Tampilkan postingan dengan label KONDISI JANGKA PENNDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KONDISI JANGKA PENNDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2016

pembahasan makalah ekonomi mikro - biaya jangka panjang dan keputusan output



MAKALAH PENGANTAR EKONOMI MIKRO
KELOMPOK 4
BIAYA JANGKA PANJANG DAN KEPUTUSAN OUPUT




Nama kelompok :
1.      Gilang oritaliano putra  
2.      Jerry zulhendri           
4.      Kemala nilam syuri     



UNIVERSITAS NEGERI PADANG


KATA PENGANTAR
Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan KaruniaNya kepada kita semua  sehingga Makalah ini dapat kami susun dengan baik dan lancar. Tak lupa pula kita kirimkan salam serta salawat kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam gelap gulita menuju alam yang terang benderang seperti saat ini. Makalah kami ini berjudul, BIAYA JANGKA PANJANG DAN KEPUTUSAN OUTPUT
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan  makalah ini berkat bantuan dan tuntunan  Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam  kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar – besarnya  kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Terutama kepada bapak Dr. Marwan,S.pd.,M.pd selaku dosen Pengantar Ekonomi Mikro kami.
Dengan ini kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah ini  dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini
Akirnya kami berharap agar makalah ini bisa bermanfaat bagi seluruh pembacanya.

Wassalammualaikum wr.wb

Padang,11 Desember 2015

                                                                                                Penulis


DAFTAR ISI



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Perusahaan menggunakan informasi mengenai harga input, harga output, dan teknologi untuk mengambil keputusan yang akan menghasilkan laba tertinggi. Karena itu laba sama dengan peneimaan dikurangi biaya, perusahaan harus tau berapa banyak rupiah dari harga produk yang bisa mereka jual dan berapa biaya produksinya, dengan menggunakan teknologi yang paling efisien.
Produksi berlangsung dengan jalan mengolah masukan (input) menjadi keluaran (out put). masukan merupakan pengorbanan biaya yang tidak dapat dihindarkan untuk melakukan kegiatan produksi setiap pengusaha harus dapat menghitung biaya produksi agar dapat menetapkan harga pokok barang yang dihasilkan. untuk menghitung biaya produksi terlebih dahulu harus dipahami pengertiannya.Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. menetapkan biaya produksi berdasarkan pengertian tersebut memerlukan kecermatan karena ada yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulit diidentifikasikan dan hitungannya.
Semua perusahaan harus dapat mengambil keputusan fundamental yang meliputi : (1) berapa banyak output yang akan diproduksi atau ditawarkan, (2) bagaimana memproduksi output itu, dan (3) berapa banyak tiap output yang akan diminta. Hal ini lah yang menjadikan latar belakang kami membuat makalah ini agar perusahaan benar – benar memahami bagaimana membuat keputusan, dan dalam hal ini akan kami fokuskan ke biaya jangka panjang dan keputusan output.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana kondisi jangka pendek dan arah jangka panjang pada suatu perusahaan ?
2.      Bagaimana kita mengetahui biaya jangka panjang dengan skala ekonomis dan disekonomisnya ?
3.      Bagaimana penyesuaian kondisi jangka panjang terhadap kondisi jangka pendek ?

BAB 2
PEMBAHASAN
A.    KONDISI JANGKA PENNDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG
Tingkat penghasilan normal (normal rate of return) adalah suatu tingkat yang layak untuk membuat investor saat ini tetap tertarik pada suatu indusri. Karena definisi laba merupakan penerimaan total minus biaya total dan karena biaya total meliputi tingkat penghasilan normal, maka konsep laba juga mempertimbangkan biaya peluang modal. Jika suatu perusahaan menghasilkan tingkat penghasilan diatas normal, perusahaan itu memiliki tingkat laba yang positif, dan sebaliknya. Ketika laba positif dihasislkan dalam suatu industry, investor baru akan tertarik pada industri tersebut.
Suatu perusahaan menderita kerugian (loss), jika tingkat penghasilan yang diperolenya berada dibawah normal. Suatu perusahaan mencapat titik impas (breaking even) atau menghasilkan tingkat laba nol, adalah perusahaan yang menghasilkan jumlah yang persis sama dengan tingkat penghasilan normal.
Dengan memperhatikan perbedaan ini, maka kita bisa katakan bahwa untuk segala perusahaan, satu dari tiga kondisi berikut harus berlaku pada saat tertentu : (1) perusahaan itu mencetak laba positif, (2) perusahaan itu menderita kerugian, (3) perusahaan itu pulang pokok, perusahaan yang menguntungkan akan ingin memaksimalkan laba dalam jangka pendek, sedang perusahaan yang menderita kerugian akan ingin meminimalkan kerugian mereka dalam jangka pendek.
1.      MEMAKSIMALKAN LABA
Cara terbaik untuk memahami perilaku suatu perusahaan yang saat ini menghasilkan laba adalah dengan menggunakan suatu contoh.

