintaan dipengaruhi oleh perubahan daripada berbagai faktor yang menentukannya. Kita haruslah menganalisis secara satu demi satu setiap faktor yang mempengaruhinya. Dalam menganalisis mengenai penawaran, cara seperti itu juga perlu dilakukan. Dengan memisalkan faktor-faktor lain tidak berubah atau cateris paribus maka terlebih dahulu akan diperhatikan pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan penjual.
Harga sesuatu barang selalu dipandang sebagai faktor yang sangat penting dalam menentukan penawaran barang tersebut. Oleh sebab itu teori penawaran terutama menumpukan perhatiannya kepada hubungan di antara tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Hukum penawaran mengatakan bahwa jumlah barang yang ditawarkan akan selalu berbanding lurus dengan harganya artinya jika harga barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan bertambah, sebaliknya jika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan berkurang. Dalam hukum penawaran juga berlaku kondisi ceteris paribus.
Dari hukum penawaran sangat jelas bahwa harga dan jumlah penawaran bekorelasi positif jadi barang dan jasa yang ditwarkan pada suatu waktu tertentu akan sangat tergantung pada tingkat harganya. Pada kondisi dimana factor – factor lain tidak berubah. Jika barang dan jasa naik maka penjual cendrung menjual barang dan jasa dalam jumlah yang lebih banyak.  Sebalknya, jika barang dan jasanya turun makan penjual cenderung menurunkan jumlah barang barang dan jasa yang dtawarkanya.  
Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli.




Merupakan grafik yang mengilustrasikan berapa banyak produk yang akan  ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu. Kurva penawaran membentuk slope positif dari kiri bawah ke kanan atas.

Mengapa Kurva Penawaran membentuk Slope Positif???
Kurva penawaran membentuk slope positif karena sesuai dengan Hukum Penawaran yaitu bahwa harga produk berbanding lurus dengan jumlah produk yang akan ditawarkan produsen. Sebagaimana terlihat dalam tabel penawaran di atas, ketika harga es krim naik, jumlah es krim yang akan ditawarkan produsen juga naik.

Apabila tabel penawaran tersebut digambarkan dalam sebuah kurva, maka akan membentuk kurva penawaran sebagai berikut:
Kurva Penawaran
Kondisi-kondisi tersebut berlaku dengan syarat “Cateris Paribus” atau apabila kondisi hal-hal yang lain tetap sama (all other things being equal)

Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan harga barang di pasar dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Fungsi penawaran digunakan oleh produsen untuk menganalisa kemungkinan2 banyak barang yang akan diproduksi. Menurut hukum penawaran bila harga barang naik, dengan asumsi cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap), maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan sebaliknya apabila harga barang menurun jumlah barang yang ditawarkan juga menurun. jadi dalam fungsi penawaran antara harga barang dan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan posifit, karenanya gradien (b) dari fungsi penawaran selalu positif.

Bentuk umum dari fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut:
Qs = a + bPs

dimana :
a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif

b = ∆Qs/ ∆Ps
Ps = adalah harga barang per unit yang ditawarkan
Qs = adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan
Ps≥ 0, Qs≥ 0, serta dPs/ dQs > 0

Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?

Jawab :
dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1 = 3.000     Q1 = 100 buah
P2 = 4.000     Q2 = 200 buah
Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
 P - P1        Q - Q1
--------  =  ---------
P2 - P1      Q2 - Q1

    P  - 3.000         Q - 100
--------------  = -------------
4.000 - 3.000      200 - 100

     P - 3.000           Q - 100
--------------   =  -------------
        1.000                 100

(P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
100P - 300.000  = 1.000Q - 100.000
1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P
1.000Q = -200.000 + 100P
Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )
Q = -200 + 0.1P
============
Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd



Pergeseran Kurva Penawaran

Bentuk kurva penawaran dapat bergeser ke kanan jika jumlah barang yang diproduksi melimpah karena kemajuan teknologi atau karena laba yang diinginkan. Sebaliknya kurva penawaran bergeser ke kiri jika jumlah produksinya menurun, seperti ditunjukkan dalam gambar di bawah.

Pergeseran Kurva Penawaran
Notasi S1 adalah kurva penawaran awal, sebelum terjadi penambahan produksi, S1 adalah kurva penawaran setelah terjadi penurunan produksi, dan S2 merupakan kurva penawaran ketika terjadi peningkatan jumlah produksi.
Notasi Q0 adalah jumlah penawaran sebelum terjadi perubahan jumlah produksi, Q1 adalah jumlah barang yang ditawarkan setelah terjadi penurunan produksi, dan Q2 adalah jumlah penawaran barang setelah terjadi peningkatan produksi.
Pada penawaran awal, harga barang di pasar adalah Rp 6.000 per unit, dan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen adalah sebesar Q0 yaitu 80 unit. Ketika terjadi penurunan produksi, maka kurva penawaran bergesar ke arah kiri dengan jumlah barang yang dapat ditawarkan berkurang dari Q0 sebesar 80 unit menjadi Q1 sebesar 60 unit dengan harga di pasar tetap pada Rp 6.000 per unit.
Sedangkan ketika terjadi peningkatan produksi, kurva penawaran bergeser ke sebelah kanan, dengan jumlah barang yang dapat ditawarkan oleh produsen meningkat dari semula Q0 sebesar 80 unit menjadi Q2 sebesar 100 unit, sedangkan harga barang di pasar tetap pada Rp 6.000 per unit.


DAFTAR PUSTAKA.
Mankiw.N Gregory.2002.PRINCIPLES OF ECONOMICS.Jakarta:salembaempat.

0 komentar:

Posting Komentar