MAKALAH
PENGANTAR EKONOMI MIKRO
KELOMPOK
4
BIAYA
JANGKA PANJANG DAN KEPUTUSAN OUPUT
Nama kelompok :
1. Gilang
oritaliano putra
2. Jerry
zulhendri
4. Kemala
nilam syuri
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
KATA
PENGANTAR
Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kita
panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan KaruniaNya
kepada kita semua sehingga Makalah ini
dapat kami susun dengan baik dan lancar. Tak lupa pula kita kirimkan salam
serta salawat kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari alam gelap gulita menuju alam yang terang benderang seperti saat ini.
Makalah kami ini berjudul, BIAYA JANGKA PANJANG DAN KEPUTUSAN OUTPUT
Kami menyadari bahwa
didalam pembuatan makalah ini berkat
bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa
dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat
dan terima kasih yang sebesar – besarnya
kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Terutama
kepada bapak Dr. Marwan,S.pd.,M.pd selaku dosen Pengantar Ekonomi Mikro kami.
Dengan ini kami
menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah
berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah
ini dapat selesai dengan baik dan oleh
karenanya, kami dengan rendah hati menerima masukan, saran dan usul guna
penyempurnaan makalah ini
Akirnya kami berharap
agar makalah ini bisa bermanfaat bagi seluruh pembacanya.
Wassalammualaikum wr.wb
Padang,11
Desember 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Perusahaan
menggunakan informasi mengenai harga input, harga output, dan teknologi untuk
mengambil keputusan yang akan menghasilkan laba tertinggi. Karena itu laba sama
dengan peneimaan dikurangi biaya, perusahaan harus tau berapa banyak rupiah
dari harga produk yang bisa mereka jual dan berapa biaya produksinya, dengan
menggunakan teknologi yang paling efisien.
Produksi berlangsung dengan jalan mengolah masukan
(input) menjadi keluaran (out put). masukan merupakan pengorbanan biaya yang
tidak dapat dihindarkan untuk melakukan kegiatan produksi setiap
pengusaha harus dapat menghitung biaya produksi agar dapat menetapkan harga
pokok barang yang dihasilkan. untuk menghitung biaya produksi terlebih dahulu
harus dipahami pengertiannya.Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan
ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. menetapkan
biaya produksi berdasarkan pengertian tersebut memerlukan kecermatan karena ada
yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulit diidentifikasikan dan
hitungannya.
Semua
perusahaan harus dapat mengambil keputusan fundamental yang meliputi : (1)
berapa banyak output yang akan diproduksi atau ditawarkan, (2) bagaimana
memproduksi output itu, dan (3) berapa banyak tiap output yang akan diminta.
Hal ini lah yang menjadikan latar belakang kami membuat makalah ini agar
perusahaan benar – benar memahami bagaimana membuat keputusan, dan dalam hal
ini akan kami fokuskan ke biaya jangka panjang dan keputusan output.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana kondisi jangka pendek dan arah
jangka panjang pada suatu perusahaan ?
2.
Bagaimana kita mengetahui biaya jangka
panjang dengan skala ekonomis dan disekonomisnya ?
3.
Bagaimana penyesuaian kondisi jangka
panjang terhadap kondisi jangka pendek ?
BAB
2
PEMBAHASAN
A. KONDISI
JANGKA PENNDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG
Tingkat penghasilan normal
(normal rate of return) adalah suatu
tingkat yang layak untuk membuat investor saat ini tetap tertarik pada suatu
indusri. Karena definisi laba merupakan penerimaan total minus biaya total dan
karena biaya total meliputi tingkat penghasilan normal, maka konsep laba juga
mempertimbangkan biaya peluang modal. Jika suatu perusahaan menghasilkan
tingkat penghasilan diatas normal, perusahaan itu memiliki tingkat laba yang
positif, dan sebaliknya. Ketika laba positif dihasislkan dalam suatu industry,
investor baru akan tertarik pada industri tersebut.
Suatu
perusahaan menderita kerugian (loss),
jika tingkat penghasilan yang diperolenya berada dibawah normal. Suatu
perusahaan mencapat titik impas
(breaking even) atau menghasilkan tingkat laba nol, adalah perusahaan yang
menghasilkan jumlah yang persis sama dengan tingkat penghasilan normal.
Dengan
memperhatikan perbedaan ini, maka kita bisa katakan bahwa untuk segala
perusahaan, satu dari tiga kondisi berikut harus berlaku pada saat tertentu :
(1) perusahaan itu mencetak laba positif, (2) perusahaan itu menderita
kerugian, (3) perusahaan itu pulang pokok, perusahaan yang menguntungkan akan
ingin memaksimalkan laba dalam jangka pendek, sedang perusahaan yang menderita
kerugian akan ingin meminimalkan kerugian mereka dalam jangka pendek.
1. MEMAKSIMALKAN
LABA
Cara
terbaik untuk memahami perilaku suatu perusahaan yang saat ini menghasilkan
laba adalah dengan menggunakan suatu contoh.
Contoh : usaha cuci
mobil blue velvet
Bila suatu perusahaan menghasilkan
penerimaan yang melebihi biayanya (termasuk tingkat penghasilan normal),
perusahaan itu akan menghasilkan laba positif. Kita ambil satu contoh usaha
cuci mobil blue velvet. Anggaplah para investor menanamkan $500.000 untuk
membangun gedung dan membeli semua peralatan yang diperlukan untuk mencuci
mobil. Kita anggap bahwa para investor mengharapkan peenghasilan minimum 10%
dari investasi mereka. Jika uang untuk mendirikan bisnis ini di pimjam dari
bank, bukan dari investor, pemilik pencucian mobil akan membayar pinjaman
dengan tingkat bunga 10%. Pada kedua kasus ini, biaya total harus meliputi
$50.000 per tahun (10 persen dari $500.000).
