PENGELOMPOKAN
TEORI
Untuk
mengelompokkan teori-teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi secara tepat dan
sederhana bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan
misalnya "periode waktu" lahirnya teori tersebut atau
"ide" dari teoritersebut. Namun demikian, setelah memperhatikan
beberapa kepustakaan yang membahas tentang teori pembangunan, akhirnya dibuat
klasifikasi seperti yang dibahas dalarn bab ini. Tentunya tidak semua teori
yang ada akan dibahas di sinimengingat buku ini hanya ditujukan untuk tingkat
pengantar saja. Dari mazhab historismus dibahas teori Friedrich List, Bruno
HiIlebrand, Karl Bucher, W. W Rostow.
A. MAZHAB HISTORISMUS
Mazhab
Historismus ini melihat pembangunan ekonomi berdasarkan suatu polapendekatan
yang berpangkal pada perspektif sejarah. Dalam alam pikiran mazhab ini fenomena
ekonomi adalah produk perkembangan menyeluruh dan dalam tahaptertentu dalam
perjalanan sejarah. Mazhab ini mendominasi pemikiran ekonomi diJerman selama
abad XIX sampai awal XX.
1. FRIEDRICH
LIST (Cara Produksi)
List
dipandang sebagai pelopor yang meletakkan landasan bagi pertumbuhan pemikiran
ekonomi mazhab Historismus ini. Menurut List, sistem liberalisme yang laissez-faire
dapat menjamin alokasi sumberdaya secara optimal. Perkembangan ekonomi
sebenarnya tergantung pada peranan pemerintah, organisasi swasta dan lingkungan
kebudayaan. Perkembangan ekonomi hanya akan terjadi, jika dalam masyarakat ada
kebebasan dalam organisasi politik dan kebebasan perorangan. Perkembangan
ekonomi, menurut List, melalui 5 tahap yaitu tahap primitif,
beternak,pertanian, pertanian dan industri pengolahan (manufacturing), dan
akhirnya pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
Pendekatan
List dalam menentukan tahap-tahap perkembangan ekonomi tersebut berdasarkan
pada "cara produksi" nya.Selain itu, List juga berpendapat
bahwa daerah-daerah beriklim sedang paling cocok untuk pengembangan industri,
karena adanya kepadatan penduduk yang sedang yang merupakan pasar yang cukup
memadai. Sedangkan daerah tropis kurang cocok untuk industri karena pada
umumnya daerah tersebut berpenduduk sangat padat dan pertanian masih kurang
efisien.
2. BRUNO
HILDEBRAND (Cara Distribusi)
Pemikiran
Hildebrand selalu menekankan evolusi dalam perekonomian masyarakat. Sebagai
kritiknya terhadap List, Hildebrand mengatakan bahwa perkembangan ekonomi bukan
didasarkan pada "cara produksi" ataupun "cara konsumsi",
tetapi pada "cara distribusi" yang digunakan. Oleh karena itu
ia mengemukakan 3 sistemdistribusi yaitu:
a. Perekonomian
Barter (natura)
b. Perekonomian
Uang
c. Perekonomian
Kredit
Sayangnya,
Hildebrand tidak menjelaskan proses perkembangan dari tahap tertentuke tahap
berikutnya. Selain itu, Hildebrand juga ternyata tidak memberi sumbanganyang
berarti terhadap peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi.
3. KARL
BUCHER (Produksi & Distribusi)
Pendapat
Bucher merupakan sintesa dari pendapat List dan Hildebrand. Menurut Bucher,
perkembangan ekonomi melalui 3 tahap yaitu:
1.
Produksi untuk kebutuhan sendiri (subsistem)
2.
Perekonomian kota di mana pertukaran sudah meluas .
3.
Perekonomian nasional di mana peran pedagang menjadi semakin penting.
B. DOKTRIN
PERTUMBUHAN BERIMBANG DAN KONSEP PERTUMBUHAN TIDAK BERIMBANG
1. Doktrin
Pertumbuhan Berimbang
Doktrin ini dianut oleh beberapa
penulis yang masing masingnya punya tafsiran sendiri,beberapa penulis
mengatakan investasi di sektor atau industri berlangsung lamban agar sejalan
dengan sektor lain,sebagian lainnya beranggapan investasi harus berlangsung
serentak disemua sektor atau industri,pengertian lain merupakan pembangunan
berimbang antara industri manufaktur dan pertanian.
