MANAJEMEN PORTOFOLIO KEUANGAN PRIBADI
Capter 1
“Kenapa Investasi itu penting ?”
Oleh Pintar Ekonomi
Hai sahabat pintar ekonomi, kali ini pintar ekonomi akan membahas spesial edisi loh. Kita akan bahas tentang manajemen portfolio pribadi dan investasi. Kita akan kupas kenapa sih hal ini penting ? lalu bagaimana caranya ?
Sahabat, setiap kehidupan butuh perencanaan bukan ? perencanaan
bisa di gambarkan hari hal yang kecil, seperti cita-cita apa yang akan kita
raih, lalu proses meraih nya. Mungkin ada diantara sahabat yang ingin menjadi
dokter, maka untuk menjadi dokter kita harus memperdalam ilmu Pendidikan dibidang
sains. Kita masuk SMA yang bagus dengan jurusan IPA guna mempermudah kita agar
bisa lulus di kampus jurusan kedokteran. Hal itu butuh perencanaan bukan ?
Terlepas dari semua cita-cita kita, harapan kita ada yang lebih penting untuk kita ketahui, yaitu pemahaman dasar terkait perencanaan keuangan pribadi. Banyak orang yang memiliki banyak uang namun tidak mampu menggunakan dan memanfaatkan dengan benar sehingga uang yang banyak ini masih terasa kurang. Ada juga yang memiliki sedikit kemampuan financial namun masih bingung untuk memanfaatkan kemampuan yang ada sehingga dia akan tetap terperangkap dengan kekurangan keuangannya itu. Nah, ada juga yang punya sedikit kecukupan financial, namun mampu menempatkan posisi keuangan nya dengan benar. Hal ini mampu membuat dia berhasil.
Kebanyakan manusia dalam keuangan mempunyai dua tipe dalam hal memperoleh dan memuaskan kebutuhan. Pertama, ada tipikal yang tidak mau berhutang dan only gunakan cash buat beli apapun yang dia inginkan. Kedua, ada yang menggunakan hutang dalam memenuhi kebutuan yang dia inginkan, meskipun dia memiliki kemampuan untuk membayar cash. Orang ini mempunyai asumsi bahwa jika dia menggunakan uang cash dan menghabiskan nya untuk membeli barang pasif yang tidak menghasilkan Kembali tentunya ini akan membuat uangnya habis. Namun dia memilih menggunakan kredit agar uang yang dia gunakan bisa dikembangkan Kembali dan mampu menghasilkan. Kedua kebiasaan ini tidak salah bukan ? namun mana yang lebih bagus ?
Sekarang jika kamu memiliki uang cash sebanyak Rp 250.000.000 dan kamu ingin membeli sebuah mobil. Metode manakah yang akan kamu pilih ? membeli mobil sejumlah 250.000.000 kemudian dapatkan mobil ? atau membelinya dengan cara kredit maka kamu akan menyicilnya setiap bulan selama 5 tahun sebesar Rp 4.500.000 per bulan. Lalu uang Rp 250.000.000 yang kamu punya kamu investasikan ke intrumen keuangan seperti saham atau surat berharga fix income dengan return yang kamu tetapkan minimal 10% per tahun. Maka kamu akan dapat mobil dan uangnya Kembali. Maka kamu akan memilih metode yang mana ? jika kita gambarkan tabelnya seperti dibawah ini :
Metode 1 (bayar cash tanpa nyicil)
|
Dibayar |
Diterima |
|
Rp 250.000.000 |
1 Unit Mobil |
Metode 2 (Menggunakan cicilan tenor 5 tahun ansurang Rp 4.500.000/bulan, investasikan minimal 10% per tahun)
|
Dibayar |
Diterima |
|
Rp 4.500.000 x 60 Bulan = 270.000.000 |
a. 1 Unit Mobil b. Hasil Investasi Tahun 1 10% x Rp 250.000.000 = 25.000.000 Tahun 2 10% x Rp 275.000.000 = 27.500.000 Tahun 3 10% x Rp 302.500.000 = 30.250.000
Tahun 4 10% x 332.750.000 = 33.275.000 Tahun 5 10% x 366.025.000 = 36.602.500 Maka sisa dana yang akan kamu dapatkan = 402.627.500 – 270.000.000 =Rp 132.627.500
|
Nah, dari perhitungan tersebut kamu bakal milih yang mana ? hehe silakan. Dari penjelasan diatas maka kita tahu bahwa manajemen portfolio keuangan pribadi sangat lah penting. Kita akan bahas mendalam dalam edisi special keuangan kali ini. Coba kamu banyangkan jika memilih pilihan pertama, kamu tidak akan berhutang namun hanya dapatkan mobil lalu uang cash mu berkurang. Serta mobil punya penyusutan nilai loh dan harga jualnya setelah lima tahun juga akan mengalami penurunan. Jika kamu butuh dana likuid dalam bentuk cash, karena sudah membeli mobil maka asset kamu tidak menjadi likuid lagi.
