TUGAS
MAKALAH
PENGANTAR
BISNIS
ORGANISASI
DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN
Disusun
Oleh :
|
Kelompok 1
|
|
|
Yudi Suci Mulia
|
15053054
|
|
Misbah Hayati
|
15053087
|
|
Dina Aulia
|
15053078
|
|
Prabowo Apriyandi
|
15053090
|
|
Nining Safitri
|
15053110
|
|
Sri Oktavani
|
15053071
|
|
Widya Putri Ningsih
|
1107613
|
JURUSAN
PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2015
KATA
PENGANTAR
Puji
beserta syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunianya kepada kami semua sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah kami yang berjudul Organisasi dan Manajemen Perusahaan, yang mana
makalah ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Pengantar Bisnis .
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mengalami hambatan dan
kesulitan baik dari segi penulisan maupun referensinya tetapi berkat kerja
keras dan diiringi dengan niat yang baik dari kami semua, hambatan dan
kesulitan yang terjadi pada saat pembuatan atau penyusunan makalah ini dapat
teratasi dan terselesaikan dengan baik berkat kerja keras kelompok dari kami.
Oleh
Karena itu kami mengharapkan para pembaca untuk memberikan kritik dan saran
yang bersifat membangun, karena dengan kritik dan saran itu kami dapat
mengambil pelajaran untuk waktu yang berikutnya dan demi
tercapainya sebuah makalah yang baik untuk yang berikutnya. Untuk itu kami
sangat berharap makalah kami ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Padang, 17 September 2015
Kelompok 1
BAB I
PENDAHLUAN
A.
Latar
Belakang
Ilmu Ekonomi membahas segala
jenis pokok bahasan atau topik namun pada intinya ilmu ekonomi ditujukan untuk
memahami bagaimana masyarakat mengalokasikan sumber-sumber dayanya yang
tersedia dan langka dan juga bagaimana seseorang wirausaha dapat mengembangkan
usahanya kearah yang lebih maju.
Pada dasarnya Pengantar
bisnis merupaka bagian dari ilmu ekonomi yaitu ilmu ekonomi yang mengajarkan
bagaimana seorang wirausaha untuk membangun sebuah bisnis yang bagus baik dari
segi lingkungan bisnis, etika bisnis, sumber daya manusia, organisasi serta
manajemen perusahaan, pemasarannya, keuangan perusahaan, resiko yang akan
dihadapi dan karakteristik sebuah bisnis yang baik.
Pengantar bisnis juga
mengajarkan kepada konsumen untuk menjadi konsumen yang baik dan sebisa mungkin
untuk menghindari resiko yang ada seperti mengenal label-label yang ada pada
produk dan konsumen dapat menjadi pembeli dan pemakai yang baik bagi lingkungan
maupun masyarakat luas.
Pada makalah kali ini
kami akan mengangkat topik ilmu ekonomi pengantar bisnis yang mengajarkan
wirausaha mengenai apa itu dan bagaimana bentuk suatu organisasi dan manajemen
perusahaan .
B.
Tujuan
Dalam makalah”
Organisasi dan Manajemen Perusahaan” ini kami bertujuan untuk membahas secara
merinci dengan topik-topik makalah sebagai berikut :
1. Menguraikan
tentang struktur organisasi
2. Menguraikan
bentuk-bentuk ormanisasi
3. Mengidentifikasi
tingkatan-tingkatan manajemen.
4. Mengidentifikasi
fungsi-fungsi utama seorang manajer.
5. Menguraikan
keahlian-keahlian yang dibutuhkan oleh manajer.
6. Menguraikan
metode yang dapat digunakan oleh manajer untuk memanfaatkan waktu secar efektif
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Tingkatan-Tingkatan
Manajemen.
Manajemen adalah suatu
proses dari fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan juga
pengendalian. Sedangkan manajer adalah orang yang menjalankan fungsi-fungsi
manajemen tersebut.
