ETIKA KOMUNIKASI
TUGAS KOMUNIKASI BISNIS
YUSWINDA
JASRIL
KELAS
XI PSR.A
SMK
N 4 PADANG
2016
ETIKA
KOMUNIKASI
A. PENGERTIAN
KOMUNIKASI BISNIS.
Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy
yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun
masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang
mendatangkan keuntungan.
Komunikasi bisnis
adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan
tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol - simbol
atau sinyal.
B. PENGERTIAN
ETIKA DAN ETIKA KOMUNIKASI.
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti
"timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana
cabang utama filsafat yang mempelajari nilai
atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.
Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Istilah etika berasal dari kata ethikus (latin) dan
dalam bahasa Yunani disebut ethicos yang berarti kebiasaan norma-norma,
nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran baik dan buruk tingkah laku
manusia.
Jadi, etika
komunikasi adalah norma, nilai, atau ukuran tingkah laku baik dalam
kegiatan komunikasi di suatu masyarakat.
Istilah etiket,
berasal dari kata etiquette (Perancis), yang berarti kartu undangan, yang
biasa digunakan oleh raja-raja Perancis ketika menyelenggarakan pesta. Dalam
perkembangan selanjutnya istilah etiket tidak lagi berarti kartu undangan.
Etiket artinya lebih menitikberatkan pada cara-cara berbicara yang sopan, cara
berpakaian, cara duduk, cara menerima tamu di rumah/di kantor dan sopan santun
lainnya. Etiket ini sering disebut pula tata krama. Maksudnya kebiasaan
sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan setempat. Tata mempunyai
arti adat, aturan, norma, peraturan, sedangkan krama berarti
tindakan, perbuatan. Dengan demikian tata krama berarti sopan santun,
kebiasaan sopan santun atau tata sopan santun. Kesadaran manusia mengenai baik
buruk disebut kesadaran etis atau kesadaran moral.
Etiket merupakan sejumlah peraturan
kesopanan yang tidak tertulis, namun harus diketahui, diperhatikan dan ditaati
dalam kehidupan bermasyarakat. Etiket juga berisi sejumlah aturan yang lama
mengenai tingkah laku perorangan dalam masyarakat beradab berupa tata cara
formal atau tata krama lahiriah untuk mengatur hubungan antar pribadi sesuai
dengan status sosialnya.
Menurut Kamus Bahasa
Indonesia ETIK yaitu Kumpulan asas
atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau
masyarakat.
KODE ETIK adalah suatu sistem norma,
nilai & juga aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa
yang benar & baik & apa yang tidak benar & tidak baik bagi
profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa saja yang benar / salah,
perbuatan apa yang harus dilakukan & perbuatan apa yang harus dihindari.
Atau secara singkatnya definisi kode etik yaitu suatu pola aturan, tata cara,
tanda, pedoman etis ketika melakukan suatu kegiatan / suatu pekerjaan. Kode
etik merupakan pola aturan / tata cara sebagai pedoman berperilaku.
Pengertian kode etik yang lainnya
yaitu, merupakan suatu bentuk aturan yang tertulis, yang secara sistematik
dengan sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada & ketika dibutuhkan
dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi berbagai macam tindakan yang
secara umum dinilai menyimpang dari kode etik tersebut.
Tujuan kode etik yaitu supaya
profesional memberikan jasa yang sebaik-baiknya kepada para pemakai atau para
nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan dari yang tidak
profesional. Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik merupakan ketaatan
yang naluriah, yang telah bersatu dengan pikiran, jiwa serta perilaku tenaga
profesional. Jadi ketaatan tersebut terbentuk dari masing-masing orang bukan
karena suatu paksaan. Dengan demikian tenaga profesional merasa jika dia
melanggar kode etiknya sendiri maka profesinya akan rusak & yang rugi dia
sendiri.
Estetika adalah hal yang
mengutamakan tentang keindahan. keindahan itu dapat diwujudkan dalam niat,
keindahan dalam proses dan keindahan dalam hasil. Akhlak secara
terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan
secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan
yang baik.
Pengerian
moral dalam kamus psikologi (Chaplin, 2006):
Dituliskan bahwa moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial,
atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.
