PENGANTAR
EKONOMI MIKRO
KESIMPULAN
MATERI PENAWARAN
Oleh kelompok 10
1.
Keken setiawan 15053063
2.
Rahmadona Amelia fitri. 15053092
3.
Atina. 15053057
Daftar isi
Contents
PENAWARAN
Penawaran
dan permintaan adalah dua kata yang
peling sering di gunakan oleh kaum ekonom- dan alasanya jelas. Penawaran dan
permintaan adalah kekuatan yang membuat ekonomi pasar bekerja dengan baik .
keduanya menentukan jumlah barang yang dihasilkan dan harga jual barang itu.
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa
yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan
pada waktu tertentu.
Dalam
pasar finansial, initial public offering ( IPO ) ( bahasa Indonesia: penawaran
umum perdana ) adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada
investor umum. Menurut UU No.8 Tahun 1995, penawaran umum ( emisi / go public /
initial public offering ) adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh
emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tatacara yang diatur
dalam undang-undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya.
Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan
dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau
jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
Istilah harga digunakan untuk memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa. Biasanya penggunaan
kata harga berupa digit nominal besaran angka
terhadap nilai tukar mata uang yang menunjukkan tinggi rendahnya nilai suatu kualitas
barang atau jasa. Dalam ilmu ekonomi harga dapat dikaitkan dengan nilai jual atau beli suatu
produk barang atau jasa sekaligus sebagai variabel yang menentukan komparasi produk
atau barang sejenis.
Jumlah
penawaran (quantity supplied) dari
suatu barang adalah jumlah barang yang
rela dan mampu di jual oleh penjual. Salah satu penentu jumlah penawaran dari
suatu barang adalah harga dari barang tersebut.
Sebagai
contoh jika pada saaat tahun ajaran baru jumlah permintaan akan baju sekolah
meningkat oleh karena itu pedagang baju akan menaikan harga baju seiring dengan
banyak permintaan dan kebutuhan.
Karena
jumlah penawaran meningkat dan menurun seiring naik dan turunya harga, dapat
kita katakan jumlah penawaran berhubungan secara
positif dengan harga.
Hubungan antara harga dan jumlah
penawaran ini berlaku untuk kebanyakan jenis barang dalam perekonomian sehingga
di sebut sebagai hukum penawaran (low of supply).
Focus :
Jumlah penawaran
|
hukum penawaran
|
skedul penawaran
|
Kurva penawaran
|
Jumlah
barang yang rela dan mampu dijual oleh penjual.
|
Pernyataan
bahwa, jika semua hal dibiarkan sama, ketika harga suatu barang meningkat,
maka jumlah penawarannya akan meningkat.
|
tabel
yang menunjukan hubungan antara harga pada suatu barang dengan jumlah
penawaran barang itu.
|
Garis
menaik yang menghubungkan harga dengan jumlah penawaran pada suatu barang.
|
Kurva yang menghubungkan antara harga
harga dengan jumlah penawaran disebut kurva penawaran (supply curve). Kurva
penawaran ini selalu naik, karena ketika semua hal lain di anggap tidak
berubah, harga yang lebih tinggi berarti lebih banyak barang yang di tawarkan.
Penawaran
pasar adalah jumlah dari penawaran seluruh penjual.
Contoh
kurva penawaran :
Untuk memahami lebih jelas mengenai hubungan
antara penawaran dengan harga mari simak contoh berikut ini :
jika harga eskrim naik, menjual es krim
merupakan hal yang menguntungkan sehingga jumlah penwaran juga pasti besar.
Penjual es krim akan bekerja sepanjang hari, membeli banyak mesin pembuat es
krim, dan memperkejakan lebih banyak buruh. Namun ketika harga es krim jatuh,
bisnisnya akan menjadi kurang menguntungkan, dan penjual akan mengurangi
produksi es krim nya sehingga jumlah penawaranya turun menjadi nol.
Grafik pada figur 5 menunjukan jumlah
penawaran BEN, seorang penjual es krim pada berbagai harga. Jika harganya
meningkat, penawaran es krim ben semakin banyak. Ini disebut skedul penawaran (supply schedule), tabel yang menunjukan hubungan
antara harga suatu barang dengan jumlah penawarannya, dengan menanggap seluruh
factor lain yang memengaruhi keinginan produsen untuk memproduksi barang itu
tidak ada yang berubah.
Grafik pada figure 5 menggunakan angka –
angka dari tabel untuk menggambarkan hukum penawaran.