Para karyawan yang
bertanggung jawab dalam mengelola karyawan atau sumber daya yang lain akan
bertindak selaku manajer meskipun jabatan resmi mereka berbeda. Fungi manajer
akan berbeda-beda sesuai dengan masing-masing tingkatannya dalam perusahaan :
1. Manajemen
Puncak
Manajemen yang
berkonsentrasi pada tujuan-tujuan jangka panjang perusahaan seperti dalam
jangka waktu lima atau tiga tahun. Meliputi jabatan-jabatan seperti misalnya
presiden, direktur utama, direktur keuangan dan wakil presiden .
2. Manajemen
Tingkat Menengah
Manajemen yang
bertanggung jawab atas keputusan-keputusan jangka pendek dan jangka menengah.
Manajemen tingkat menengah bertugas memecahkan masalah dan mencari
metode-metode baru untuk menigkatkan kinerja. Meliputi posisi-posisi seperti
misalnya manejer regional dan kepala bagian.
3. Manajemen
Supervisor
Manajemen yang sangat
terlibat dengan para karyawan yang melakukan proses produksi sehari-hari. Para
supervaisor berhubungan dengan masalah-masalah
seperti contohnya absensi kerja
dan keluhan-keluhan pelanggan. Meliputi posisi-posisi seperti manajer akun dan manajer kantor
Perbandingan tanggung
jawab diantara manajemen
Manajemen Puncak
1.
Membuat pabrik baru untuk memperluas produksi
dan meningkatkan penjualan.
2.
Mengkomunikasikan rencana-rencana tersebut kepada
seluruh manajer.
Manajemen puncak dan
Manajemen Menengah
1.
Menentukan berapa karyawan baru yang direkrut.
2.
Menentukan bagaimana dapat mengenakan harga yang
lebih rendah untuk meningkatkan penjualan.
3.
Menentukan bagaimana cara meningkatkan iklan
guna meningkatkan penjualan.
4.
Menentukan bagaimana mendapatkan dana untuk
mendanai ekpansi.
Manajer Supervisor
1.
Melakukan pembagian tugas kepada
karyawan-karyawan baru yang direkrut.
2.
Menentukan jadwal waktu bagi para karyawan baru
yang direkrut
B.
Fungsi-Fungsi
Seorang Manajer
Fungsi manajer dapat di
klasifikasikan sebagai berikut :
1.
Perencanaan
Fungsi
perencanaan mencerminkan persiapan yang dilakukan oleh perusahaan untuk
menghadapi kondisi-kondisi bisnis dimasa mendatang. Biasanya sebagai langkah
awal sebuah perusahaan akan membuat sebuah misi yang berisikan tentang uraian
tujuan yang akan dicapi perusahaan di waktu yang akan datang.
Setelah
kita membuat sebuah misi maka kita harus membuat sebuah rencana yang strategis
yang akan menjadi fokus bisnis utama perusahaan untuk periode jangka panjang.
Sebagai contoh jika misi sebuah perusahaan menghasilakan sebuah android yang
baru dan fitur kualitas tinggi maka rencana strategis perusahaan adalah jenis
produk yang akan di produksi dan bagaimana cara menjualnya.
Selanjutnya
adalah perencanaan taktis. Manajer puncak dan manajer tingkat menengah juga
terlibat dalam perencanaan taktis atau rencana-rencana skala kecil yang konsisten dengan penerapan aspek-aspek
dari rencana strategi perusahaan. Perencanaan taktis biasanya berfokus pada
rencana jangka pendek ( tahun depan ). Untuk mengembangkan rencana taktis
mereka biasanya perusahaan akan meneliti masalah perekonomian, permintaan akan
produk, tingkat persaingan dengan perusahaan yang memproduksi produk yang sama
dan perubahan-perubahan teknologi.
Berikutnya
adalah perencanaan operasional, Perencanaan ini akan menentukan metode-metode
yang akan digunakan dalam waktu dekat nanti untuk mencapai rencana-rencana
taktis misalnya rencana taktis perusahaan untuk meningkatkan penjualan maka
rencana operasional dapat menyebutkan bagaimana cara untuk perusahaan
meningkatkan penjualan.