Pengertian
moral dalam Hurlock (Edisi ke-6, 1990) mengatakan
bahwa perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok
sosial. Moral sendiri berarti tata cara, kebiasaan, dan adat. Perilaku
moral dikendalikan konsep konsep moral atau peraturan perilaku yang telah
menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.
Pengertian
moral menurut Webster New word Dictionary (Wantah,
2005) bahwa moral adalah sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan
kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya tingkah laku.
Kemudian
beberapa pengertian moral lainnya seperti pengertian moral oleh Dian Ibung
bahwa moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan
mengatur tingkah laku seseorang. Maria Assumpta menambahkan bahwa pengertian
moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan
perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia. Hal ini mirip bila
dikatakan bahwa orang yang bermoral atau dikatakan memiliki moral adalah
manusia yang memanusiakan orang lain. Jadi moral adalah “Moral adalah
suatu keyakinan tentang benar salah, baik dan buruk, yang sesuai dengan
kesepakatan sosial, yang mendasari tindakan ataupun pemikiran”.
C. PROSES
KOMUNIKASI.
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen
dasar sebagai berikut :
Pengirim pesan,
penerima pesan dan pesan
Semua fungsi manajer melibatkan proses komunikasi.
Proses komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini :
Diagram Proses Komunikasi
1.
Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang
mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan
harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan
yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau
diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan
dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara
baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa :
a.
Informasi
b.
Ajakan
c.
Rencana kerja
d.
Pertanyaan dan sebagainya
2.
Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat
kode atau simbol sehingga pesannya dapat
dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan
dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian
muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk,
mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.
3.
Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan
seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya.
Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan,
jumlah penerima pesan, situasi dsb.
4.
Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima
melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima
pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut,
sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.
5.
Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat
memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk
code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh
pengirim
6.
Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan
yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun
nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya
terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim
pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar
dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang
bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya
merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut
dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang
lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku
maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku
penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya.
Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan
pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan
diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
7.
Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan
tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap
situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal
yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima
salah menafsirkan pesan yang diterimanya.
D. UNSUR
KOMUNIKASI.
Komunikasi antar manusia hanya bisa
terjadi, jika ada seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain tujuan
tertentu, artinya komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung oleh adanya
sumber, pesan, media, penerima, dan efek . unsur-unsur ini bisa juga disebut
komponen atau elemen komunikasi.
1.
Sumber,
Semua peristiwa komunikasi akan
melinatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim ineormasi. Dalam komunikasi
antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam
bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber sering disebut
pengirim, komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender,
atau encoder.
2 .
Pesan,
Pesan yang dimaksud dalam proses
komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan
dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi. Isinya
bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau propaganda.
Dalam bahasa inggris pesan biasanya diterjemahkan dengan kata massage, content
atau informasi (Hafied Cangara, 2008;22-24).
3.
Media,
Media adalah alat sarana yang digunakan
untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar
psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antarmanusia, media yang paling dominan
dalam berkomunikasi adalah pancaindra manusia seperti mata dan teliga.
Pesan-pesan yang diterima pancaindra
selanjutnya diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan
sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan. Akan tetapi,
media yang dimaksud dalam buku ini, ialah media yang digolongan atas empat
macam, yakni: Media antarpribadi, untuk hubungan perorang (antarpribadi)
media yang tepat digunakan ialah kurir /utusan, surat, dan telpon.
Media kelompok,
Dalam aktivitasa komunikasi yang melibatkan khlayak lebih dari 15 orang,
maka media komunikasi yang banyak digunakan adalah media kelompok, misalnya,
rapat, seminar, dan konperensi. Rapat biasanya digunakan untuk membicarakan
hal-hal penting yang dihadapi oleh suatu organisasi. Seminar adalah media
komunikasi kelompok yang biasa dihadiri 150 orang. Konferensi adalah media
komunikasi yang dihadiri oleh anggota dan pengurus dari organisasi tertentu.
Ada juga orang dari luar organisasi, tapi biasanya dalam status peninjau.
Media publik, kalau
khalayak lebih dari 200-an orang, maka media komunikasi yang digunakan biasanya
disebut media publik. Misalnya rapat akbar, rapat raksasa dan semacamnya.
Media massa,
jika khalayak tersebar tanpa diketahui di mana mereka berada, maka biasanya
digunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian
pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat
komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan televisi (Hafied
Cangara, 2008;123-126).