Sekarang ,
jika kamu memilih metode kedua. Maka kamu akan berhutang, setelah lima tahun
meskipun mobilnya mengalami penyusutan kamu masih akan tetap menerima return
dari investasi kamu. Namun pertanyaannya adalah, instrument yang akan di
investasikan itu apa ? bagaimana caranya ? lalu dengan bertambahnya kredit apa
ini tidak mempengaruhi kondisi keuangan kita ? nah kita akan bahas ini nanti di
part 2.
Dengan demikian kita jadi mengerti bahwa ada sebuah alat yang membantu kita untuk meningkatkan potensi keuangan pribadi kita. Alat ini dikenal dengan istilah investasi. Persepsi pertama masyarakat Ketika mendengar kata investasi kebanyakan adalah neagatif. Namun taukah sahabat ? jika setiap manusia itu sebenarnya wajib berinvestasi. Kita butuh sebuat alat yang membantu kita untuk meningkatkan kondisi asset dan keuangan kita dimasa yang akan datang. Berikut beberapa alasan kenapa investasi itu penting.
1. Keinginan
Sobat, siapa sih yang tidak memiliki keinginan. Ketika kecil hal yang sederhana jika kita menegakan kepala ke langit maka kita akan berpikir suatu saat kita pasti bisa terbang. Atau yang lebih umum deh hehe, seperti keinginan untuk memiliki rumah, mobil yang bagus dan lainnya. Biasanya ni sobat keinginan seseorang itu melebihi kemampuan dia saat ini. Contoh nya jika saat ini belum mampu beli mobil pasti salah satu keinginananya yaitu beli mobil. Kalau udah mampu, gak mungkin lagi kan keinginannya untuk membeli mobil ? jadi keinginan itu sifatnya relative, tergantung setiap pribadinya.
Investasi merupakan salah satu alat untuk mencapai keinginan kita. Dengan investasi asset keuangan yang kita memiliki bisa berkembang dengan baik. Dengan berkembangannya nilai asset keuangan yang kita investasikan maka hal ini akan mampu untuk memnuhi keinginan kita.
2. Inflasi
Mungkin bagi anak ekonomi udah pada familiar sama kata-kata ini. Buat yang bukan anak ekonomi, atau mungkin ibu-ibu nah inflasi ini yang buat ibu-ibu kita sering kesal kalau di pasar. Dimana yang biasanya bawa uang Rp 25.000 dapat bahan makanan 5 kantong besar eh sekarang cuman dapat satu. Yang biasanya dirumah kita makan pake cabe merah, eh sekarang gak pake lagi hehe. Makin miris kitanya sobat.
