Minggu, 26 Juni 2016

materi pengantar bisnis (ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN)


 


A.       Tingkatan-Tingkatan Manajemen.
Manajemen adalah suatu proses dari fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan juga pengendalian. Sedangkan manajer adalah orang yang menjalankan fungsi-fungsi manajemen tersebut.

Para karyawan yang bertanggung jawab dalam mengelola karyawan atau sumber daya yang lain akan bertindak selaku manajer meskipun jabatan resmi mereka berbeda. Fungi manajer akan berbeda-beda sesuai dengan masing-masing tingkatannya dalam perusahaan :
1.    Manajemen Puncak
Manajemen yang berkonsentrasi pada tujuan-tujuan jangka panjang perusahaan seperti dalam jangka waktu lima atau tiga tahun. Meliputi jabatan-jabatan seperti misalnya presiden, direktur utama, direktur keuangan dan wakil presiden .

2.    Manajemen Tingkat Menengah
Manajemen yang bertanggung jawab atas keputusan-keputusan jangka pendek dan jangka menengah. Manajemen tingkat menengah bertugas memecahkan masalah dan mencari metode-metode baru untuk menigkatkan kinerja. Meliputi posisi-posisi seperti misalnya manejer regional dan kepala bagian.

3.    Manajemen Supervisor
Manajemen yang sangat terlibat dengan para karyawan yang melakukan proses produksi sehari-hari. Para supervaisor berhubungan dengan masalah-masalah  seperti contohnya absensi kerja  dan keluhan-keluhan pelanggan. Meliputi posisi-posisi  seperti manajer akun dan manajer kantor
                              Perbandingan tanggung jawab diantara manajemen
Manajemen Puncak
1.         Membuat pabrik baru untuk memperluas produksi dan meningkatkan penjualan.
2.         Mengkomunikasikan rencana-rencana tersebut kepada seluruh manajer.
Manajemen puncak dan Manajemen Menengah
1.         Menentukan berapa karyawan baru yang direkrut.
2.         Menentukan bagaimana dapat mengenakan harga yang lebih rendah untuk meningkatkan penjualan.
3.         Menentukan bagaimana cara meningkatkan iklan guna meningkatkan penjualan.
4.         Menentukan bagaimana mendapatkan dana untuk mendanai ekpansi.
Manajer  Supervisor
1.         Melakukan pembagian tugas kepada karyawan-karyawan baru yang direkrut.
2.         Menentukan jadwal waktu bagi para karyawan baru yang direkrut
B.       Fungsi-Fungsi Seorang Manajer
Fungsi manajer dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
1.    Perencanaan
Fungsi perencanaan mencerminkan persiapan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghadapi kondisi-kondisi bisnis dimasa mendatang. Biasanya sebagai langkah awal sebuah perusahaan akan membuat sebuah misi yang berisikan tentang uraian tujuan yang akan dicapi perusahaan di waktu yang akan datang.

Setelah kita membuat sebuah misi maka kita harus membuat sebuah rencana yang strategis yang akan menjadi fokus bisnis utama perusahaan untuk periode jangka panjang. Sebagai contoh jika misi sebuah perusahaan menghasilakan sebuah android yang baru dan fitur kualitas tinggi maka rencana strategis perusahaan adalah jenis produk yang akan di produksi dan bagaimana cara menjualnya.

Selanjutnya adalah perencanaan taktis. Manajer puncak dan manajer tingkat menengah juga terlibat dalam perencanaan taktis atau rencana-rencana skala kecil  yang konsisten dengan penerapan aspek-aspek dari rencana strategi perusahaan. Perencanaan taktis biasanya berfokus pada rencana jangka pendek ( tahun depan ). Untuk mengembangkan rencana taktis mereka biasanya perusahaan akan meneliti masalah perekonomian, permintaan akan produk, tingkat persaingan dengan perusahaan yang memproduksi produk yang sama dan perubahan-perubahan teknologi.

Berikutnya adalah perencanaan operasional, Perencanaan ini akan menentukan metode-metode yang akan digunakan dalam waktu dekat nanti untuk mencapai rencana-rencana taktis misalnya rencana taktis perusahaan untuk meningkatkan penjualan maka rencana operasional dapat menyebutkan bagaimana cara untuk perusahaan meningkatkan penjualan.