4.
Penerima,
Penerima adalah pihak yang menjadi
sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri satu orang
atau lebih, bisa dalam bentuk kelempok, partai atau negara. Penerima biasa
disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan,
atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver.
Dalam proses komunikasi telah dipahami
bahwa keberadaan penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak adanya
penerima jika tidak ada sumber. Penerima adalah elemen penting dalam proses
komunikasi, karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu
pesan tidak diterima oleh penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah
yang sering kali menuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan, atau saluran.
5.
Pengaruh atau efek,
Pengaruh atau efek adalah perbedaan
antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan
sesudah menerima pesan. Pengaruh ini biisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan
tingkah laku seseorang. Oleh karena itu, pengaruh bisa juga diartikan perubahan
atau pengetahuan, sikap, dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan
(Hafied Cangara, 2008;22-27).
E.
BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI.
1. Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi
intrapersonal merupakan komunikasi intrapribadi yang artinya komunikasi yang
dilakukan kepada diri sendiri. Proses komunikasi ini terjadi dimulai dari
kegiatan menerima pesan/informasi, mengolah dan menyimpan, juga menghasilkan
kembali.
Contoh kegiatan yang dilakukan pada
komunikasi interpersonal adalah berdoa, bersyukur, tafakkur, berimajinasi
secara kreatif dan lain sebagainya.
2. Komunikasi Interpersonal
Komunikasi
interpersonal adalah komunikasi antarpribadi. Komunikasi ini juga dapat
diartikan sebagai proses pertukaran makna dari orang yang saling berkomunikasi
antara satu individu dengan individu lainnya. Suatu komunikasi interpersonal
dapat terjadi apabila memenuhi kriteria berikut:
- Melibatkan perilaku verbal dan nonverbal
- Adanya umpan balik pribadi
- Terjadi hubungan/interaksi yang berkesinambungan
- Bersifat saling persuasif
3. Komunikasi Kelompok
Komunikasi
kelompok dapat diartikan sebagai tatap muka dari tiga atau lebih individu guna
memperoleh maksud dan tujuan yang dikehendaki. Seperti berbagi informasi,
pemeliharaan diri atau pemecahan masalah. Komunikasi kelompok merupakan
komunikasi yang dillakkan oleh beberapa orang lain atau sekelompok orang.
Contoh
komunikasi kelompok antara lain kuliah, rapat, briefing, seminar, workshop dan
lain-lain. Dalam komunikasi kelompok, setiap individu yang terlibat dalam
kelompok masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam
kelompok tersebut. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan
seluruh anggota kelompok dan bukan bersifat pribadi.
4. Komunikasi Organisasi
Komunikasi
organisasi adalah komunikasi antarmanusia yang terjadi dalam hubungan
organisasi. Komunikasi organisasi merupakan proses komunikasi yang berlangsung
secara formal maupun nonformal dalam sebuah sistem yang disebut organisasi.
Komunikasi
organisasi sering dijadikan sebagai objek studi sendiri karena luasnya ruang
lingkup komunikasi tersebut. Pada umumnya komunikasi organisasi membahas
tentang struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi
dan proses pengorganisasian, serta budaya organisasi.
5. Komunikasi Massa
Komunikasi
massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam
menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak,
bertempat tinggal yang jauh, sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu.
Jadi, Komunikasi massa sebagai pesan yang dikomunikasikan melalui media massa
pada sejumlah besar orang.
Ciri-ciri komunikasi massa adalah
sebagai berikut:
- Komunikator biasanya suatu lembaga media massa
- Hubungan antara komunikator dan pemirsa bukan bersifat pribadi
- Menggunakan media massa
- Mediumnya dapat digunakan oleh orang banyak
- Komunikan adalah massa, yang bersifat heterogen
- Penyebaran pesan serentak pada saat yang bersamaan
- Umpan balik bersifat tidak langsung
- Pesan yang disebarkan cendrung tidak langsung berpengaruh terhadap massa
Dari
ciri-ciri tersebut komunikasi massa dapat diartikan sebagai komunikasi yang
ditujukan kepada sejumlah besar khalayak yang tersebar, heterogen, melalui
media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara
serentak dan sesaat.