Pertumbuhan berimbang butuh
keseimbangan antara berbagai industri barang konsumen,antara barang konsumen
dan industri barang modal,juga berarti keseimbangan industri dan pertanian
antara sektor dalam negeri dan ekspor perlukan keseimbangan antara overhead sosial
dan ekonomi serta investasi langsung produktif antara ekonomi eksternal
vertikal dan eksternal horisontal,jadi teori pertumbuhan berimbang haruskan
adanya pembungan serentak dan harmonis di berbagai sektor ekonomi hingga tumbuh
bersama.Teori ini didukung Rosentein-rodan,Ragnar Nurkse,serta Arthur Lewis.
Rosentein-rodan merupakan ekonom
pertama kemukakan mengenai teori pertumbuhan berimbang,ia mengatakan seluruh
industri yang didirikan di Eropa Barat dan Tenggara direncanakan suatu
perusahaan raksasa.
Sedangkan menurut Nurkse lingkaran
setan kemiskinan yang terjadi di negara terbelakang melambatkan perkembangan
ekonomi,jalan keluar dari kebuntuan ini dengan menginkrosinasikan pengguanan modal di berbagai macam jajaran
industri inilah cara mencari titik terang.hasilnya perluasan pasar secara
menyeluruh.ia berpedoman pada hukumnya dan mengutip formulasi mill.Gelombang
investasi modal di sejumlah industri yang beraneka macam oleh Nurkse disebut
pertumbuhan berimbang.
Menurut lewis dalam prgram pembangunan sektor ekonomi harus
tumbuh secara serentak untuk menjaga kesimbangan yang tepat antara industri dan
pertanian serta produksi untuk konsumsi dalam negeri dan ekspor.
· Kritik
terhadap pertumbuhan berimbang :
a) Peningkatan biaya,dengan
pendirian industri secara serentak mungkin tingkatkan daya uang dan biaya
rill produksi.
b) Tidak menaruh perhatian pada
penurunan biaya, Kidleberger mengatakan Nurkse tidak
menaruh perhatian mengenai penurunan biaya indsutri yang ada.
c) Masalah
lain,Marcus Fleming mengatakan doktrin pertumbuhan berimbang anggap bahwa
hubungan antara industri sebagian besar saling melengkapi,keterbatasan
persediaan jelas tunjukan bahwa hubungan sebagian besar saling bersaing.
d) Gagal sebagai teori pembangunan, Menurut
Hirschman teori pertumbuhan berimabang gagal sebagai teori penbangunan,ia
menganggap pertumbuhan berimbang merupakan pemaksaan sektor industri yang baru
berdiri
e) Melebihi
kemampuan negaara terbelakang,Hirschman mengatakan doktrin nin gabungkan sifat
pasrah pada perekonomian terbelakang dengan harapan muluk terhadap daya cipta.
f) Disproporsi
faktor,dalam hal ini tidak profesionalnya faktor produksi.
g) Kelangkaan
sumber,doktrin ini didasarkan hukum Say bahwa penawaran ciptakan
permintaan,tapi di negara terbelakang penawaran faktor tidak elastic
h) Anggapan keliru mengenai hasil yang
meningkat,jika investasi dilakukan serentak di semua bidang yang berhubungan
maka timbul kelangkaan bahan mentah,hargaa dan faktor serta lainnya sebabkan
kemerosotan hasil.
i)
Gumpalan modal bukan hal pokok bagi pembangunan,pengalaman negara maju
tunjukan bahwa banyak jasa disediakan lebih dulu dengan biaya investasi yang
rendah
j)
.Pertumbuhan berimbang bukan hal pokok
bagi Induced Invesment,Kurihara mengatakan pertumbuhan berimbang tidak
dimaksudkan untuk merangsang investasi swasta tapi untuk kepentingan dirinya
sendiri seperti yang dkatakan Nurkse
k) .Tidak
pertimbangkan perencanaan,Myrdal beranggapan
Nurkse tidak menerangkan bagaimana cita-cita mengenai pertumbuhan
berimbang antara berbagai industri dicocokan dengan jenis perencanaan
menyeluruh telah jadi kebijaksanaan umum yang punya dasar kuat sesuai dengan
aktual negara tersebut.