Contoh : usaha cuci mobil blue velvet  
            Bila suatu perusahaan menghasilkan penerimaan yang melebihi biayanya (termasuk tingkat penghasilan normal), perusahaan itu akan menghasilkan laba positif. Kita ambil satu contoh usaha cuci mobil blue velvet. Anggaplah para investor menanamkan $500.000 untuk membangun gedung dan membeli semua peralatan yang diperlukan untuk mencuci mobil. Kita anggap bahwa para investor mengharapkan peenghasilan minimum 10% dari investasi mereka. Jika uang untuk mendirikan bisnis ini di pimjam dari bank, bukan dari investor, pemilik pencucian mobil akan membayar pinjaman dengan tingkat bunga 10%. Pada kedua kasus ini, biaya total harus meliputi $50.000 per tahun (10 persen dari $500.000).
            Pencucian ,obil buka 50 minggu per tahun da mampu mencuci mobil per minggu. Ketika perusahaan buka dan beroperasi ataupun tidak, pencucian mobil memiliki biaya tetap. Biaya itu meliputi $per minggu untuk investor – yaitu $50.000 penghasilan normal per tahun untuk investor – dan $1.000 per minggu dalam biaya tetap lain – kontak pemeliharaan dasar untuk peralatan, asuransi dan seterusnya.
            Ketika pencucian mobil ber operasi, juga ada biaya variable. Pekerja harus di bayar, dan bahan seperti sabun dll harus dibeli. Tagihan upah adalah $1000 per minggu. Bahan listrik dan seterusnya berbiaya $600 pada kapasitas penuh. Jika pencucian mobil tidak ber operasi, tidak ada biaya variabel. Tabel 9.1 mengiktisarkan biaya usaha cuci mobil blue velvet.
            Tampilan grafik  peraga 9.1 menggambarkan grafik kinerja suatu perusahaan yang menghasilkan laba positif dalam jangka pendek. Perga 9.1 (A) menggambarkan industri, atau pasar dan peraga. (b) menggambarkan contoh perusahaan individual. Pada saat ini, pasar mencapai harga $5. Oleh sebab itu, kita asumsikan bahwa perusahaan individual bisa menjual semua produk yang diinginkan pada harga p*=$5, tapi dibatasi oleh kapasitasnya.
            Kurva biaya marginal meningkat dalam jangka pendek karena faktor tetap. Selama hargA ( penerimaan marginal melebihi biaya marginal, perusahaan bisa mendorong naik laba dengan meningkatkan output jangka pendek. Maka perusahaan dalam diagram akan menawarkan q*=300 output (titik A, dimana P = MC)
            Baik penerimaan maupun biaya diperlihatkan secara grafis. Penerimaan total (TR – total revenue) adalah perkalian harga dan kuantitas : p* x q* = $5 * 300 = $1500. Pada diagram penerimaan total sama dengan luas segi empat P*Aq*0 (luas segi empat sama dengan panjang dikali lebar.) pada out put q*B. karena biaya total rata – rata di turunkan dengan membagi biaya total dengan q. kita bisa penghitung biaya total dengan mengalikan biaya total rata – rata dengan q. yakni,
 

ATC = TC/Q


TABEL 9.1 biaya mingguan usaha cuci mobil blue velvet
Biaya tetap total (TFC)
Biaya variabel total (TVC) (800 pencucian)
Biaya total (TC+ TFC + TVC)
     a.       Penghasilan normal untuk investor          $1000
     b.      Biaya tetap lain (kontrak pemeliharaan,asuransi dll) $1000
Total $2000
a.       Tenaga kerja $1000
b.      Bahan $600
Total $1600
a.       Penerimaan total (TR)
   Pada p = $5(800 * $5) = $4000
b.      Laba (TR – TC) $400
Total $3600





TC = ATC x q

Maka biaya total (TC – total cost) adalah $4,20 x 300 = $1.260, wilayah ber asir pada diagram. Laba adalah selisih antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC), atau $240. Ini adalah wilayah ber asir abu – abu dalam diagram. Perusahan ini menghasilkan laba yang positif.
            Suatu perusahaan menghasilakn laba positif dalam jangka pendek dan berharap terus mendapatkannya memiliki insentif untuk memperluas skala operasinya dalam jangka panjang. Laba itu juga memberikan insentif bagi perusahaan baru untuk masuk dan bersaing dalam pasar tersebut.


 
2. MEMINIMALKAN KERUGIAN.

Perusahaan yang tidak menghasilkan laba positif atau titik impas akan menderita kerugian terdiri dari dua ketegori : (1) perusahaan yang akan merasa lebih beruntung jika menutup lansung usahanya dengan menanggung kerugian yang sama dengan biaya tetap, dan (2) perusahaan yang terus ber operasi dalam jangka pendek untuk meminimalkan kerugiannya. Hal yang penting untuk di ingat di sini adalah bahwa perusahaan tidak akan keluar dari industry dalam jangka pendek. Perusahaan bisa saja tutup, tetapi tidak akan bisa memangkas niaya tetap dengan keluar dari bisnis. Biaya tetap harus di bayar dalam jangka pendek tak peduli tanpa memandang yang dilakukan oleh perusahaan.
Suatu perusahaaan harus menanggung biaya tetap meskipun kondisinya tutup ataupun tidak tutup, keputusannya tergantung pada apakah penerima usaha memadai untuk menutup biaya variabel. Laba (atau rugi) operasi (kadang – kadang disebut penerimaan operasi bersih / net operating revenue) didefinisikan sebagai penerimaan total (TR) minus biaya variabel total (TVC). Secara umum.
 

o   Jika penerimaan melebihi biaya variabel, laba operasi adalah positif dan bisa digunakan untuk mengkompensasi biaya tetap serta mengurangi kerugian sehingga perusahaan layak terus beroperasi.
o   Jika penerimaa lebih kecil dari pada biaya variabel, perusahaan menderita kerugian operasi yang mendorong kerugian melebihi biaya tetap. Dalam hal ini, perusahaan bisa meminimalkan kerugian dengan menutup usahanya.