F.
MACAM-MACAM KOMUNIKASI.
1. Komunikasi
Menurut Cara Penyampaian.
Kiranya kita tidak perlu sulit untuk
mengenali cara-cara penyampaian informasi dalam komunikasi, karena pada
dasarnya kita telah melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.Menurut cara
penyapaian informasi dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi
Lisan.
Yang terjadi secara langsung dan tidak
dibatasi oleh jarak, dimana ke dua belah pihak dapat bertatap muka.
b. Komunikasi
Tertulis.
Yang dilaksanakan dalam bentuk surat dan
dipergunakan untuk menyampaikan yang beritanya singkat. Jelas tetapi dipandang
perlu untuk ditulis dengan maksud tertentu.Naskah, yang biasanya dipergunakan
untuk menyampaikan berita yang bersifat komplek Blangko-blangko, yang
dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar. Gambar dan foto,
Karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
Spanduk,
yang biasa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang banyak.
Dalam
berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbagkan maksud dan tujuan
komunikasi itu dilaksanakan. Dan perlu juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut
aman dan mudah dimengerti .
2. Komunikasi
Menurut Perilaku.
Komunikasi merupakan hasil belajar
manusia yang terjadi secara otomatis, sehingga dipengaruhi oleh perilaku maupun
posisi seseorang. Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi
Formal.
Komunikasi yang terjadi diantara anggota
organisasi atau perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam sruktur
organisasinya.
b. Komunikasi
Informal.
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu
organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi.
c. Komunikasi
Nonformal.
Komunikasi yang terjadi antara
komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang bertujuan
dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi. Maka telah diketahui bahwa
komunikasi formal, informal dan nonformal saling berhubungan, dimana komunikasi
nonformal merupakan jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi
informal yang dapat memperlancar penyelesaian tugas resmi.
3. Komunikasi Menurut Ruang Lingkup.
Ruang lingkup terjadinya komunikasi
merupakan batasan jenis komunikasi ono. Maka dalam komunikasi menurut ruang
lingkup dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Komunikasi
Internal.
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang
lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara
anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.
b. Komunikasi
Eksternal.
Komunikasi yang berlangsung antara
organisasi kepada pihak masyarakat yang ada di luar organissi atau perusahaan
tersebut.Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk :
Eksposisi,
pameran, promosi, publikasi, dan sebagainya. Komperensi pers Siaran televise,
radio, dan sebagainnya. Bakti social, pengabdian pada masyarakat, dan
sebagainnya. Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapatkan pengertian,
kepercayaan, bantuan dan kerjasamadengan masyarakat.
4. Komunikasi
Memurut Aliran Informasi.
Komunikasi
menurut aliran informasi dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Komunikasi
satu arah. Yaitu Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja.
b.
Komunikasi dua arah. yaitu Komunikasi yang bersifat timbale balik,
dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau
feedbeck kepada komunikatornya.
c.
Komunikasi ke atas. Yaitu Komunikasi
yang terjadi dari bawahan kepada atasan.
d.
Komunikasi ke bawah. Adalah Komunikasi
yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
e. Komunikasi
kesamping.Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan
sejajar.
Dengan
demikian arah informasi tersebut akan dianut sebagai bentuk interaksi
komunikasinya.
5. Komunikasi Menurut Jaringan Kerja.
Di dalam sebuah organisasi atau
perusahaan komunikasi akan terlaksana neburut sistem yang ditetapkanya dalam
jaringan kerja.
Komunikasi
menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi
jaringan kerja rantai.
Komunikasi
trjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga
mengikuti pola komunikasi formal.
b. Komunikasi
jaringan kerja lingkaran. Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang
berbentuk seperti lingkaran.
c. Komunikasi
jaringan bintang. Komunikasi yang terjadi melalui satu sentral dan saluranya
yang dilalui lebih pendek.
6. Komunikasi
Menurut Peranan Individu.
Dalam
komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses
komunikasinya. Ada beberapa macam antara lain :
a. Komunikasi
antar individu dengan individu yang lain.
b.
Komunikasi yang terlaksana secara
nonformal maupun informal.
c.
Komunikasi antara individu dengan
lingkungan yang lebih luas.
d.
