Sabtu, 06 Maret 2021

PRINSIP UMUM DAN KHUSUS BIMBINGAN DAN KONSELING (BK)

 

PRINSIP UMUM DAN KHUSUS 

BIMBINGAN DAN KONSELING


(Materi Kependidikan ) 

Disusun Oleh
www.pintarekonomi.com

Dalam upaya membantu peserta didik di sekolah menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan maka layanan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting agar bimbingan dan konseling tersebut dapat berfungsi dengan baik sesuai denang tujuan maka ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Berkenaan dengan ini Yusuf dan Nurihsan (2008) mengemukakanbeberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fondasi atau landasan bagi layanan bimbingan. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian layanan bantuan atau bimbingan, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut:

1.  Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu (guidance is for all individuals).

Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua individu atau peserta didik, baik yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah; baik pria maupun wanita;anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakan teknik kelompok daripada perseorangan (individual).

2.   Bimbingan bersifat individualisasi.

Setiap individu bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan individu dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah individu, meskipun layanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok.

3.   Bimbingan menekankan hal yang positif.

Dalam kenyataan masih ada individu yang memiliki persepsi yang negative terhadap bimbingan, karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan dan konseling merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan, dan peluang untuk berkembang.

4.  Bimbingan merupakan usaha bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tapi juga tugas guru-guru dan kepala sekolah. Mereka sebagai teamwork terlibat dalam proses bimbingan dan konseling.

5.  Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan.

Bimbingan dan konseling diarahkan untuk membantu individu agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan dan konseling mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada individu, yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Kehidupan individu diarahkan oleh tujuannya, dan bimbingan memfasilitasi individu untuk mempertimbangkan, menyesuaikan diri, dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Jones et.al. (1970) berpendapat bahwa kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan, tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan individu untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan.

6.  Bimbingan berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan.

Pemberian layanan bimbingan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan atau industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya. Bidang layanan bimbingan pun bersifat multiaspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan.

Selanjutnya Peters dan Farwell (Yusuf dan Nurihsan, 2008: 17-20)mencatat 18

prinsip khusus bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah, yaitu sebagai berikut.

a)    Bimbingan ditujukan bagi semua siswa.

b)   Bimbingan membantu perkembangan siswa kearah kematangan.

c)    Bimbingan merupakan proses layanan bantuan kepada siswa yang berkelanjutan dan terintegrasi.

d)    Bimbingan menekankan berkembangnya potensi siswa secara maksimum.

e)   Guru merupakan co-fungsionaris dalam preoses bimbingan.

f)     Konselor merupakan co-fungsionaris utama dalam proses bimbingan.

g)   Administrator merupakan co-fungsionaris yang mendukung kelancaran proses bimbingan. Bimbingan bertanggung jawab untuk mengembangkan kesadaran siswa akan lingkungan (dunia di luar dirinya) dan mempelajari secara efektif.

h)   Untuk mengimplentasikan berbagai konsep bimbingan dan konseling diperlukan program bimbingan yang terorganisasi dengan melibatkan pihak administrator, guru, dan konselor.

i)     Bimbingan perkembangan membantu siswa untuk mengenal, memahami, menerima, dan mengembangkan dirinya sendiri.

j)    Bimbingan perkembangan berorientasi kepada tujuan.

k)    Bimbingan perkembangan menekankan kepada pengambilan keputusan.

l)     Bimbingan perkembangan berorientasi masa depan.

m)  Bimbingan perkembangan melakukan penilaian secara periodik terhadap perkembangan siswa sebagai seorang pribadi yang utuh.

n)     Bimbingan perkembangan cenderung membantu perkembangan siswa secara langsung.

o)    Bimbingan perkembangan difokuskan kepada individu dalam kaitannya dengan perubahan kehidupan sosial budaya yang terjadi.

p)    Bimbingan perkembangan difokuskan kepada pengembangan kekuatan pribadi.

q)    Bimbingan perkembangan difokuskan kepada proses pemberian dorongan. Sekaitan dengan prinsip-prinsip di atas, Biasco (Syamsu, 2009: 63-64) telah mengidentifikasi lima prinsip bimbingan dan konseling, yaitu sebagai berikut.