Pencucian ,obil buka 50 minggu per
tahun da mampu mencuci mobil per minggu. Ketika perusahaan buka dan beroperasi
ataupun tidak, pencucian mobil memiliki biaya tetap. Biaya itu meliputi $per
minggu untuk investor – yaitu $50.000 penghasilan normal per tahun untuk
investor – dan $1.000 per minggu dalam biaya tetap lain – kontak pemeliharaan
dasar untuk peralatan, asuransi dan seterusnya.
Ketika pencucian mobil ber operasi,
juga ada biaya variable. Pekerja harus di bayar, dan bahan seperti sabun dll
harus dibeli. Tagihan upah adalah $1000 per minggu. Bahan listrik dan
seterusnya berbiaya $600 pada kapasitas penuh. Jika pencucian mobil tidak ber
operasi, tidak ada biaya variabel. Tabel 9.1 mengiktisarkan biaya usaha cuci
mobil blue velvet.
Tampilan
grafik peraga 9.1 menggambarkan
grafik kinerja suatu perusahaan yang menghasilkan laba positif dalam jangka
pendek. Perga 9.1 (A) menggambarkan industri, atau pasar dan peraga. (b)
menggambarkan contoh perusahaan individual. Pada saat ini, pasar mencapai harga
$5. Oleh sebab itu, kita asumsikan bahwa perusahaan individual bisa menjual
semua produk yang diinginkan pada harga p*=$5, tapi dibatasi oleh kapasitasnya.
Kurva biaya marginal meningkat dalam
jangka pendek karena faktor tetap. Selama hargA ( penerimaan marginal melebihi
biaya marginal, perusahaan bisa mendorong naik laba dengan meningkatkan output
jangka pendek. Maka perusahaan dalam diagram akan menawarkan q*=300 output
(titik A, dimana P = MC)
Baik penerimaan maupun biaya
diperlihatkan secara grafis. Penerimaan
total (TR – total revenue) adalah perkalian harga dan kuantitas : p* x q* =
$5 * 300 = $1500. Pada diagram penerimaan total sama dengan luas segi empat
P*Aq*0 (luas segi empat sama dengan panjang dikali lebar.) pada out put q*B.
karena biaya total rata – rata di turunkan dengan membagi biaya total dengan q.
kita bisa penghitung biaya total dengan mengalikan biaya total rata – rata
dengan q. yakni,
ATC = TC/Q
TABEL
9.1 biaya mingguan usaha cuci mobil blue velvet
|
||
Biaya tetap total (TFC)
|
Biaya variabel total (TVC) (800
pencucian)
|
Biaya total (TC+ TFC + TVC)
|
a.
Penghasilan normal untuk investor $1000
b.
Biaya tetap lain (kontrak pemeliharaan,asuransi
dll) $1000
Total $2000
|
a.
Tenaga kerja $1000
b.
Bahan $600
Total $1600
|
a.
Penerimaan total (TR)
Pada p = $5(800 * $5) = $4000
b.
Laba (TR – TC) $400
Total
$3600
|
TC = ATC x q
Maka
biaya total (TC – total cost) adalah
$4,20 x 300 = $1.260, wilayah ber asir pada diagram. Laba adalah selisih antara penerimaan total (TR) dan biaya total
(TC), atau $240. Ini adalah wilayah ber asir abu – abu dalam diagram. Perusahan
ini menghasilkan laba yang positif.
Suatu perusahaan menghasilakn laba
positif dalam jangka pendek dan berharap terus mendapatkannya memiliki insentif
untuk memperluas skala operasinya dalam jangka panjang. Laba itu juga
memberikan insentif bagi perusahaan baru untuk masuk dan bersaing dalam pasar
tersebut.
2. MEMINIMALKAN KERUGIAN.
Perusahaan
yang tidak menghasilkan laba positif atau titik impas akan menderita kerugian
terdiri dari dua ketegori : (1) perusahaan yang akan merasa lebih beruntung
jika menutup lansung usahanya dengan menanggung kerugian yang sama dengan biaya
tetap, dan (2) perusahaan yang terus ber operasi dalam jangka pendek untuk
meminimalkan kerugiannya. Hal yang penting untuk di ingat di sini adalah bahwa
perusahaan tidak akan keluar dari industry dalam jangka pendek. Perusahaan bisa
saja tutup, tetapi tidak akan bisa memangkas niaya tetap dengan keluar dari
bisnis. Biaya tetap harus di bayar dalam jangka pendek tak peduli tanpa
memandang yang dilakukan oleh perusahaan.
Suatu
perusahaaan harus menanggung biaya tetap meskipun kondisinya tutup ataupun
tidak tutup, keputusannya tergantung pada
apakah penerima usaha memadai untuk menutup biaya variabel. Laba (atau rugi) operasi (kadang –
kadang disebut penerimaan operasi bersih
/ net operating revenue) didefinisikan sebagai penerimaan total (TR) minus
biaya variabel total (TVC). Secara umum.
o
Jika penerimaan melebihi biaya variabel, laba
operasi adalah positif dan bisa digunakan untuk mengkompensasi biaya tetap
serta mengurangi kerugian sehingga perusahaan layak terus beroperasi.
o
Jika penerimaa lebih kecil dari pada biaya
variabel, perusahaan menderita kerugian operasi yang mendorong kerugian
melebihi biaya tetap. Dalam hal ini, perusahaan bisa meminimalkan kerugian
dengan menutup usahanya.
|