Taukah sobat, inflasi akan menurunkan nilai uang kita. Bukan nilai di lembaran kertas uangnya ya. Tapi nilai barang yang akan kita dapatkan dari uang yang kita miliki kalau istilah kerennya nilai rill dari suatu uang. Makanya tuh jika ada inflasi yang kena itu bukan uangnya yang berkurang tapi barang yang didapatkan dari uang yang kita miliki berkurang. Kenapa berkurang ? karena inflasi akan menaikan harga bahan baku suatu produk dan hasilnya harga jual nya semakin meningkat.
Inflasi di Indonesia itu saat ini udah mulai menurun ya sobat, meskipun begitu masih terbilang cukup tinggi juga sih kisaran 3 – 4 % per tahun. Eits pintar-pintar baca data ya hehe. Karena ini angka rata-rata, mungkin saja di daerah mu inflasinya lebih tinggi atau lebih rendah. Sembari kita tau bahwa angka inflasi di negara kita kisaran 3-4% namun, mirisnya penghasilan kita seperti gaji kita jarang naik loh sobat. Harusnya ni kalau inflasi naik gaji juga ikut, namun kebanyakan gaji mah segitu aja. Hasilnya terkadang penghasilan yang kita dapatkan tidak mampu mencukupi kebutuhan kita sehari-hari.
Lalu bisa gak kita lawan inflasi ini ? atau kita serahkan saja kepada pemerintah untuk mengatasi masalah ini ? hmm bukan gitu solusinya. Yang paling tepat solusinya adalah inflasi itu harus kita lawan. Apa lawannya ? alat untuk melawan inflasi adalah investasi. Kita harus mencari instrument investasi yang return atau tingkat pengembaliannya melebihi inflasi yaitu kisaran 3-4% per tahun. Apa aja instrumennya ? bagaimana caranya ? nanti akan kita bahas di part 2 ya.
3. Peningkatan nilai kekayaan
Kamu bisa dikatakan berhasil jika ada peningkatan dalam hidupmu. Apakah peningkatan dalam hal ibadah, dalam hal prestasi maupun dalam hal mendewasakan diri. Tapi bagaimana jika ada peningkatan dalam hal keuangan. Apa itu bisa terjadi ?
Sobat, banyak orang-orang terkaya di dunia lahir bukan dari dia membeli banyak barang yang dia inginkan atau bukan dari dia menyimpan uangnya saja. Namun mereka itu berinvestasi.
Ketika kita berinvestasi, maka akan ada peningkatan perputaran dari asset yang kita miliki atau yang kita investasikan. Perputaran asset ini akan mampu memberikan return atau tingkat imbal investasi yang akan membantu kita untuk meningkatkan nilai kekayaan. Seperti hal ini jika kita menanam pohon yang awalnya kecil, maka lama-kelamaan akan bertumbuh dan menjadi besar. Kemudian pohon itu berbuah dan bisa kita petik lalu rasanya manis. Selain itu pohon itu akan bisa menjadi tempat kita berteduh, atau duduk sekedar untuk menyapa angin sambil ditemanin oleh secangkir kopi. Nikmat bukan ?
Dengan demikian, seperti ini lah gambaraan peningkatan kekayaan kita jika kita berinvestasi. Untuk itu, jangan biarkan kita bekerja untuk uang, namun biarkan uang yang bekerja untuk kita. Agar kita bisa menikmati indahnya hidup seperti antara kita dengan pohon yang kita tanam tadi.
4. Menghadapi ketidak pastian dimasa yang akan datang
Sobat, siapa sih yang bakal tau kedepannya apakah kita akan baik-baik saja? Mungkin saja kedepan kita bakal hadapi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dengan demikian kita bakal ngeluarin pengeluaran yang gak kita prediksi sebelumnya. Kita bakal hadapi kebutuhan yang tidak pasti dimasa yang akan datang.
Contoh nya seperti saat terjadi wabah ini. Banyak dari kita yang kehilangan pekerjaan. Dengan demikian banyak orang yang memutar pikirannya untuk menemukan sesuatu yang mampu menghasilan untuk dirinya dan keluarganya. Dengan kita berinvestasi kita bisa meminimalisir risiko ketidak pastian dimasa yang akan datang. Sehingga jika ada sesuatu yang terjadi diluar perencanaan kita yang menyebabkan adanya pengeluaran yang tidak pasti. Dengan berinvestasi hal ini akan membantu kita untuk menghadapi dan meminimalisir masalah tersebut.