Berikutnya pada tabel
figure 6 menunjukan skedul penawaran untuk dua produsen es krim - BEN dan JERRY. Pada harga berapapun, skedul
penawaran ben menyatakan berapa jumlah penawaran es krim dari Ben, dan skedul
penawaran Jerry menyatakan berapa jumlah penawaran es krim dari jerry.
Grafik pada figure 6
menunjukan kurva penawaran yang berseusaian dengan skedul skedul penawarannya.
Sama seperti kurva kurva permintaan, kita menjumlahkan semua kurva penawaran
individu secara horizontal untuk mendapat kurva penawaran
pasar artinya untuk mendapat jumlah penawaran pada harga berapapun, kita
menambah jumlah penawaran yang di dapat dari sumbu horizontal dari setiap kurva
penawaran individu. Karena kurva penawaran pasar menunjukan bagaimana jumlah
penawaran secara keseluruhan berubah jika harga barang tersebut berubah.
DASAR PENETAPAN HARGA
Menurut
Machfoedz (2005: 136) “penetapan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik
faktor internal maupun faktor eksternal.
Faktor
internal meliputi tujuan pemasaran perusahaan, strategi bauran pemasaran,
biaya, dan metode penetapan harga.” Faktor eksternal meliputi sifat pasar dan
permintaan, persaingan, dan elemen lingkungan yang lain.
Tujuan Penetapan Harga
Penjual
barang dalam menetapkan harga dapat mempunyai tujuan yang berbeda satu sama
lain antar penjual maupun antar barang yang satu dengan yang lain. Tujuan
penetapan harga menurut Harini (2008: 55) adalah sebagai berikut:
- Penetapan harga untuk mencapai penghasilan atas investasi. Biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan prosentasenya dan untuk mencapainya diperlukan penetapan harga tertentu dari barang yang dihasilkannya.
- Penetapan harga untuk kestabilan harga. Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga. Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun.
- Penetapan harga untuk mempertahankan atau meningkatkan bagiannya dalam pasar. Apabila perusahaan mendapatkan bagian pasar dengan luas tertentu, maka ia harus berusaha mempertahankannya atau justru mengembangkannya. Untuk itu kebijaksanaan dalam penetapan harga jangan sampai merugikan usaha mempertahankan atau mengembangkan bagian pasar tersebut.
- Penetapan harga untuk menghadapi atau mencegah persaingan. Apabila perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan tujuan mengetahui pada harga berapa ia akan menetapkan penjualan. Ini berarti bahwa ia belum memiliki tujuan dalam menetapkan harga coba-coba tersebut.
5. Penetapan
harga untuk memaksimir laba. Tujuan ini biasanya menjadi anutan setiap usaha
bisnis. Kelihatannya usaha mencari untung mempunyai konotasi yang kurang enak
seolah-olah menindas konsumen. Padahal sesungguhnya hal yang wajar saja. Setiap
usaha untuk bertahan hidup memerlukan laba. Memang secara teoritis harga bisa
berkembang tanpa batas.
Menurut Machfoedz (2005: 139) “Tujuan
penetapan harga meliputi (1). Orientasi laba: mencapai target baru, dan
meningkatkan laba; (2) Orientasi penjualan: meningkatkan volume penjualan, dan
mempertahankan atau mengembangkan pangsa pasar.”
Kemudian menurut Tjiptono (2002) tujuan
penetapan harga adalah :
- Berorientasi laba yaitu bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi.
- Berorientasi pada volume yaitu penetapan harga berorientasi pada volume tertentu.
- Berorientasi pada citra (image) yaitu bahwa image perusahaan dapat dibentuk melalui harga.
- Stabilisasi harga yaitu penetapan harga yang bertujuan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga perusahaan dengan harga pemimpin pasar (market leader).
- Tujuan lainnya yaitu menetapkan harga dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas konsumen, mendukung penjualan ulang atau menghindari campur tangan pemerintah
Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat.
Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap
jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran:
- Harga barang itu sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan,
maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika harga
barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan
turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00,
maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.
- Harga barang pengganti
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan
meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan
beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya
lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang
penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.
- Biaya produksi
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam
proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji
pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya
produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya
produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini
disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi
turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian penawaran
juga akan meningkat.
- Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar
kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan
memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan
menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan
memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya
untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan
Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan
menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya
produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu
Rp7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir
lebih banyak.
Pajak yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu
produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang
tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga
penawaran juga akan berkurang.
- Perkiraan harga di masa depan
Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar
kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa
naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan
jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi,
harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap.
Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut
tidak laku.
