berikut ini adalah beberapa teori pembangunan dan pertumbuhan ekonomi serta strategi-strateginya
1.
ADAM
SMITH.
G
= f (I)
“pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh tingkat
investasi”
perkembangan
ekonomi memerlukan adanya spesialisasi supaya produktivitas tenaga kerja
bertambah karena dengan adanya spesialisasi akan meningkatkan keterampilan
tenaga kerja. Disamping itu, beliau juga menitik beratkan pada luasnya pasar.
Pasar yang sempit akan membatasi spesialisasi ( devition of labour ) oleh
karena itu pasar harus seluas mungkin supaya dapat menampung hasil produksi
sehingga perdagangan Internasional menarik perhatian. Karena hubungan perdagangan
internasional itu menambah luasnya pasar, jadi pasar terdiri pasar luar negeri
dan pasar dalam negeri.
Berikut
ini adalah Faktor penting lainnya menurut Adam Smith.
a. Pembagian
kerja
b. Invisible
hand
c. Akumulasi
modal
2.
DAVID
RICARDO.
“bila jumlah penduduk bertambah
terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur
menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya”.
David
membagi masyarakat ekonomi kedalam tiga golongan. Pertama, golongan kapitalis. Kedua, golongan buruh. Ketiga, golongan tuan tanah.
3.
THOMAS
ROBERT MALTHUS.
“tabungan disamping sebagai
pendorong bagi perkembangan ekonomi yaitu sebagai sumber capital, juga dapat
sebagai penghambat perkembangan bagi perkembangan ekonomi karena hal ini dapat
memperkecil jumlah permintaan efektif”.
4. KALR MARK.
“pentingnya tersedia adanya nilai
lebih (surplus value) bagi
perkembangan ekonomi”
Karl
mark membagi masyarakat kedalam lima tahap perkembangan. Yaitu, masyarakat
primitive, masyarakat perbudakan, masyarakat feudal, masyarakat capital, dan
masyarakat sosialis.
5. KEYNES.
“mengemukakan pentingnya peranan
kapital di mana investasi lebih penting untuk perkembangan ekonomi”
Dalam
analisis ini persoalan yang penting adalah sebagai berikut:
- Syarat apakah yang diperlukan ntuk mempertahankan perkembangan yang mantap (Steady growth) dari pendapatan pada tingkat full employment income tanpa mengalami deflasi ataupun inflasi.
- Apakah pendapatan benar-benar bertambah pada tingkat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya kemacetan yang lama atau inflasi yang terus-menerus.
6.
NELSON.
“lajunya pertambahan penduduk tidak
selalu sama pada berbagai tingkat pendapatan”.
Pada
tingkat pendapatan perkapita yang sangat rendah tingkat kematian lebih besar
dari pada tingkat kelahiran, maka pertambahan penduduk adalah negatif. Pada
pendapatan perkapita yang lebih tinggi tingkat kematian akan menurun, akan
tetapi tingkat kelahiran tidak berubah. Maka dari itu makin tinggi tingkat
pendapatan perkapita makin kecil tingkat kemunduran penduduk.Tingkat penanaman
modal merupakan faktor yang menentukan lajunya tingkat pertambahan pendapatan
nasional. Teori Nelson tlah menyatakan pada pendapatan perkapita yang rendah
tabungan adalah negatif.
7. ROSTOW.
“Menurut rostow pembangunan ekonomi
atau tranformasi suatu masyarakat tradisional menuju masayarakat modern
merupakan suatu proses yang multidimensional. Dimana perubahan ini bukan hanya
bertumpu pada perubahan ekonomi dari agraris ke industri saja, melainkan juga
perubahan pada sosial, budaya, politik, ekonomi bahkan agama”.
Rostow
mengkonsepkan proses pembangunan menjadi lima tahap utama dan setiap
negara-negara di dunia dapat digolongkan kedalam salah satu dari kelima
pertumbuhan ekonomi yang dijelaskannya. Adapun kelima tahap tersebut adalah: Masyarakat
tradisonal (the traditional society), prasyarat untuk lepas landas (the
procondition for take off), lepas landas (the take off), Gerakan kearah
kedewasaan (the drive to maturity), dan masa konsumsi tinggi (The age of high
massconsumption
8. MILL.
Mill
menganggap pembangunan ekonomi sebagai fungsi dari tanah, tenaga
kerja,
dan modal.
Sementara tanah, tenaga kerja adalah 2 faktor produksi yang asli, modal adalah “persediaan yang dikumpulkan dari
produk-produk tenga kerja sebelumnya”. Laju akumulasi modal merupakan fungsi dari bagian
angkatan kerja yang dipekerjakan secara produktif. Konsumsi produktif adalah
konsumsi untuk
memelihara dan meningkatkan kemampuan produktif masyarakat .
9. SCHUMPETER.
“Menurut Schumpeter perkembangan
ekonomi bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual tetapi merupakan
perubahan yang spontan dan terputus-putus”.