Komunikasi yang terjadi karena individu
yang dimaksudkan memiliki kemampuan yang tinggi.
e. Komunikasi
antara individu dengan dua kelompok atau lebih. Dalam komunikasi individu
berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih.
7. Komunikasi
Menurut Jumlah Yang Berkomunikasi.
a.
Komunikasi yang selalu terjadi diantara
sesama manusia baik perorangan maupun kelompok. Jumlah yang berkomunikasi akan
mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan
komunikasi itu dilaksanakan. Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut :
b.
Komunikasi perseorangan.
c.
Komunikasi yang terjadi secara
perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan
yang bersifat pribadi juga.
d. Komunikasi
kelompok .Komunikasi yang berlangsung dalam suatu kelompok atau group tentang
masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok.
G. FAKTOR
KEBERHASILAN KOMUNIKASI.
Keberhasilan komunikasi dapat ditinjau
dari sudut komunikator dan komunikan. Faktor keberhasilan dari segi komunikator
adalah sebagai berikut:
a. Kecakapan
komunikator
Kecakapan yang harus dimiliki
komunikator adalah mampu menyampaikan materi, pemilihan informasi/ data dan
teknik berbicara maupun cakap membangkitkan minat pendengar, sehingga mampu
menarik perhatian pendengar.
b. Pengetahuan
Komunikator mempunyai pengetahuan yang
luas, sehingga menguasai materi yang disampaikan.
c. Sikap
Komunikator harus bersikap supel, ramah
dan tegas.
d. Sistem
sosial
Komunikator harus mampu menyesuaikan
diri dengan situasi dan kondisi masyarakat dimana dia berbicara. Dengan
demikian, komunikator akan mampu memahami dengan siapa dia berbicara dan
bagaimana kebiasaannya.
e. Kondisi
lahiriah
Komunikator dengan kondisi fisik sehat
dan tidak cacat akan menunjang keberhasilan dalam melakukan komunikasi.
Faktor
keberhasilan dari sudut komunikan adalah sebagai berikut:
a. Cakap
Komunikan yang cakap akan mudah mencerna
materi yang diberikan oleh komunikator.
b. Pengetahuan
Komunikan yang mempunyai pengetahuan
luas akan cepat menerima informasi yang diberikan komunikator.
c. Ramah
Komunikan harus ramah, pandai bergaul,
supel terhadap komunikator agar tercipta proses komunikasi yang lancar.
d. Sistem
sosial
Komunikan harus memahami dengan siapa
dia berbicara (bos, teman sejawat, orang kaya, orang biasa) dan memahami materi
apa yang dibicarakan serta mampu menyesuaikan diri dengan pembicara.
e. Kondisi
lahiriah
Komunikan dengan fisik sehat akan
menunjang keberhasilan berkomunikasi.
Agar
komunikasi bisa efektif, ada 7 faktor yang harus diperhatikan (the seven
communication) menurut Scott M. Cultip & Allen H. Center dalam bukunya Effective
Public Relations, adalah sebagai berikut:
a. Credibility
(Kepercayaan)
Dalam
komunikasi antara komunikator dan komunikan harus saling mempercayai, kalau
tidak ada unsur saling mempercayai, komunikasi tidak akan berhasil, karena
dengan tidak adanya rasa saling percaya akan menghambat komunikasi.
b. Context
(perhubungan/ pertalian)
Keberhasilan
komunikasi berhubungan erat dengan situasi kondisi lingkungan saat komunikasi
berlangsung.
c. Content (isi)
Komunikasi
harus dapat menimbulkan kepuasan antara kedua belah pihak, kepuasan ini akan
tercapai apabila isi berita dapat dimengerti oleh pihak komunikasi dan
sebaliknya pihak komunikan mau memberikan reaksi atau respons kepada pihak
komunikator.
d. Clarity
(kejelasan)
Kejelasan
yang meliputi kejelasan isi berita, kejelasan tujuan yang hendak dicapai,
kejelasan istilah-istilah yang digunakan dalam menggunakan lambang-lambang.
e. Continuity and
consistency (kesinambungan dan konsisten)
Komunikasi
harus dilakukan secara terus menerus dan informasi yang disampaikan jangan
bertentangan dengan informasi terdahulu (konsisten).
f. Capability
of audience (kemampuan pihak penerima berita)
Pengiriman
berita harus disesuaikan dengan kemampuan dan pengetahuan pihak penerima
berita, jangan menggunakan istilah-istilah yang mungkin tidak dimengerti oleh
penerima berita.
g. Channels of
distribution (saluran pengiriman berita)
Agar
komunikasi berhasil, hendaknya dipakai saluran-saluran komunikasi yang sudah
biasa digunakan dan sudah dikenal oleh umum. Misal: media cetak, televisi dan
telepon.