l)
Konsep pertumbuhan berimbang dapat
diterapkan dinegara maju,petumbuhan berimbang diambil dari teori Keynesian
berbunyi pembangunan serentak dan menyeluruh di masa pasang naik siklus
perdagangan dapat membawa pada pasang naiknya siklus perdagangan yang membawa pemulhan
kembali kegaitan ekonomi tapi di perekonomian
terbelakang tidak demikan halnya terlepas apa negara campur tangan atau tidak
karna diperekonomian seperti itu tak ada penundaan kegaitan ekonomi sementara
waktu karena bersifat statis
m) Kelangkaan
dan kemacetan mendorong pertumbuhan,Paul streeten mengatakan bukan pertumbuhan
berimbang tapi kelangkaan dan kemacetan berikan rangsang pada penemuan yang
merevolusi sistem ekonomi dunia.
2. Konsep
Pertumbuhan Tidak Berimbang
Doktrin ini lawan dari pertumbuhan
berimbang,konsep ini menyatakan investasi seyogyanya dilakukan disektor
terpilih daripada serentak di semua sektor ekonomi.
Hirschman berpendapat bahwa dengan
sengaja tidak menyeimbangkan perekonomian sesuai strategi yang telah dirangcang
cara terbaik untuk capai pertumbuhan di negara terbelakang dengan investasi
pada industri atau sektor perekonomian yang strategis akan hasilkan kesemaptan
investasi baru dan buka jalan bagi pembangunan ekonomi lebih lanjut.
Dalam praktek kebijakan pembangunan
ekonomi bertujuan :
a) mencegah
investasi convergent yang ambil ekonomi eksternal lebih banyak dari yang
diciptakanny
b) .
mendorong rangkaian investasi divergent yang ciptakan ekonomi eksternal lebih
besar dari yang diambilnya.
Melimpahkan perekonomian
melalui (MOS) Modal Overhead Sosial yang
diartikan terdiri dari jasa atau pelayanan pokok tanpa kegiatan produksi
primer,sekunder,dan tersier yang tidak berfungsi,yang didalamnya termasuk
investasi di bidang pendidikan,kesehatan masyarakat,perhubungan,angkutan dan
bidang lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Hirschman anjurkan pendirian
industri tahap akhir dahulu,dalam indsutri,negara yang sedang berkembang tak
perlu usahakan semua tahap produksi secara serentak tapi dapat impor pabrik
converting,assembling,dan mixing bagi sentuhan terakhir produk yang hampir
jadi.
Keterbatasan :
a) Kurang
perhatian pada komposisi,arah dan saat pertumbuhan tidak berimbang,Paul
streeten kritik teori ini bahwa permasalahan pokonya bukan takkeseimbangan
perlu ciptakan atau tidak,ia tunjukan Hirschman tidak menaruh perhatian cukup
pada komposisi arah dan saat pertumbuhan tak berimbang
b) Abaikan
perlawanan,Hirchsman abaikan reaksi lembaga-lembaga di negara terbelakang
c) Diluar
kemampuan negara terbelakang,kritik terhadap teori Nurkse juga berlaku pada
teorinya sendiri bahwa investasi ciptakan ketidakseimbangan dengan demikian
ciptakakn tekanan dan tegangan pada proses pertumbuhan dapat diatasi melalui
mekanisme perangsangan
d) Kekurangan
fasilitas dasar,seperti dapatkan tenaga teknis,bahan mentah,dan fasislitas
dasar sperti tenaga dan pengangkutan.
e) Kekurangan
mobilitas faktor,dinegara belakang sulit pindahkan sumber dari satu sektor ke
sektor lain
f) Timbulnya
tekanan inflasi,jikas investasi dalam dosis besar dalam perekonomian di bidang
strategis pendapatan akan naik, cendrung tingkatkan permintaan akan barang
konsumen relatif pada penwarannya.
g) Dampak kaitan tidak didasarkan data,dampak
kaitan lemah karna tidak didasarkan data di negara terbelakang dimana fasilitas
overhead sosial tak dibangun selama satu
generasi atau lebih
h) Terlalu
banyak penekanan pada keputusan investasi,pengambilan keputusan merupakan
faktor penting dalam pembangunan ekonomi tapi negara terbelakang tidak hanya
perlukan keputusan investasi tapi juga keputusan administratif.