PENGARUH
BUKAN-HARGA TERHADAP PENAWARAN
Û Hrga
barang lain
Dalam
teori perminntaan, barang barang ada yang saling bersaing (barang-barang
pengganti) satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang barang
seperti itu dapat menimbulkan pengaruh yang penting kepada penwaran suatu
barang.
Contoh
:
Oleh
kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang diiimporbertambah mahal harganya.beberapa
konsumen buku tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam
negeri dan menaikan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan
memberi dorongan kepada produsen dala negeri untuk menaikan produksi dan
penawaran buku tulis.
Û Biaya
untuk memperoleh faktor produksi
Pembayaran
kepada faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam
proses produksi berbagai perusahaan. Pengeluaran tersebut mempunyai peranan
yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan
produktivitasdan efisiensi, kenaikan harga faktor-faktor produksi akan menaikan
harga produksi. Di beberapa perusahaan kenaikan pengeluaran untuk memperoleh
faktor-faktor produksi akan menyebabkan biayaproduksi melebihi hasil
penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ni dapatt menimbulkan penutupan
usaha tersebut dan jumlah penawaran barang menjadi berkurang.di perusahaan
lainnya, kenaikan harga faktor-faktor produksi mengurangi keuntungan mereka.
Kalau tinggat keuntungan usaha tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke usaha
lain. Juga tindakan ini dapat megurangi penawaran dalam sesuatu kegiatan
ekonomi tertentu.
Û Tujuan
perusahaan
Dalam
teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha mamaksimumkan keuntungan.
Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas
memproduksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat
kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Dalam prakteknya
perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Tujuan yang
berbeda-beda itu menimbulkan efek yag berbeda terhadap penentuan tingkat produksi.
Dengan demikian penawaran suatu barang akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi
perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
Û Tingkat
teknologi
Kenaikan
produksi dan perkembangan ekonomi yang pesat di berbagai negara erutama
disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi
telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi
mutu barang dan meciptakan barang- barang yang baru.
Dalam
hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2
efek :
°
Produksi dapat ditambah dengan lebih
cepat
°
Biaya produksi semakin murah
Dengan
demikian keuntungan menjadi bertambah lagi dan kemajuan teknologi cenderung
menimbulkan kenaikan penawaran.
Terdapatnya permintaan belum merupakan syarat yang cukup
untuk mewujudkan transaksi dalam pasar. Permintaan yang wujud hanya dapat
dipenuhi apabila para penjual dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan
tersebut. Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai
tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang terpenting adalah:
- Harga barang itu sendiri
- Harga barang-barang lain
- Biaya produksi
- Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut
- Tingkat teknologi yang digunakan
Dalam menganalisis mengenai permintaan telah dinyatakan
bahwa adalah tidak mungkin untuk membicarakan secara sekaligus bagaimana
permintaan dipengaruhi oleh perubahan daripada berbagai faktor yang
menentukannya. Kita haruslah menganalisis secara satu demi satu setiap faktor
yang mempengaruhinya. Dalam menganalisis mengenai penawaran, cara seperti itu
juga perlu dilakukan. Dengan memisalkan faktor-faktor lain tidak berubah
atau cateris paribus maka terlebih dahulu akan diperhatikan
pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan penjual.
Harga sesuatu barang selalu dipandang sebagai faktor yang
sangat penting dalam menentukan penawaran barang tersebut. Oleh sebab itu teori
penawaran terutama menumpukan perhatiannya kepada hubungan di antara tingkat
harga dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Hukum
penawaran mengatakan bahwa jumlah barang yang ditawarkan akan selalu berbanding
lurus dengan harganya artinya jika harga barang naik, maka jumlah barang yang
ditawarkan bertambah, sebaliknya jika harga turun, maka jumlah barang yang
ditawarkan berkurang. Dalam hukum penawaran juga berlaku
kondisi ceteris paribus.
Dari hukum penawaran sangat jelas bahwa
harga dan jumlah penawaran bekorelasi positif jadi barang dan jasa yang
ditwarkan pada suatu waktu tertentu akan sangat tergantung pada tingkat
harganya. Pada kondisi dimana factor – factor lain tidak berubah. Jika barang
dan jasa naik maka penjual cendrung menjual barang dan jasa dalam jumlah yang
lebih banyak. Sebalknya, jika barang dan
jasanya turun makan penjual cenderung menurunkan jumlah barang barang dan jasa
yang dtawarkanya.
Harga keseimbangan atau harga
ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada
titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Jika keseimbangan ini
telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi
patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga
terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli.
