Jumat, 06 Juli 2018

Fungsi Keuangan - Pengantar Bisnis



PENGANTAR BISNIS - FUNGSI KEUANGAN




A.    FUNGSI DAN KONSEP DASAR KEUANGAN.
1.      Pengertian Manajemen Keuangan


Manajemen Keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu manajemen. Pengertian Manajemen Keuangan adalah semua aktivitas entitas bisnis (organisasi) dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas bisnis (perusahaan) dengan efisien. pengertian ini mengalami berbagai perkembangan berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga pengelolaan atas aset (aktiva). George R Terry menyebutkan ada empat aktivitas yang sering kali dikenal dengan POAC yang berakronim Planning - Organizing - Actuating - dan Controling.
 
a.      Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli
Ada beberapa ahli yang memberikan pendapatnya mengenai Pengertian Manajemen Keuangan:
·         James Van Horne, menyatakan:
semua kegiatan atau aktivitas yang berhubungan langsung dengan perolehan, pendanan serta pengelolaan aset (aktiva) dengan tujuan yang menyeluruh.
·         Suad Husnan, berpendapat bahwa:
Manajemen keuangan adalah manajemen terhahap semua fungsi keuangan
·         Bambang Riyanto, mendefinisikan :
Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntunggkan serta uapay untuk mempergunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif
·         Liefman menyatakan:
Definisi manajemen keuangan adalah upaya penyediaan uang dan mempergunakan dana tersebut untuk mendapatkan aset (aktiva)
Seperti yang disebut diawal tadi, dengan melihat beberapa pengertian diatas pengertian manajemen keuangan secara sederhana adalah suatu proses dalam aktivitas keuangan perusahaan, dimulai dari cara memperoleh dana dan mempergunakannya. penggunaannya harus tepat sasaran, efisien, dan efektif supaya tujuan keuangan perusahaan yang sudah ditetapkan dalam perencanaan bisa terwujud.


a.      Prinsip Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan tidak hanya sekedar pencatatan akuntansi saja. manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan tersendiri yang menjadi bagian dari pekerjaan orang-orang keuangan.

Manajemen Keuangan dalam prakteknya merupakan aktivitas yang dilakukan dan muncul dalam rangka untuk menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. maka dari itu, dalam membuat sebuah sistem manajemen keuangan, kita membutuhkan prinsip prinsip ini yang menjadi dasarnya, diantarnya:.

·         Consistency (Konsistensi)
dalam prinsip konsistensi ini, suatu sistam serta kebijakan keuangan perusahaan haruslah konsisten, tidak berubah dari periode ke periode, namun perlu diingat bahwa sistem keuangan bukan berarti tidak boleh dilakukan penyesuaian bila ada suatu perubahan yang signifikan didalam perusahaan. pendekatan keuangan yang tidak konsisten bisa menjadi tanda bahwa ada manipulasi pada pengelolaan keuangan perusahaan.
·         Accountability (Akuntabilitas)
Prinsip ini adalah suatu kewajiban hukum ataupun moral, yang melekat kepada individu, kelompok ataupun perusahaan untuk memebri penjelasan bagaimana dana ataupun kewenangan yang telah diberikan kepada pihak ke-3 dipergunakan. pihak pihak harus bisa memberi penjelasan tentang penggunaan sumber daya dan apa saja yang sudah dicapai sebagai suatu bentuk pertanggung-jawaban kepada pihak pihak yang berkepentingan,  agar semua tahu bagaimana kewenangan dan dana yang dimiliki itu dipergunakan.
·         Transparancy (Transparansi)
manajemen harusnya terbuka terhadap pekerjaannya, memberikan informasi tentang rencana dan segala aktivitas kepada yang berkepentingan, termasuk memberikan laporan keuangan yang wajar, lengkap, tepat waktu dan akurat yagn bisa diakses dengan mudah oleh yang berkepentingan, apabila tidak transparan, maka ini bisa mengindikasikan manajemen telah menyembunyikan sesuatu.