Perencanaan
kontinjensi, Beberapa rencana perusahaan mungkin tidak dapat difinalisasikan sampai
kondisi-kondisi bisnis tertentu terpenuhi. Karena alasan ini perusahaan akan
menggunakan perencanaan kontinjensi yaitu perusahaan membuat rencana-rencana
alternatife untuk berbagi kemungkinan kondisi bisnis yang terjadi
1.
Pengorganisasian
Fungsi
pengorganisasian meliputi organisasi karyawan dan sumber daya- sumber daya
lainnya melalui cara yang konsisten dengan tujuan perusahaan. Setelah tujuan
perusahaan dibuat dari fungsi perencanaan sumber daya akan diperoleh dan
dikelola untuk mencapai tujuan tersebut.
2.
Kepemimpinan
Fungsi
kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kebiasaan-kebiasaan orang lain demi
mencapai tujuan-tujaun bersama. Proses ini dapat meliputi komunikasi mengenai
pekerjaan yang diberikan kepada karyawan dan kemungkinan metode-metode yang
dapat dilakukan untuk menyelasaikan penugasan-penugasan tersebut.Fungsi
kepmimpinan tidak hanya berhubungan dengan intruksi mengenai bagaimana
menyelesaikan suatu pekerjaan namun juga insentif dalam menyelasaikan pekerjaan
dengan baik dan benar.
3.
Pengendalian
Fungsi
pengendalian melibatkan pengawasan dan evaluasi pekerjaan. Untuk mengevaluasi
pekerjaan manajer sebaiknya mengukur kinerja sebagai pembanding antara standard
dan ekspektasi yang telah ditentukan. Jadi fungsi pengendalian akan menilai
apakah rencana yang dibuat dalam fungsi perencanaan telah tercapai. Fungsi
pengendalian memungkinkan dilakukannya evaluasi secara kontinu sehingga
perusahaan dapat memastikan bahwa ia telah mengikuti arah yang diinginkan untuk
mencapai rencana strategisnya.
C.
Keahlian
Manajerial
Untuk dapat bekerja dengan baik para
manajer mengandalkan empat jenis keahlian :
1. Keahlian
Konseptual
Keahlian konseptual
disebut juga dengan keahlian analitis yaitu kemampuan untuk memahami hubungan
yang terdapat di antara berbagai pekerjaan dalam sebuah perusahaan.
2. Kealian
Interpersonal
Hampir seluruh manajer
melakukan pekerjaan yang membutuhkan kealian interpersonal yang baik yang
disebut juga sebagai keahlian berkomunikasi yaitu kealian yang dibutuhkan untuk
berkomunikasi dengan pelanggan dan karyawan.
3. Keahlian
teknis
Manajer membutuhkan
keahlian teknis untuk memahami jenis-jenis pekerjaan yang mereka kelola.
Manajer yang lebih dekat dengan proses produksi akan lebih sering menggunakan
kealian teknis dari pada manajer yang tingkatnya lebih tinggi.
4. Keahlian
Pengambilan Keputusan
Manajer membutuhkan
keahlian dalam mengambil keputusan sehingga mereka dapat menggunakan informasi
yang ada untuk menentukan bagaimana sumber daya perusahaan dialokasikan
Langkah-langkah
pengambilan keputusan
D.
Metode
Manajer Mengelola Waktu
Dibawah ini adalah beberapa panduan
penting dari manajemaen waktu yang lebih efektif :
1. Menyusun
prioritas dengan tepat
Hal ini dilakukan untuk
menempatkan atau memposisikan fokus pada
suatu tanggung jawab pekerjaan yang lebih penting dan di utamakan.
2. Menjadwalkan
interval waktu yang lebih panjang untuk pekerjaan-pekerjaan penting.
Ini bertujuan agar
manajer dapat memusatkan seluruh perhatian pada pekerjaan penting tersebut
hingga selesai.
3. Meminimalisasi
gangguan
Agar pekerjaan dapat
selesai dalam waktu yang sepat dan tepat para manajer harus memperkecil
terjadinya gangguan yang ada.