a.    Bimbingan, baik sebagai konsep maupun proses merupakan bagian integral program pendidikan di sekolah. Oleh karena itu bimbingan dirancang untuk melayani semua siswa, bukan hanya anak yang berbakat dan yang mempunyaimasalah.

b.    Program bimbingan akan berlangsung dengan efektif apabila ada upaya kerjasama antar personel sekolah, juga dibantu oleh personel dari luar sekolah, seperti orangtua siswa atau spesialis.

c.    Layanan bimbingan didasarkan kepada asumsi bahwa individu memiliki peluang yang lebih baik untuk berkembang melalui pemberian bantuan yang terencana.

d.    Bimbingan berasumsi bahwa individu, termasuk anak-anak memiliki hak untuk menentukan sendiri dalam melakukan pilihan. Pengalaman dalam melakukan pilihan sendiri tersebut berkontribusi kepada perkembangan rasa tanggung jawabnya.

e.    Bimbingan ditujukan kepada perkembangan pribadi setiap siswa, baik

menyangkut aspek akademik, sosial, pribadi, maupun vokasional.Dalam kaitan ini Prayitno dan Erman Amti (2004: 221) mengemukakan rumusan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling pada umumnya berkenaan dengan sasaran pelayanan, masalah klien, tujuan dan proses penanganan masalah, program pelajaran, dan penyelenggaraan pelayanan. Prinsip merupakan hasil paduan antara kajian teoritik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan. Uraian berikut ini akan mengemukakan sejumlah prinsip bimbingan dan konseling yang dirumuskan oleh Prayitno dkk, di dalam buku Seri Pemandu Pelaksaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah (1977). Rumusan prinsip ini merupakan pedoman yang harus diperhatikan dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di SD/MI, SMP/MTS maupun SMA/MA. Adapun prinsip-prinsip tersebut adalah:

1.     Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran layanan

2.    Prinsip-prinsip berkenaan dengan permasalahan individu

3.    Prinsip-prinsip berkenaan dengan program layanan

4.     Prinsip-prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan layanan


 

Daftar Pustaka

Emti, Erman dan Prayitno. 2004. Layanan bimbingan dan konseling kelompok. Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.

 

Yusuf, Syamsu dan A. Juntika Nurihsan. 2008. Landasan Bimbingan dan Konseling.Bandung: Remaja Rosdakarya.

 

Yusuf, Syamsu. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Rizqi Press

 

SOAL

1.     bimbingan diberikan kepada semua individu atau peserta didik, baik yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah merupakan prinsip ….

a.  Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu

b.    Bimbingan bersifat individualisasi

c.    Bimbingan menekankan hal yang positif

d.    Bimbingan merupakan usaha bersama

e.    Bimbingan berlansung dalam berbagai setting

2.    Berikut ini yang bukan merupakan prinsi – prinsip BK menurut Emran ….

a.    Sasaran pelayanan

b.    Masalah klien

c.    Tujuan

d.    Proses penanganan masalah

e.  Proses integrasi masalah

3.    Setiap individu bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan individu dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut merupakan bimbingan

a.    Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu

b.  Bimbingan bersifat individualisasi

c.    Bimbingan menekankan hal yang positif

d.    Bimbingan merupakan usaha bersama

e.    Bimbingan berlansung dalam berbagai setting

4.    Bimbingan dan konseling diarahkan untuk membantu individu agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan merupakan ….

a.    Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu

b.    Bimbingan bersifat individualisasi

c.    Bimbingan menekankan hal yang positif

d.  Bimbingan membantu melakukan pilihan

e.    Bimbingan berlansung dalam berbagai setting

 

5.    Bimbingan, baik sebagai konsep maupun proses merupakan bagian integral program pendidikan di sekolah. Oleh karena itu bimbingan dirancang untuk ….

a.  Melayani siswa

b.    Melayanani calon klien

c.    Memberikan motivasi

d.    Memberikan arahan professional

e.    Memberikan argumentasi

 

0 komentar:

Posting Komentar