·         Viability (Kelangsungan Hidup)
Supaya kesehatan keuangan perusahaan terjaga, semua pengeluaran operasional ataupun ditingkat yang strategis harus disesuaikan dengan dana yang ada. kelangsungan hidup entitas merupakan ukuran suatu tingkat keamanan serta keberlanjutan keuangan perusahaan. manajemen keuangan harus menyusun rencana keuangan dimana menunjukkan bagaimana suatu perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya guna memenuhi kebutuhan keuangan.
·         Integrity (Integritas)
Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional. selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan kelengkapan dan tingkat keakuratan suatu pencatatan keuangan
·         Stewardship (Pengelolaan)
Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan mumpuni dana yang sudah didapat dan memberikan jaminan bahwa dana yang diperoleh tersebut akan digunakan untuk merealisasikan tujuan yang sudah ditetapkan. dalam prakteknya, manajemen bisa melakukan bisa berhati hati dalam membuat perencanaan strategis, mengidentifikasikan resiko keuangan yang ada serta menyusun dan membuat sistem pengendalian keuangan yang sesuai.
·         Accounting Standards (Standar Akuntansi)
Sistem akuntansi keuangan yang dipakai harus sesuai dengan prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku. agar laporan keuangan yang dihasilkan bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak pihak yang berkepentingan.
 


a.      Konsep Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan merupakan bagaimana mempergunakan serta menempatkan dana yang ada. fungsi fungsi yang ada dalam perusahaan harusnya dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.

Seperti telah dibahas diatas, Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama
  • Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
  • Penggunaan Dana, suatu aktivitas menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
  • Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (atkiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
Jadi, dengan aktivitas aktivitas diatas tersebut, dengan kata lain fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan mengenai pendanaan, investasi dan manajemen aset (aktiva)
a.      Tujuan Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan bertujuan memaksimalkan nilai dari perusahaan. manajemen harus bisa menekan perputaran uang yang bisa menghindarkan dari aktivitas yang tidak diinginknan. perlu diingat, tujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan. saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik direfleksikan dari harga pasar perusahaan itu, harga perusahaan tersebut adalah buah dari keputusan manajemen mengenai keputusan untuk investasi, keputusan dalam pendanaan serta aktivitasnya dalam memanage aktiva, keputusan keputusan tersebut akan berdampak pada harga saham para pemilik perusahaan.
b.      Fungsi Manajemen Keuangan
Investment Decision (Keputusan Investasi)
Investasi berarti penanaman modal pada aset riil ataupun aset finansial (surat berharga), keputusan investasi ini adalah suatu keputusan terhadap aset apa yang nantinya akan dikelola entitas/perusahaan. keputusan ini yang strategis ini akan berpegnaruh secara langsung terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta aliran dana perusaan pada masa mendatang.
Financing Decision (Fungsi Pendanaan)
Keputusan mengenai pendanaan ialah dengan mempelajari berbagai sumber dana perusahaan, dalam laporan keuangan berada dalam sisi pasiva. keputusan ini harus memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yang bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yang berasal dari luar perusahaan (eksternal).
Deviden Decision (Keputusan Deviden)
Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menyangkut hal hal seperti:
·         Besaran prosentase laba yang akan dibagikan kepada pemilik
·         tingkat stabilitas deviden yang akan dibagikan oleh manajemen
·         stock devidend, (dividen saham)
·         stock split (pemecahan saham)
·         Penarikan saham yang telah beredar

Sebagai tambahan berikut saya berikan hal hal sedikit mendetail yang dilakukan oleh manajemen keuangan:
  • Perencanaan atas Keuangan, manajemen keuangan menyusun rencana pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga aktivitas yang lain pada periode tertentu
  • Melakukan Penganggaran keuangan perusahaan, ini adalah tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
  • Pengelolaan Keuangan perusahaan, dalam hal ini, manajemen keuangan mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan berbagai cara yang bisa ditempuh
  • Pencarian sumber dana, manajemen keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yang akan digunakan kegiatan operasional perusahaan
  • Penyimpanan Keuangan, manajemen keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yang telah dikumpulkan.
  • Pengendalian atas keuangan, manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki suatu sistem keuangan yang ada dalam perusahaan yang dirasa belum mumpuni
  • Melakukan pemeriksaan keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilakukan oleh manajemen keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan terjadi
  • Pelaporan keuangan perusahaan, manajemen keuangan menyediakan informasi keuangan tentang kondisi kekinian keuangan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi nantinya.