4. Membuat
Tujuan jangka pendek
Hal ini dilakukan untuk
dapat menyelesaikan proyek-proyek jangka panjang secara bertahap dan sebaiknya
para manajer membuat sasaran jangka pendek agar mereka dapat menyelasiakan
pekerjaan penting dalam waktu yang bertahap.
5. Mendelegasikan
sebagian pekerjaan kepada karyawan.
Para manajer dapat
membagi tanggung jawab sebuah pekerjaan kepada karyawan.
B.
Tujuan,
Jenis dan Struktur Organisasi
Organisasi adalah kerjasama dua orang
atau lebih untuk mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai secara
sendiri-sendiri. Sedangkan struktur organisasi adalah pola spesifikasi
pekerjaan yang harus diselesaikan di dalam suatau organisasi dan cara-cara
mengaitkan pekerjaan tersebut antara satu sama lainnya.
Setiap perusahaan
sebaiknya memiliki rencana yang strategis yang akan mengidentifikasi arah
bisnis di masa mendatang Tanggung jawab para manajer perusahaan sebaiknya di
organisasikan. untuk mencapai rencana strategis tersebut. Struktur organisasi
mempengaruhi bagaimana perusahaan menghasilkan produknya sehingga pada akhirnya
mempengaruhi nilai perusahaan.
Jadi sebuah struktur
organisasi yang baik itu adalah sebuah struktur organisasi yang memungkinkan
perusahaan memanfaatkan karyawan-karyawannya secara efisien yang kemudian
memungkinkan perusahaan memproduksi barang atau jasa dengan biaya yang relative
rendah.
Struktur organisasi
dapat bervariasi diantara bermacam perusahaan diantaranya :
1. Struktur
Organisasi Rentang kendali
Manajemen puncak akan
menentukan rentang kendali perusahaan atau jumlah karyawan yang dipimpin oleh
masing-masing manajer. Ketika suatu struktur organisasi dirancanag sedemikian
rupa dimana setiap manajer hanya memimpin beberapa karyawan saja maka dia akan
memiliki rentang kendalai yang sempit, dan sebaliknya jika struktur organisasi
tersebut dirancang dimana setiap manajer memimpin banyak karyawan maka ia akan
memiliki rentang kendali yang luas.
2. Struktur
Organisasi Menurut Ketinggian Organisasional
Struktur organisasi
juga dapat diurutkan dar ketinggiannya. Suatu struktur organisasi yang
dikatakan tinggi memiliki arti bahwa didalam struktur tersebut terdapat banyak
lapisan dari bawah struktur hingga kepuncaknya. Dan sebaliknya struktur
organisasi yang pendek atau rata menunjukkan bahwa tidak terdapat banyak jarak
dari bagian bawah struktur sampai kepuncaknya karena memang tidak terdapa
banyak lapisan karyawan diantara bagian bawah dan atas.
3. Struktur
Organisasi dengan Penggunaan posisi lini versus posisi staf
Posisi lini diciptakan
untuk melakukan pengambilan keputusan yang akan mencapai tujuan bisnis yang
spesifik. Sedangkan posisi staf diciptakan untuk mendukung usaha-usaha posisi
lini dan bukan untuk mencapai tujuan perusahaan yang spesifik
F.
Akuntabilitas
dalam Suatu Struktur Organisasi
Salah satu tugas
penting dari seorang manajer perusahaan adalah mengevaluasi karyawan dan
membuat mereka bertanggung jawab dalam memenuhi tanggung jawab mereka.Manajer
tingkat atas di perusahaan termasuk CEO dan Presiden dianggap bertanggung jawab
atas kinerja perusahaan secara umum
Manajer-manajer tingkat
atas ini juga membuat banyak pengambilan keputusan penting yang berhubungan
dengan lini produksi, proses produksi, system kompensasi , pemasaran dan
pendanaan perusahaan.
