Sabtu, 21 Oktober 2017

MATERI PENGANTAR AKUNTANSI AKUNTANSI PIUTANG USAHA

MATERI PENGANTAR AKUNTANSI AKUNTANSI PIUTANG USAHA 
A.    Pengertian Piutang Usaha
Piutang usaha adalah jumlah yang dapat ditagih secara tunai kepada orang lain atas kesepakatan diwaktu yang lalu. Berikut adalah beberapa pengertian terkait piutang.
Hery(2014:202) istilah piutang mengacu pada sejumlah tagihan yang akan diterima oleh perusahaan (umumnya dalam bentuk kas) dari pihak lain, baik sebagai akibat penyerahan barang dan jasa secara kredit (untuk piutang pelanggan yang terdiri atas piutang usaha dan memungkinkan piutang wesel), memberikan pinjaman (untuk piutang karyawan, piutang debitur yang biasanya lansung dalam bentuk piutang wesel, dan piutang bunga), maupun sebagai akibat kelebihan pembayaran kas kepada pihak lain (untuk piutang pajak).

Soemarso(2014:338) piutang adalah kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan.

IkatanakuntanIndonesia(2016:307) piutang adalah klaim yang dimiliki atas pelanggan atau pihak lain untuk utang,barang, atau jasa.

B.     Klasifikasi piutang usaha
Berikut ini adalah beberapa klasiikasi piutang usaha.
1.      Piutang usaha (accounts receivable).
Adalah piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Saldo normal piutang usaha berada disebelah debet.
2.      Piutang wesel (notes receivable).
Adalah tagihan perusahaan kepada pembuat wesel.  Pembuat wesel adalah pihak yang berhutang kepada perusahaan.

3.      Piutang lain-lain (other receivable).
Adalah piutang yang timbul selain dari aktivitas penjualan barang dan jasa.
C.     Pengakuan, Penilaian, dan Penghapusan Piutang usaha.
1.      Pengakuan piutang usaha.
Saldo normal piutang usaha berada disebelah debit, sementara itu hal yang dikorbankan dengan piutang usaha dicatat disebelah kredit (seperti : penjualan,kas, atau pendapatan). Maka dari itu jurnal untuk pengakuan piutang usaha sebagai berikut.
(apabila diasumsikan piutang berasal dari transaksi penjualan)
Piutang usaha                          xx
            Penjualan                                 xx
(apabila diasumsikan piutang berasal dari pengeluaran kas)
Piutang usaha                          xx
            Kas                                          xx
(apabila diasumsikan piutang berasal dari transaksi pendapatan)
Piutang usaha                          xx
            pendapatan                                          xx
2.      Akuntansi untuk piutang tak tertagih.
Salah satu bentuk risiko dari adanya piutang yaitu timbulnya piutang tak tertagih. Piutang tak tertagih ini timbul karena debitur tidak mampu membayar utangnya disebabkan oleh berbagai alasan. Untuk itu, sebagai upaya dalam pengendalian risiko yang terjadi atau untuk menghadapi risiko yang telah terjadi. Perusahaan perlu membuat penyisihan piutang tak tertagih. Ada dua metode pencatatan untuk piutang tak tertagih, yaitu metode lansung dan metode penyisihan.
a.       Metode lansung.
Metode lansung mencatatkan piutang tak tertagih sebagai beban piutang tak tertagih. Oleh karena itu, pada saat piutang tersebut tidak tertagih maka piutang tersebut dihapuskan. Dengan cara  , mendebit akun beban piutang tak tertagih lalu mengkreditkan piutang usaha. Pada saat piutang yang telah dihapuskan dilunasi, maka akun tersebut dibalik sebesar jumlah piutang yang dapat ditagih. Berikut adalah jurnalnya.
1)      Pada saat dihapuskan.
Beban piutang tak tertagih                                          xx
            Piutang usaha                                                              xx
2)      Pada saat piutang yang dihapuskan dilunasi.
Piutang usaha                                                              xx[i]
            Beban piutang tak tertagih                                          xx
Kas/bank                                                                     xx
            Piutang usaha                                                              xx

b.      Metode penyisihan.
Metode penyisihan yaitu metode menetapkan prediksi sejumlah piutang yang tidak dapat ditagih ke dalam akun penyisihan piutang tak tertagih. Jika piutang tersebut benar-benar tidak bisa ditagih maka akun penyisihan piutang tak tertagih dikurangkan atau dihapuskan. Hal ini lebih efektif di bandingkan dengan metode lansung. Dalam membuat penyisihan piutang tak tertagih terdapat dua cara. Cara pertama dengan penyisihan berdasarkan persentase piutang usaha (dalam laporan posisi keuangan). Cara kedua yaitu berdasarkan persentase penjualan (dalam laporan laba/rugi).
1)      Penyisihan berdasarkan persentase saldo piutang usaha (dalam laporan posisi keuangan).
Untuk menentukan penyisihan piutang tak tertagih dengan metode persentase saldo piutng awal bulan di kurangi dengan beban piutang tak tertagih sehingga menghasilkan saldo piutang. Sementara itu dalam menentukan saldo awal piutang dapat dilakukan dengan menggunakan saldo piutang yang bersangkutan dan dengan menggunakan  saldo rata-rata piutang. Apabila menggunakan saldo rata-rata piutang rumusnya adalah saldo piutang sebelumnya ditambah dengan saldo piutang saat ini dibagi dua.