Fungsi Manajemen keuangan lainnya jika dikaitkan dengan beberapa hal diatas:

  • Pengawasan terhadap biaya
  • Penetapan atas kebijakan harga
  • Peramalan laba dimasa mendatang
  • pengukuran atau penjajakan biaya untuk modal kerja

A.    MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi. Sebagai hasil akhir dari proses akuntansi, laporan keuanganmenyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan berbagai pihak (misalnya pemilik dan kreditor).
Laporan keuangan yang utama terdiri atas: neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan modal. Sebelum mempelajari masing-masing laporan keuangan tersebut, kita akan mempelajari lebih dahulu tujuan laporan keuangan.

a. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Tujuan laporan keuangan, menurut "Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan" (IAI, 2002), adalah sebagai berikut:
Laporan keuangan menyajikan informasi tentang posisi keuangan (aktiva, utang, dan modal pemilik) pada suatu saat tertentu.
Laporan keuangan menyajikan informasi kinerja (prestasi) perusahaan.
Laporan keuangan menyajikan informasi tentang perubahan posisi  keuangan perusahaan.
Laporan keuangan mengungkapkan informasi keuangan yang penting dan relevan dengan kebutuhan para pengguna laporan keuangan.
Marilah sekarang kita beralih pada pembahasan masing-masing jenis laporan keuangan utama, yakni neraca, laporan rugi-laba, laporan perubahan modal.
·   NERACA
Neraca adalah laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat (tanggal) tertentu. Neraca disebut juga laporan posisi keuangan. Laporan ini dibuat untuk menyajikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva, kewajiban, dan modal perusahaan.
1. KLASIFIKASI INFORMASI DI NERACA
Di neraca, informasi diklasifikasi berdasarkan pos-pos yang sejenis. Pos-pos yang sejenis dikelompokkan dan dijumlahkan sehingga mempunyai makna tertentu untuk kepentingan analisis.
Tiga kelompok umum yang tersaji di neraca adalah aktiva, utang, dan modal pemilik.
Aktiva adalah sumber-sumber ekonomik (economic resources) yang dikuasai oleh perusahaan dan masih memberikan kemanfaatan di masa yang akan datang.
Utang merupakan pengorbanan ekonomik (economic sacrifices) untuk menyerahkan aktiva atau jasa kepada entitas lain di masa yang akan datang.
Modal pemilik adalah hak residu atas aktiva setelah dikurangi dengan utang.

 
Tabel 2.1. berikut ini menyajikan format umum neraca:

NERACA
Aktiva

Aktiva Lancar
Investasi Jangka Panjang
Aktiva Tetap Bewujud
Aktiva Tetap Tidak Berwujud
Aktiva Lain - lain
Utang dan Modal Pemilik

Utang Lancar
Utang Jangka Panjang
Modal Pemilik

AKTIVA LANCAR
Aktiva lancar meliputi kas dan sumber-sumber ekonomi lainnya yang dapat dicairkan menjadi kas, dijual, atau dipakai habis dalam rentang waktu satu tahun sejak tanggal neraca atau satu siklus kegiatan normal perusahaan. Termasuk dalam aktiva lancar, antara lain, adalah piutang usaha, surat-surat berharga, dan gaji yang dibayar di muka.
Siklus kegiatan atau siklus operasi (operating cycle) perusahaan adalah waktu rata-rata yang diperlukan dalam rangka menciptakan penda­patan, sejak perusahaan mengeluarkan kas sampai ia menerima kembali kas tersebut. Bagi perusahaan dagang yang membeli dan menjual barang secara tunai, siklus operasinya 


INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi jangka panjang merupakan penyertaan di perusahaan lain dalam jangka panjang baik untak memperoleh pendapatan tetap (berupa bunga), dan pendapatan tidak tetap (berupa dividen) maupun untuk menguasai perusahaan lain. Penyertaan jangka panjang biasanya dilakukan dalam saham atau obligasi.
 



InvestasiJangka Panjang
InvestasiPada Saham Biasa PT. Halilintar …………Rp.250
InvestasiPada Obligasi PT. Kilat …………………..     200

TotalInvestasi Jangka Panjang ………………………Rp.450




AKTIVA TETAP BERWUJUD
Aktiva tetap berwujud adalah sumber-sumber ekonomi yang memi­liki wujud fisik. Aktiva tersebut dimaksudkan untuk digunakan secara aktif dalam kegiatan normal perusahaan dan tidak untuk dijual dalam rangka memperoleh pendapatan. Termasuk dalam aktiva tetap berwujud, antara lain, .adalah tanah, gedung, dan peralatan. Kecuali tanah, aktiva tetap berwujud disusut setiap tahunnya. Aktiva tetap berwujud dilaporkan di neraca dengan mengurutkan sesuai kekekalannya. Tanah dilaporkan sebesar harga perolehannya sedangkan selain tanah sebesar nilai bukunya. 