Agar perusahaan
berhasil mencapai akuntabilitas dalam struktur organisasi maka diperlukan
peranan-peranan di bawah ini :
1. Peranan
Dewan Direksi
Setiap perusahaan
memliki dewan direksi atau sekumpulan eksekutif yang bertanggung jawab dalam
pengawasan aktivitas presiden dan manajer tingkat atas perusahaan. Dewan
direksi juga bertanggung jawab untuk mensupervisi bisnis dan kegiatan
perusahaan dan juga memastikan bahwa
bisnis telah dikelola dengan maksud untuk melayani para pemegang saham.
Dewan direksi juga
mengatasi atau bertindak apabila terjadi konflik kepentingan dalam dewan. Pada
beberapa perusahaan terdapat suatu komite-komite Dewan berikut ini adalah
beberapa komite-komite yang bisa dibentuk perusahaan :
a)
Komite konpensasi
Meninjau gaji dan
rumusan kompensasi yang berlaku bagi manajer tingkat atas sekalaigus CEO.
b)
Komite Nominasi
Meninjau apakah para
anggota dewan telah memiliki pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan.
c)
Komite Audit
Mengawasi perekrutan
dan pekerjaan para auditor eksternal yang mengaudit laporan keuangan
perusahaan.
2. Pengawasan
Auditor Internal
Salah satu cara lain
untuk mencapai akuntabilitas banyak perusahaan menggunakan auditor internal
yang bertanggung jawab memastikan bahwa semua department telah melakukan
pekerjaan sesuai dengan prosedur dan panduan perusahaan
3. Proses
Pengendalian Internal
Proses pengendalian
internal merupakan suatu system yang akan menghasilkan pelaporan informasi
keuangan yang akurat serta tepat waktu dan menerapkan pengendalian atas
informasi tersebut. Jadi dengan system tersebut memungkinkan sebuah manajer
perusahaan dapat dengan lebih mudah mengawasi kondisi keuangan perusahaan.
G.
Mendistribusikan
Wewenang di antara Posisi-Posisi Jabatan
Pendistribusian
wewenang sering kali dinyatakan apakah perusahaan tersebut merupakan perusahaan
:
1. Sentralisasi
Suatu perusahaan yang
sebagian wewenang berada ditangan manajer-manajer tingkat atas. Sedangkan
manajer tingkat menengah dan supervaisor bertanggung jawab atas tugas
sehari-hari dan memberikan laporan kepada manajer puncak tetapi mereka tidak
diperkenankan untuk banyak mengambil keputusan.
2. Desentralisasi
Suatu perusahaan yang
wewenang disebar diantara beberapa divisi atau manajer. Dimana divisi-divisi
diizinkan untuk melekukan pengambialn keputusan sendiri dan bertindak secara
independen
Keutungan desentralisasi
:
ü Dapat
meningkatkan kinerja perusahaan
ü Dapat
memperpendek proses pengambilan keputusan
ü Pendelegasian
wewenang dapat meningkatkan moral karyawan
Kerugian
desentralisasi :
ü Memaksa
manajer untuk mengambil keputusan penting meskipun mereka kurang memiliki
pengalaman .
ü Jika
manajer tingat menengah dan supervisor
mendapat tanggung jawab lebih mereka mngkin tidak dapat menyelesaikan
tugas mereka.
H.
Struktur
yang memungkinkan Lebih Banyak Masukan Karyawan
Perusahaan pada umumnya
mengandalkan masukan para karyawan dari berbagai divisi untuk situasi-situasi
khusus. Perusahaan Dapat memperoleh masukan dari karyawan dengan menggunakan
metode-metode sebgai berikut :
1. Organisasi
Martiks
Dalam suatu organisasi
Martiks beberapa bagian perusahaan akan saling berinteraksi untuk memusatkan
perhatian pada proyek-proyek tertentu. Sebagai contoh sebuah perusahaan yang
berencana untuk memasang sistem komputer baru mungkin membutuhkan masukan dari
setiap divisi atas fungsi-fungsi tertentu yang dibutuhkan oleh divisi tersebut
dari system
Keuntungan dari
Organisasi martiks ini adalah dapat menyatukan para karyawan yang akan
memberikan beberapa masukan dari berbagai sudut pandang. Sedangkan kerugian nya
adalah para karyawan tidak ada yang merasa bertanggung jawab karena tanggung
jawab tersebut dibebankan kepada tim yang terdiri atas beberapa orang karyawan.