Perencanaan kontinjensi, Beberapa rencana perusahaan mungkin tidak dapat difinalisasikan sampai kondisi-kondisi bisnis tertentu terpenuhi. Karena alasan ini perusahaan akan menggunakan perencanaan kontinjensi yaitu perusahaan membuat rencana-rencana alternatife untuk berbagi kemungkinan kondisi bisnis yang terjadi 

1.    Pengorganisasian
Fungsi pengorganisasian meliputi organisasi karyawan dan sumber daya- sumber daya lainnya melalui cara yang konsisten dengan tujuan perusahaan. Setelah tujuan perusahaan dibuat dari fungsi perencanaan sumber daya akan diperoleh dan dikelola untuk mencapai tujuan tersebut.

2.    Kepemimpinan
Fungsi kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kebiasaan-kebiasaan orang lain demi mencapai tujuan-tujaun bersama. Proses ini dapat meliputi komunikasi mengenai pekerjaan yang diberikan kepada karyawan dan kemungkinan metode-metode yang dapat dilakukan untuk menyelasaikan penugasan-penugasan tersebut.Fungsi kepmimpinan tidak hanya berhubungan dengan intruksi mengenai bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan namun juga insentif dalam menyelasaikan pekerjaan dengan baik dan benar.

3.    Pengendalian
Fungsi pengendalian melibatkan pengawasan dan evaluasi pekerjaan. Untuk mengevaluasi pekerjaan manajer sebaiknya mengukur kinerja sebagai pembanding antara standard dan ekspektasi yang telah ditentukan. Jadi fungsi pengendalian akan menilai apakah rencana yang dibuat dalam fungsi perencanaan telah tercapai. Fungsi pengendalian memungkinkan dilakukannya evaluasi secara kontinu sehingga perusahaan dapat memastikan bahwa ia telah mengikuti arah yang diinginkan untuk mencapai rencana strategisnya.

C.       Keahlian Manajerial
Untuk dapat bekerja dengan baik para manajer mengandalkan empat jenis keahlian :
1.      Keahlian Konseptual
Keahlian konseptual disebut juga dengan keahlian analitis yaitu kemampuan untuk memahami hubungan yang terdapat di antara berbagai pekerjaan dalam sebuah perusahaan.
2.      Kealian Interpersonal
Hampir seluruh manajer melakukan pekerjaan yang membutuhkan kealian interpersonal yang baik yang disebut juga sebagai keahlian berkomunikasi yaitu kealian yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan karyawan.
3.      Keahlian teknis
Manajer membutuhkan keahlian teknis untuk memahami jenis-jenis pekerjaan yang mereka kelola. Manajer yang lebih dekat dengan proses produksi akan lebih sering menggunakan kealian teknis dari pada manajer yang tingkatnya lebih tinggi.


4.      Keahlian Pengambilan Keputusan
Manajer membutuhkan keahlian dalam mengambil keputusan sehingga mereka dapat menggunakan informasi yang ada untuk menentukan bagaimana sumber daya perusahaan dialokasikan
 

D.       Metode Manajer Mengelola Waktu
Dibawah ini adalah beberapa panduan penting dari manajemaen waktu yang lebih efektif :
1.      Menyusun prioritas dengan tepat
Hal ini dilakukan untuk menempatkan atau memposisikan fokus  pada suatu tanggung jawab pekerjaan yang lebih penting dan di utamakan.
2.      Menjadwalkan interval waktu yang lebih panjang untuk pekerjaan-pekerjaan penting.
Ini bertujuan agar manajer dapat memusatkan seluruh perhatian pada pekerjaan penting tersebut hingga selesai.
3.      Meminimalisasi gangguan
Agar pekerjaan dapat selesai dalam waktu yang sepat dan tepat para manajer harus memperkecil terjadinya gangguan yang ada.


4.      Membuat Tujuan jangka pendek
Hal ini dilakukan untuk dapat menyelesaikan proyek-proyek jangka panjang secara bertahap dan sebaiknya para manajer membuat sasaran jangka pendek agar mereka dapat menyelasiakan pekerjaan penting dalam waktu yang bertahap.
5.      Mendelegasikan sebagian pekerjaan kepada karyawan.
Para manajer dapat membagi tanggung jawab sebuah pekerjaan kepada karyawan.



 


E.       Tujuan, Jenis dan Struktur Organisasi
Organisasi adalah kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri. Sedangkan struktur organisasi adalah pola spesifikasi pekerjaan yang harus diselesaikan di dalam suatau organisasi dan cara-cara mengaitkan pekerjaan tersebut antara satu sama lainnya.

Setiap perusahaan sebaiknya memiliki rencana yang strategis yang akan mengidentifikasi arah bisnis di masa mendatang Tanggung jawab para manajer perusahaan sebaiknya di organisasikan. untuk mencapai rencana strategis tersebut. Struktur organisasi mempengaruhi bagaimana perusahaan menghasilkan produknya sehingga pada akhirnya mempengaruhi nilai perusahaan.