Merupakan
grafik yang mengilustrasikan berapa banyak produk yang akan ditawarkan
oleh produsen pada tingkat harga tertentu. Kurva penawaran membentuk slope
positif dari kiri bawah ke kanan atas.
Mengapa
Kurva Penawaran membentuk Slope Positif???
Kurva
penawaran membentuk slope positif karena sesuai dengan Hukum Penawaran
yaitu bahwa harga produk berbanding lurus dengan jumlah produk yang akan
ditawarkan produsen. Sebagaimana terlihat dalam tabel penawaran di atas, ketika
harga es krim naik, jumlah es krim yang akan ditawarkan produsen juga naik.
Apabila
tabel penawaran tersebut digambarkan dalam sebuah kurva, maka akan membentuk
kurva penawaran sebagai berikut:
Kondisi-kondisi tersebut berlaku dengan
syarat “Cateris Paribus” atau apabila kondisi hal-hal yang lain tetap sama (all other things being equal)
Fungsi
penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan harga barang di pasar
dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Fungsi penawaran digunakan
oleh produsen untuk menganalisa kemungkinan2 banyak barang yang akan
diproduksi. Menurut hukum penawaran bila harga barang naik, dengan asumsi
cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap), maka jumlah barang yang
ditawarkan akan naik, dan sebaliknya apabila harga barang menurun jumlah barang
yang ditawarkan juga menurun. jadi dalam fungsi penawaran antara harga barang
dan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan posifit, karenanya gradien
(b) dari fungsi penawaran selalu positif.
Bentuk
umum dari fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut:
Qs
= a + bPs
dimana
:
a
dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif
b
= ∆Qs/ ∆Ps
Ps
= adalah harga barang per unit yang ditawarkan
Qs
= adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan
Ps≥
0, Qs≥ 0, serta dPs/ dQs > 0
Pada
saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak
100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual
Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi
penawarannya ?
Jawab
:
dari
soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1
= 3.000 Q1 = 100 buah
P2
= 4.000 Q2 = 200 buah
Langkah
selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
P
- P1 Q - Q1
--------
= ---------
P2
- P1 Q2 - Q1
P - 3.000 Q - 100
--------------
= -------------
4.000
- 3.000 200 - 100
P - 3.000 Q - 100
--------------
= -------------
1.000
100
(P
- 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
100P
- 300.000 = 1.000Q - 100.000
1.000Q
= -300.000 + 100.000 + 100P
1.000Q
= -200.000 + 100P
Q
= 1/1000 (-200.000 + 100P )
Q
= -200 + 0.1P
============
Jadi
dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd
Pergeseran Kurva Penawaran
Bentuk kurva penawaran dapat
bergeser ke kanan jika jumlah barang yang diproduksi melimpah karena kemajuan
teknologi atau karena laba yang diinginkan. Sebaliknya kurva penawaran bergeser
ke kiri jika jumlah produksinya menurun, seperti ditunjukkan dalam gambar di
bawah.
Pergeseran
Kurva Penawaran
Notasi S1 adalah kurva penawaran
awal, sebelum terjadi penambahan produksi, S1 adalah kurva penawaran setelah
terjadi penurunan produksi, dan S2 merupakan kurva penawaran ketika terjadi
peningkatan jumlah produksi.
Notasi Q0 adalah jumlah
penawaran sebelum terjadi perubahan jumlah produksi, Q1 adalah jumlah barang
yang ditawarkan setelah terjadi penurunan produksi, dan Q2 adalah jumlah
penawaran barang setelah terjadi peningkatan produksi.
Pada penawaran awal, harga
barang di pasar adalah Rp 6.000 per unit, dan jumlah barang yang ditawarkan
oleh produsen adalah sebesar Q0 yaitu 80 unit. Ketika terjadi penurunan
produksi, maka kurva penawaran bergesar ke arah kiri dengan jumlah barang yang
dapat ditawarkan berkurang dari Q0 sebesar 80 unit menjadi Q1 sebesar 60 unit
dengan harga di pasar tetap pada Rp 6.000 per unit.
Sedangkan ketika terjadi
peningkatan produksi, kurva penawaran bergeser ke sebelah kanan, dengan jumlah
barang yang dapat ditawarkan oleh produsen meningkat dari semula Q0 sebesar 80
unit menjadi Q2 sebesar 100 unit, sedangkan harga barang di pasar tetap pada Rp
6.000 per unit.
DAFTAR PUSTAKA.
Mankiw.N
Gregory.2002.PRINCIPLES OF ECONOMICS.Jakarta:salembaempat.





0 komentar:
Posting Komentar