5. Untuk memenuhi kebutuhan
Tadi kita bercerita tentang inflasi, yang membuat harga barang menjadi meningkat semntara itu penghasilan kita tidak mengalami peningkatan. Lalu jika kita selaraskan dengan kondisi kebutuhan kita, maka hal ini menjadi tidak seimbang. Lalu kita harus memikirkan solusi untuk menutupi kekurangan tadi. Salah satu caranya yaitu dengan berinvestasi.
Selain itu, prediksi kebutuhan di masa yang akan datang juga harus dipikirkan. Seperti mungkin dalam 5 tahun kedepan kita akan menikah lalu harus memiliki rumah dan sebagainya. Bisa juga, buat yang sudah bekeluarga, mungkin saja 5 tahun lagi anak kita bakal kuliah atau masuk sekolah yang pastinya kebutuhan kita akan berbeda dari masa sekarang.
Dengan potensi-potensi yang ada diatas, sudah selayaknya kita untuk memikirkan solusi yang tepat guna menghadapi kebutuhan kita di masa yang akan datang.
Dari kelima alasan diatas, kita jadi berpikir dalam mengatur keuangan kita yang paling pas itu seperti apa ? apakah kita mengatur berdasarkan kebutuhan atau berdasarkan keinginan ? lalu pengelolaan nya seperti apa ?
Secara umum, dalam mengatur keuangan kita harus berpegang teguh pada prinsip hukum ekonomi berikut
Y = C + S + I
Y = Pendapatan atau penghasilan
C = konsumsi (didalamnya ada kebutuhan)
S = Simpanan (didalamnya ada aliran kas yang disimpan yang sifatnya likuid)
I = investasi ( Sejumlah dana yang kita gunakan untuk 5 alasan di atas)
Dari rumus ekonomi tersebut, maka kita tau bahwa investasi dan simpanan itu bukanlah sisa dana dari belanja kita. Kalau dari sisa dana konsumsi kita maka kita gak akan tau apakah konsumsi ini akan bersisa atau gak. Bahkan bisa jadi habis. Sementara kita ada kebutuhan masa yang akan datang yang tidak kita ketahui bentuk nya seperti apa. Untuk itu hukum ini mengatur agar kita berinvestasi dan menabung itu bukan dari sisa dana atas konsumsi kita. Melainkan dana yang sengaja kita sisih kan untuk menabung dan investasi.
Kita contohkan, jika kita punya penghasilan Rp 8.000.000 per bulan. Maka harus kita bagi dananya Rp 4.000.000 untuk konsumsi, Rp 2.000.000 untuk menabung dan Rp 2.000.000 untuk investasi. Sehingga Ketika kita belanja untuk konsumsi kita punya limit tersendiri. Dengan demikian portfolio keuangan kita menjadi lebih teratur. Lalu taukah kamu bedanya menabung dan berinvestasi ?
Menabung dan berinvestasi itu beda sobat. Jika kita menabung maka tujuannya hanyalah untuk menyimpan dana. Namun, jika kita berinvestasi maka tujuannya yaitu untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Untuk risiko sendiri untuk menabung relative tidak ada. Sementara, investasi memiliki risiko sesuai dengan jenis investasinya. Tempat nya pun berbeda, jika kita menabung itu di perbankan. Jika investasi biasanya di pasar modal. Dengan penjelasan diatas, kita jadi memahami bahwa investasi itu penting. Selanjutnya kita akan bahas dalam mengenai instrument investasi jangka pendek, menengah dan Panjang di next capter. Ditunggu ya sobat. Salam pintar ekonomi.













0 komentar:
Posting Komentar