Jadi sebuah struktur organisasi yang baik itu adalah sebuah struktur organisasi yang memungkinkan perusahaan memanfaatkan karyawan-karyawannya secara efisien yang kemudian memungkinkan perusahaan memproduksi barang atau jasa dengan biaya yang relative rendah.
Struktur organisasi dapat bervariasi diantara bermacam perusahaan diantaranya :
1.    Struktur Organisasi Rentang kendali
Manajemen puncak akan menentukan rentang kendali perusahaan atau jumlah karyawan yang dipimpin oleh masing-masing manajer. Ketika suatu struktur organisasi dirancanag sedemikian rupa dimana setiap manajer hanya memimpin beberapa karyawan saja maka dia akan memiliki rentang kendalai yang sempit, dan sebaliknya jika struktur organisasi tersebut dirancang dimana setiap manajer memimpin banyak karyawan maka ia akan memiliki rentang kendali yang luas.


2.    Struktur Organisasi Menurut Ketinggian Organisasional
Struktur organisasi juga dapat diurutkan dar ketinggiannya. Suatu struktur organisasi yang dikatakan tinggi memiliki arti bahwa didalam struktur tersebut terdapat banyak lapisan dari bawah struktur hingga kepuncaknya. Dan sebaliknya struktur organisasi yang pendek atau rata menunjukkan bahwa tidak terdapat banyak jarak dari bagian bawah struktur sampai kepuncaknya karena memang tidak terdapa banyak lapisan karyawan diantara bagian bawah dan atas.
3.    Struktur Organisasi dengan Penggunaan posisi lini versus posisi staf
Posisi lini diciptakan untuk melakukan pengambilan keputusan yang akan mencapai tujuan bisnis yang spesifik. Sedangkan posisi staf diciptakan untuk mendukung usaha-usaha posisi lini dan bukan untuk mencapai tujuan perusahaan yang spesifik.
F. Akuntabilitas dalam Suatu Struktur Organisasi
Salah satu tugas penting dari seorang manajer perusahaan adalah mengevaluasi karyawan dan membuat mereka bertanggung jawab dalam memenuhi tanggung jawab mereka.Manajer tingkat atas di perusahaan termasuk CEO dan Presiden dianggap bertanggung jawab atas kinerja perusahaan secara umum

Manajer-manajer tingkat atas ini juga membuat banyak pengambilan keputusan penting yang berhubungan dengan lini produksi, proses produksi, system kompensasi , pemasaran dan pendanaan perusahaan.

Agar perusahaan berhasil mencapai akuntabilitas dalam struktur organisasi maka diperlukan peranan-peranan di bawah ini :
1.      Peranan Dewan Direksi
Setiap perusahaan memliki dewan direksi atau sekumpulan eksekutif yang bertanggung jawab dalam pengawasan aktivitas presiden dan manajer tingkat atas perusahaan. Dewan direksi juga bertanggung jawab untuk mensupervisi bisnis dan kegiatan perusahaan  dan juga memastikan bahwa bisnis telah dikelola dengan maksud untuk melayani para pemegang saham.
Dewan direksi juga mengatasi atau bertindak apabila terjadi konflik kepentingan dalam dewan. Pada beberapa perusahaan terdapat suatu komite-komite Dewan berikut ini adalah beberapa komite-komite yang bisa dibentuk perusahaan :

a)        Komite konpensasi
Meninjau gaji dan rumusan kompensasi yang berlaku bagi manajer tingkat atas sekalaigus CEO.
b)        Komite Nominasi
Meninjau apakah para anggota dewan telah memiliki pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan.
c)        Komite Audit
Mengawasi perekrutan dan pekerjaan para auditor eksternal yang mengaudit laporan keuangan perusahaan.
2.      Pengawasan Auditor Internal
Salah satu cara lain untuk mencapai akuntabilitas banyak perusahaan menggunakan auditor internal yang bertanggung jawab memastikan bahwa semua department telah melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan panduan perusahaan
3.      Proses Pengendalian Internal
Proses pengendalian internal merupakan suatu system yang akan menghasilkan pelaporan informasi keuangan yang akurat serta tepat waktu dan menerapkan pengendalian atas informasi tersebut. Jadi dengan system tersebut memungkinkan sebuah manajer perusahaan dapat dengan lebih mudah mengawasi kondisi keuangan perusahaan.