Aktiva Tetap Berwujud
                       
                       Harga Perolehan  Penyusutan Akumulasi   Nilai Buku

Tanah                   Rp.2.000                                                    Rp.2.000
Gedung                      4.000                         800                            3.200
Peralatan                     2.400                    1.800                              600
                              Rp.8.400                Rp.2.600                      Rp.5.800

 

AKTIVA TETAP TAK BERWUJUD
Aktiva tetap tidak berwujud mencerminkan hak-hak istimewa atau kondisi dan posisi yang menguntungkan perusahaan dalam mencapai pendapatan. Aktiva tersebut dapat diperoleh dengan membeli dari pihak luar atau dengan mengembangkannya sendiri, misalnya hak paten. Sebagaimana aktiva tetap berwujud, aktiva tetap tidak berwujudjuga disusut, tetapi istilahnya adalah amortisasi, bukan penyusutan. Aktiva tetap tidak berwujud dilaporkan di neraca sebesar nilai bukunya, yaitu harga perolehan dikurangi amortisasi kumulatifnya.
AKTIVA LAIN-LAIN
Aktiva lain-lain adalah aktiva-aktiva yang tidak dapat dike­lompokkan ke dalam aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap berwujud, dan aktiva tetap tidak berwujud. Misalnya gedung yang masih dalam proses pembangunan dan kendaraan yang belum digunakan

UTANG LANCAR
Utang lancar adalah utang yang akan dilunasi dalam rentang waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca. Utang lancar akan dilunasi dengan aktiva lancar atau dengan menimbulkan utang lancar lainnya. Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dan akan dilunasi dengan aktiva lancar atau menimbulkan utang lancar, diklasifikasi sebagai utang lancar. Termasuk dalam utang lancar, antara lain, adalah utang usaha, utang wesel, dan gaji yang masih harus dibayar. Utang lancar dilaporkan di neraca dengan mengurutkan mana yang paling cepat akan dilunasi. Dalam praktiknya, jatuh tempo utang dalam satu jenis utang tertentu itu bermacam-macam sehingga sulit untuk menentukan utang mana yang harus didahulukan melaporkannya. Praktik yang lazimnya digunakan adalah melaporkan utang wesel lebih dahulu berapa pun jumlah rupiahnya dan kemudian utang usaha



Utang Lancar
Utang Wesel………………………………………      Rp.   75
Utang Usaha………………………………………             100
UtangObligasi jatuh tempo dalam setahun ……….             150
Utang Gajidan Upah ……………………………..             105
Sewaditerima di muka ……………………………              70
Total UtangLancar …………………………..        Rp. 500





UTANG JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang disebut juga utang tidak lancar. Ini adalah utang yang pelunasannya atau jatuh temponya lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca. Utang jangka panjang tidak akan dilunasi dengan menggunakan aktiva lancar. Termasuk dalam utang jangka panjang, antara lain, adalah utang hipotik dan utang obligasi. 



Utang Jangka Panjang

Utang Obligasi……………………….Rp. 1.000
UtangHipotik ………………………..         500
Total UtangJangka Panjang …………………….Rp. 1.500



MODAL PEMILIK
Modal pemilik adalah sisa hak pemilik atas aktiva neto perusahaan. Aktiva netto adalah total aktiva dikurangi total utang. Nama-nama spesifik modal pemilik bergantung pada jenis perusahaan ditinjau dari kepemilikannya.




PERUSAHAANPERSEKUTUAN
Modal Pemilik
Modal Tuan Subur …………………………………Rp.  6.000
Modal Nona Isnaeni ……………………………….        4.000
Total Modal Pemilik ………………………….. Rp.10.000







PERUSAHAANPERSEROAN
Modal Pemegang Saham
Modal Saham Biasa (100 lembar, nominal @Rp.70) …..Rp. 7.000
Agio Modal Saham Biasa ………………………………          500
Laba Ditahan …………………………………………...        2.500
Total Modal Pemegang Saham ……………………  Rp.10.000












Laporan Posisi Keuangan
Neraca dapat disusun dalam format staffel (report form)
Setiap neraca harus mencantumkan informasi berikut: 
a. Nama Perusahaan 
b. Laporan Posisi Keuangan sebagai judul laporan, 
c. Tanggan Laporan Keuangan
d. Komponen Neraca.


BAHAN PPT


0 komentar:

Posting Komentar