2. Intrapreneurship
Intrapreneurship
merupakan suatu proses dimana karyawan-karyawan sebuah perusahaan dapat
ditugaskan untuk menciptakan ide-ide baru dan menganggap jika mereka sendiri
adalah pengusaha yang menjalankan peusahaan mereka sendiri.
3. Struktur
Organisasi Informal
Struktur Organisasi
Informal adalah jaringan komunikasi informal yang terdapat diantara karyawan
perusahaan. Jaringan ini terbentuk karena adanya komunikasi dan interaksi
dintara para karyawan. Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah para
karyawan dapat saling bekerjasama antara satu sama lain dan dapat saling
membantu antara satu sama lain.
I.
Metode-Metode
Departementalisasi Pekerjaan
Mendepartementalisasi
artinya memberikan pekerjaan dan tanggung jawab ke beberapa department yang
berbeda. Cara terbaik dalam melakukan departementalisasi akan bergantung pada
karakteristik bisnis perusahaan.
Berikut ini adalah 4
metode departementalisasi yang cukup popular adalah :
1. Departementalisasi
menurut fungsi
Ketika perusahaan
melakukan departementalisasi menurut fungsi perusahaan akan mengalokasikan
pekerjaan dan tanggung jawab menurut fungsi-fungsi karyawan.
2. Departementalisasi
menurut produk
Pada perusahaan yang
lebih besar dengan memiliki banyak produk, departementalisasi menurut produk
adalah suatu hal yang biasa dilakukan . Pekerjaan dan tanggug jawab dipisahkan
menurut jenis produk yang dihasilkan.
3. Departementalisasi
menurut lokasi
Pekerjaan dan tanggung
jawab juga dapat didepartementalisasi menurut lokasi melalui pendirian
kantor-kantor daerah yang meliputi wilayah-wilayah geografis tertentu. Ketika
sebuah perusahaan melakukan departementalisasi menurut lokasi perusahaan
tersebut akan dapat lebih mudah memperkirakan pengeluaran yang terjadi di
masing-masing lokasi.
4. Departementalisasi
menurut pelanggan
Dimana pekerjaan
dipisahkan menurut jenis pelanggan yang membeli produk perusahaan Beberapa
perusahaan membuat divisi-divisi yang terpisah berdasarkan jenis pelanggannya.
Sebagai contoh penjualan komputer kepada lembaga-lembaga pendidikan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Jadi dari yang kami
tuliskan didalam makalah kami ini kami dapat mengambil kesimpulan bahwa
dalam sebuah bisnis terdapat banyak
organisasi-organisasi di dalamnya dimana dengan adanya organisasi-organisasi
tersebut barulah sebuah bisnis dapat berjalan.
Dimana setiap
organisasi memiliki tanggung jawab dan pekerjaan yang berbeda tetapi memiliki
tujuan dan visi yang sama yaitu untuk
membuat usahanya lebih baik untuk waktu yang akan datang .
Dan juga dalam suatu
usaha juga terdapat tingkatan-tingkatan manajemen yang mana setiap tingkatannya
memiliki peranan, kealian dan kontribusi yang berbeda bagi suatu usaha dimulai
dari manajemen tingkat puncak sampai manajemen supervisor. Dan bagaimana para
manajer memanajemen waktu mereka sehingga pekerjaan mereka dapat terselesaikan.
B.
Saran
Kami berharap agar
makalah yang kami buat ini dapat berguna bagi kami sendiri dan para pembaca dan
kami juga berharap adanya kritikan dan saran yang membangun dari para pembaca.











terimakasih
BalasHapusblog ini membantu
BalasHapusterimakasih
Terima kasih atas artikelnya sangat membantu
BalasHapusthank you
BalasHapusbagus dan membantu
BalasHapus