H.
FAKTOR HAMBATAN KOMUNIKASI.
Faktor-Faktor
yang menghambat komunikasi adalah sebagai berikut:
a. Kecakapan
kurang
Kurang cakap berbicara, kurang
mendengarkan dapat menghambat jalannya komunikasi. Untuk mengatasinya harus
banyak belajar dan berlatih berbicara, menulis, baik teori maupun praktek.
b. Sikap
yang kurang tepat
Sikap kurang baik dan kurang tepat dapat
mengurangi komunikasi. Cara mengatasinya adalah dengan sikap yang simpatik dan
muka manis.
c. Pengetahuan
kurang
Kurang pengetahuan atau tidak seimbang
menjadi hambatan dalam memberikan informasi, maupun dalam menyajikan materi,
untuk mengatasinya, maka pembicara sebaiknya menyesuaikan diri dengan
pendengar.
d. Kurang
memahami sistem sosial
Pembicara dan pendengar kurang memahami
sistem sosial, baik secara formal dan informal. Untuk mengatasinya kedua belah
pihak harus memahami kebiasaan dan menyesuaikan diri.
e. Sakwasangka
(Prejudice) yang tidak beralasan
Untuk kelancaran komunikasi, sikap
curiga yang bersifat negatif harus dihilangkan.
f.
Kesalahan
bahasa
Terjadinya
penafsiran, kesalahpahaman karena perbedaan arti dan istilah dari bahasa,
kesalahan semacam ini disebut kesalahan semantik.
g. Jarak
fisik
Komunikator dan komunikan yang jaraknya
berjauhan, sehingga komunikasi tidak lancar dan efisien. Untuk mengatasinya
menggunakan media komunikasi yang canggih. Misalnya telepon, telegram, e-mail,
telex dll.
h. Indera
yang rusak
Indera yang tidak sehat dapat menghambat
komunikasi. Misal: suara yang serak karena batuk dapat menghambat komunikasi.
i.
Verbalistis
Komunikasi yang berlebihan dan hanya
menyampaikan kata-kata saja akan sangat membosankan, mengaburkan isi dan tujuan
komunikasi. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan alat peraga.
j.
Komunikasi
satu arah
Pembicara berbicara terus dari awal
sampai akhir, tidak memberi kesempatan untuk bertanya kepada pendengar sehingga
akan mengakibatkan tidak adanya komunikasi timbal balik dan tidak jelas.
I. PERSAMAAN
ETIKA, ETIKET, ETIK, KODE ETIK, AKLAK, ESTETIKA, MORAL, ADAT KEKUASAAN.
1. PERSAMAAN
DAN PERBEDAAN ETIKA DENGAN ETIKET.
a.
PERBEDAAN ANTARA ETIKET DAN ETIKA
1. Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat, artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam suatu kalangan tertentu.
2. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Apabila tidak ada orang lain hadir atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku.
3. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain.
prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar atau mudah diberi ’dispensasi’
4. Jika berbicara tentang etiket, hanya memandang manusia dari lahiriahnya saja
1. Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat, artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam suatu kalangan tertentu.
2. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Apabila tidak ada orang lain hadir atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku.
3. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain.
prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar atau mudah diberi ’dispensasi’
4. Jika berbicara tentang etiket, hanya memandang manusia dari lahiriahnya saja
b.
PERSAMAAN ANTARA
ETIKET DAN ETIKA.
• Menyangkut obyek yang sama yaitu manusia, istilah-istilah ini dan aplikasinya hanya mengenai manusia.
• Keduanya mengatur perilaku manusia secara normative, menyatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
• Menyangkut obyek yang sama yaitu manusia, istilah-istilah ini dan aplikasinya hanya mengenai manusia.
• Keduanya mengatur perilaku manusia secara normative, menyatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.




Terimakasih infonya sangat membantu
BalasHapusSalam Aqidah Jogja