Penyisihan Piutang tak tertagih
Saldo awal piutang tak tertagih                                                                                  xx
Beban piutang tak tertagih      (saldo akir piutang taktertagih – saldo awal)              (xx)
Saldo akir  piutang tak tertagih (metode lansung dan rata-rata)                                 xx
Jurnal nya sebagai berikut.
·         Pada saat disisihkan
Beban piutang tak tertagih                                                      xx
            Penyisihan piutang tak tertagih                                               xx
·         Pada saat dihapuskan
Penyisihan piutang tak tertagih                                   xx
                  Piutang usaha                                                                          xx
·         Pada saat telah dihapuskan dan dibayar kembali
Piutang usaha                                                              xx
            Penyisihan piutang tak tertagih                                               xx
Kas/bank                                                                     xx
            Piutang usaha                                                                          xx
Contoh soal.
Saldo piutang  Cv.setiawan tanggal 1 Januari 2015 sebesar 160.000, pada tanggal 31 desember 2015 saldo piutang menjadi 146.000. penjualan bersih pada tahun 2015 sebesar 2.245.000.  saldo awal piutang tak tertagih sebesar 3.000 jumlah piutang tak tertagih yang dapat ditagih sebesar 1.250. tentukan saldo akir piutang tak tertagih dengan menggunakan metode saldo piutang rata-rata dengan alokasi 3%, tentukan beban penyisihan piutang tak tertagih  dan buatlah jurnal untuk penyisihan piutang tak tertagih!
·         Saldo akir piutang tak tertagih = (160.000 + 146.000)/2 = 153.000 x 3% = 4.590
·         Saldo awal piutang tak tertagih                                                                      3.000
·         Piutang tak tertagih yang dapat ditagih                                                          (1250)
·         Beban piutang tak tertagih      = 4.590 – 1.750           =                                  2.840

·         Saldo akir  piutang tak tertagih                                                           4.590  
Oleh karena itu besarnya beban penyisihan piutang tak tertagih sebesar 2.840
Jurnal
Beban penyisihan piutang tak tertagih                                                            2.840
            Penyisihan piutang tak tertagih                                                                       2.840
2)      Penyisihan berdasarkan persentase penjualan (dalam laporan laba rugi).
Menentukan besarnya penyisihan piutang tak tertagih dengan metode persentase penjualan berbanding terbalik dengan metode piutang. Dimana dengan metode ini besaran beban piutang tak tertagih didapatkan dari persentase dikalikan dengan penjualan. Oleh karena itu susunannya menjadi
Saldo awal piutang tak tertagih                                  xx
Beban penyisihan piutang tak tertagih                        xx (% x penjualan)
Saldo piutang tak tertagih                                          xx
Berikut adalah jurnal terkait.
·         Pada saat disisihkan
Beban piutang tak tertagih                                                      xx
            Penyisihan piutang tak tertagih                                               xx
·         Pada saat dihapuskan
Penyisihan piutang tak tertagih                                   xx
                  Piutang usaha                                                                          xx
·         Pada saat telah dihapuskan dan dibayar kembali
Piutang usaha                                                              xx
            Penyisihan piutang tak tertagih                                               xx
Kas/bank                                                                     xx
            Piutang usaha                                                                          xx
                       

Contoh soal.
Saldo piutang  Cv.setiawan tanggal 1 Januari 2015 sebesar 3.000. penjualan bersih pada tahun 2015 sebesar 2.245.000.  saldo awal piutang tak tertagih sebesar 3.000 jumlah piutang tak tertagih yang dapat ditagih sebesar 1.250. tentukan saldo akir piutang tak tertagih dengan menggunakan metode penjualan dengan alokasi 1/8%, tentukan beban penyisihan piutang tak tertagih  dan buatlah jurnal untuk penyisihan piutang tak tertagih!
Saldo awal piutang tak tertagih                                  3.000
Beban penyisihan piutang tak tertagih                        2.806,25         (1/8% x 2.245.000)
Saldo piutang tak tertagih                                          5.806,25

Jurnal
Beban penyisihan piutang tak tertagih                                                            2.806,25
            Penyisihan piutang tak tertagih                                                                       2.806,25
Soal latihan!
1.      Jelaskan pengertian piutang !
2.      Jelaskan perbedaan antara piutang usaha, piutang wesel, dan piutang dagang !
3.      Saldo piutang  Cv.Permai tanggal 1 Januari 2016 sebesar 200.000, pada tanggal 31 desember 2016 saldo piutang menjadi 350.000. penjualan bersih pada tahun 2015 sebesar 5.245.000.  saldo awal piutang tak tertagih sebesar 4.000 jumlah piutang tak tertagih yang dapat ditagih sebesar 2.050. tentukan saldo akir piutang tak tertagih dengan menggunakan metode saldo piutang rata-rata dengan alokasi 2,5%, tentukan beban penyisihan piutang tak tertagih  dan buatlah jurnal untuk penyisihan piutang tak tertagih!
4.      Saldo piutang  Cv.setia tanggal 1 Januari 2015 sebesar 8.000. penjualan bersih pada tahun 2015 sebesar 2.300.000.  saldo awal piutang tak tertagih sebesar 2.000 jumlah piutang tak tertagih yang dapat ditagih sebesar 1.050. tentukan saldo akir piutang tak tertagih dengan menggunakan metode penjualan dengan alokasi 1/5%, tentukan beban penyisihan piutang tak tertagih  dan buatlah jurnal untuk penyisihan piutang tak tertagih!
5.      Sebutkan jurnal-jurnal yang terkait dengan piutang usaha, dimulai dari pengakuan hinggap penghapusan piutang !



Sumber bacaan:
Soemarso.2014.Akuntansi Suatu Pengantar buku 1 (edisi revisi ke-5).Salemba Empat: Jakarta
Ikatan Akuntan Indonesia.2016.akuntansi keuangan buku1.Ikatan Akuntan Indonesia:Jakarta
Hery.2014.Akuntansi Dasar 1&2.Grasindo:Jakarta


[i] Sebesar jumlah piutang yang dapat ditagih

0 komentar:

Posting Komentar