Dalil-dalil schumeter
dalam teori ekonomi pembangunan:
1. 0 = f (L.K.Q.T)
Total output adalah
merupakan kerjasama dari keempat factor produksi tersebut , aitu: L.K.Q.T
2. S = F.S(W..R.r)
Saving bergantung pada
besar kecilnya wages = upah provit dan tingkat bunga. Hal ini di tentang oleh
Karl Marx, menurt pendapatnya , S ditentukan oleh distribution of income
(spembagian pendapatan masyarakat).
3. I = (Ia + Ii)
Investasi bergantung
pada Ia ( Autonomous Investment), Ii (Induced Iivestment)
STRATEGI – STRATEGI YANG DI
SARANKAN DARI KONSEP PEMBANGUNAN EKONOMI MENURUT PARA AHLI DI ANTARANYA
- Strategi Pertumbuhan di sarankan oleh Adam Smith, Keynes, dan Mill.
Di
dalam pemikiran ini pertumbuhan ekonomi menjadi kriteria utama bagi pengukuran
keberhasilan pembangunan. Selanjutnya dianggap bahwa dengan pertumbuhan ekonomi
buah pembangunan akan dinikmati pula oleh si miskin melalui proses merambat ke
bawah (trickle down effect) atau melalui tindakan koreksi pemerintah
mendistribusikan hasil pembangunan. Bahkan tersirat pendapat bahwa ketimpangan
atau ketidakmerataan adalah merupakan semacam prasyarat atau kondisi yang harus
terjadi guna memungkinkan terciptanya pertumbuhan, yaitu melalui proses akumulasi
modal oleh lapisan kaya. Strategi ini disebut strategi pertumbuhan.
Inti dari konsep strategi ini adalah :
Strategi
pembangunan ekonomi suatu Negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal,
serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan
memusatkan, sehingga dapat menimbulkan sfek pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya
bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses
merambat ke bawah (trickle-down-effect), pendistribusian kembali. Jika terjadi
ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan persyaratan
terciptanya pertumbuhan ekonomi. Kritik paling keras dari strategi yang pertama
ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin
tajam.
- Strategi Pembangunan dengan Pemerataan
Keadaan
sosial antara si kaya dan si miskin mendorong para ilmuwan untuk mencari
alternatif. Alternatif baru yang muncul adalah strategi pembangunan pemerataan.
Dengan kata lain, pembangunan masih diselenggarakan atas dasar persepsi,
instrumen yang ditentukan dari dan oleh mereka yang berada “diatas” (Ismid
Hadad, 1980). Namun ternyata model pertumbuhan pemerataan ini juga belum mampu
memecahkan masalah pokok yang dihadapi negara-negara sedang berkembang seperti
pengangguran masal, kemiskinan struktural dan kepincangan sosial.
- Strategi Ketergantungan
Teori
ketergantungan muncul dari pertemuan ahli-ahli ekonomi Amerika Latin pada tahun
1965 di Mexico City. Menjelaskan dasar-dasar kemiskinan yang diderita oleh
negara-negara sedang berkembang, khususnya negara-negra Amerika Latin. Yang
menarik dari teori ketergantungan adalah munculnya istilah dualisme
utara-selatan, desa-kota, corepriphery yang pada dirinya mencerminkan
adanya pemikiran pembangunan yang berwawasan ruang. Pada tahun 1965 muncul strategi
pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Konsep ini timbul dikarenakan
tidak sempurnanya strategi pertumbuhan dan strategi pembangunan dengan
pemerataan.
Inti dari konsep strategi ketergantungan adalah :
Kemiskinan
di negara–negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan
negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara
ingin terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut
harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari
ketergantungandari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranya adalah
meningkatkan produksi nasional yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam
bidang produksi, lebih mencintai produk nasional. Teori ketergantungan ini
kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “. . . . .teori ketergantungan
tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih
terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri
(selfdevelopment). Sebab selalu akan gampang sekali bagi kita untuk menumpahkan
semua kesalahan pada pihak luar yang memeras, sementara pemerasan yang terjadi
di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja . . . . . “ (
Kothari dalam Ismid Hadad, 1980 ).
- Strategi yang Berwawasan Ruang
Pada
argumentasi Myrdall dan Hirschman terdapat dua istilah yaitu “back-wash
effects” dan “spread effects” .
“Back-wash Effects” adalah kurang maju dan kurang mampunya daerah-daerah miskin
untuk membangun dengan cepat disebutkan pula oleh terdapatnya beberapa keadaan
yang disebut Myrdall.
“spread effects” (pengaruh menyebar), tetapi pada umumnya spread-effects yang
terjadi adalh jauh lebiih lemah dari back-wash effectsnya sehingga
secara keseluruhan pembangunan daerah yang lebih kaya akan memperlambat jalnnya
pembangunan di daerah miskin.
Perbedaan
pandangan kedua tokoh tersebut adalah bahwa Myrdall tidak percaya bahwa
keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman
percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
- Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Sasaran
strategi ini adalah menaggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini
selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun
1975, dengan dikeluarkannya dokumen: Employment, Growth, and Basic Needs
: A One World Problem.ILO dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok
manusia tidak mungkin dapat dipengaruhi jika pendapatan masih rendah akibat
kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya
usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan
kebutuhan pokok dan sejenisnya.




0 komentar:
Posting Komentar