G.       Mendistribusikan Wewenang di antara Posisi-Posisi Jabatan
Pendistribusian wewenang sering kali dinyatakan apakah perusahaan tersebut merupakan perusahaan :
1.    Sentralisasi
Suatu perusahaan yang sebagian wewenang berada ditangan manajer-manajer tingkat atas. Sedangkan manajer tingkat menengah dan supervaisor bertanggung jawab atas tugas sehari-hari dan memberikan laporan kepada manajer puncak tetapi mereka tidak diperkenankan untuk banyak mengambil keputusan.
2.    Desentralisasi
Suatu perusahaan yang wewenang disebar diantara beberapa divisi atau manajer. Dimana divisi-divisi diizinkan untuk melekukan pengambialn keputusan sendiri dan bertindak secara independen
Keutungan desentralisasi :
ü  Dapat meningkatkan kinerja perusahaan
ü  Dapat memperpendek proses pengambilan keputusan
ü  Pendelegasian wewenang dapat meningkatkan moral karyawan
Kerugian desentralisasi :
ü  Memaksa manajer untuk mengambil keputusan penting meskipun mereka kurang memiliki pengalaman .
ü  Jika manajer tingat menengah dan supervisor  mendapat tanggung jawab lebih mereka mngkin tidak dapat menyelesaikan tugas mereka.

H.       Struktur yang memungkinkan Lebih Banyak Masukan Karyawan
Perusahaan pada umumnya mengandalkan masukan para karyawan dari berbagai divisi untuk situasi-situasi khusus. Perusahaan Dapat memperoleh masukan dari karyawan dengan menggunakan metode-metode sebgai berikut :
1.    Organisasi Martiks
Dalam suatu organisasi Martiks beberapa bagian perusahaan akan saling berinteraksi untuk memusatkan perhatian pada proyek-proyek tertentu. Sebagai contoh sebuah perusahaan yang berencana untuk memasang sistem komputer baru mungkin membutuhkan masukan dari setiap divisi atas fungsi-fungsi tertentu yang dibutuhkan oleh divisi tersebut dari system

Keuntungan dari Organisasi martiks ini adalah dapat menyatukan para karyawan yang akan memberikan beberapa masukan dari berbagai sudut pandang. Sedangkan kerugian nya adalah para karyawan tidak ada yang merasa bertanggung jawab karena tanggung jawab tersebut dibebankan kepada tim yang terdiri atas beberapa orang karyawan.

2.    Intrapreneurship
Intrapreneurship merupakan suatu proses dimana karyawan-karyawan sebuah perusahaan dapat ditugaskan untuk menciptakan ide-ide baru dan menganggap jika mereka sendiri adalah pengusaha yang menjalankan peusahaan mereka sendiri.

3.    Struktur Organisasi Informal
Struktur Organisasi Informal adalah jaringan komunikasi informal yang terdapat diantara karyawan perusahaan. Jaringan ini terbentuk karena adanya komunikasi dan interaksi dintara para karyawan. Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah para karyawan dapat saling bekerjasama antara satu sama lain dan dapat saling membantu antara satu sama lain.

I.       Metode-Metode Departementalisasi Pekerjaan
Mendepartementalisasi artinya memberikan pekerjaan dan tanggung jawab ke beberapa department yang berbeda. Cara terbaik dalam melakukan departementalisasi akan bergantung pada karakteristik bisnis perusahaan.
Berikut ini adalah 4 metode departementalisasi yang cukup popular adalah :
1.    Departementalisasi menurut fungsi
Ketika perusahaan melakukan departementalisasi menurut fungsi perusahaan akan mengalokasikan pekerjaan dan tanggung jawab menurut fungsi-fungsi karyawan.

2.    Departementalisasi menurut produk
Pada perusahaan yang lebih besar dengan memiliki banyak produk, departementalisasi menurut produk adalah suatu hal yang biasa dilakukan . Pekerjaan dan tanggug jawab dipisahkan menurut jenis produk yang dihasilkan.

3.    Departementalisasi menurut lokasi
Pekerjaan dan tanggung jawab juga dapat didepartementalisasi menurut lokasi melalui pendirian kantor-kantor daerah yang meliputi wilayah-wilayah geografis tertentu. Ketika sebuah perusahaan melakukan departementalisasi menurut lokasi perusahaan tersebut akan dapat lebih mudah memperkirakan pengeluaran yang terjadi di masing-masing lokasi.

4.    Departementalisasi menurut pelanggan
Dimana pekerjaan dipisahkan menurut jenis pelanggan yang membeli produk perusahaan Beberapa perusahaan membuat divisi-divisi yang terpisah berdasarkan jenis pelanggannya. Sebagai contoh penjualan komputer kepada lembaga-lembaga pendidikan.
 


0 komentar:

Posting Komentar