C. TEORI KLASIK.
Teori
pertumbuhan ekonomi Neo Klasik berkembang sejak tahun 1950-an. Teori ini berkembang
berdasarkan analisis-analisis mengenai pertumbuhan ekonomi menurut pandangan
ekonomi Klasik. Ekonomi yang menjadi perintis dalam mengembangkan Teori
tersebut adalah Robert Solow (Massachussets Institute of Technology) dan Trevor
Swan (The Australian National University). Solow ini memenangkan hadiah Nobel Ekonomi
tahun 1987 atas karyanya tentang teori pertumbuhan ekonomi ini. Menurut teori
ini, pertumbuhan ekonomi tergantung kepada pertambahan penyediaan. faktor¬faktor
produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan
teknologi. Pandangan ini didasarkan kepada anggapan yang mendasari analisis
Klasik, yaitu perekonomian akan tetap mengalami tingkat pengerjaan penuh (full
employment) dan kapasitas peralatan modal akan tetap sepenuhnya digunakan sepanjang
waktu. Dengan kata lain, sampai di mana perekono¬mian akan berkembang tergantung
pada pertambahan penduduk, akumulasi kapital, dan kemajuan teknologi.
Selanjutnya
menurut teori ini, rasio modal-output (capital-output ratio = COR) bisa berubah.
Dengan kata lain, untuk menciptakan sejumlah output tertentu, bisa digunakanjumlah
modal yang berbeda-beda dengan bantuan tenaga kerja yang jumlahnya berbeda-beda
pula, sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika lebih banyak modal yang digunakan,
maka tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit. Sebaliknya jika modal yang
digunakan lebih sedikit, maka lebih banyak tenaga kerja yangdigunakan. Dengan
adanya "keluwesan" (fleksibilitas) ini suatu perekonomian mempunyai
kebebasan yang talk terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja
yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu.Sifat teori
pertumbuhan Neo Klasik bisa digambarkan seperti pada Gambar dibawah ini. Fungsi
produksinya ditunjukkan oleh IL, IZ, dan seterusnya. Dalam fungsi produksi yang
berbentuk demikian, suatu tingkat output tertentu dapat diciptakan dengan
menggunakan berbagai kombinasi modal dan tenaga kerja. Misalnya untuk menciptakan
output sebesar I,, kombinasi modal dan tenaga kerja yang dapat digunakan
antara lain (a) K3 dengan L3, (b) K2 dengan LZ, dan (c) Ki dengan Li. Dengan
demikian, walaupun jumlah modal berubah tetapi terdapat kemungkinan bahwa
tingkat output tidak mengalami perubahan.Di samping itu, jumlah output dapat
mengalami perubahan walaupun jumlah modal tetap. Misalnya walaupun jumlah modal
tetap sebesar K3, jumlah output dapat diperbesar menjadi IZ, jika tenaga kerja
digunakan ditambah dari L3 menjadi L3.Teori pertumbuhan Neo Klasik ini
mempunyai banyak variasi, tetapi pada umumnya mereka dldasarkan kepada fungsi
produksi yang telah dikembangkan oleh CharlesCobb dan Paul Douglas yang
sekarang dikenal sebutan fungsi produksi Cobb-Douglas. Fungsi tersebut bisa
dituliskan dengan cara berikut: di mana:
__
_ tingkat produksi pada tahun t
__
_ tingkat teknologi pada tahun t
__
_jumlah stok barang modal pada tahun t
__
_jumlah tenaga kerja pada tahun t
a
=
pertambahan output yang diciptakan oleh pertambahan satu unit modal. b =
pertambahan output yang diciptakan oleh pertambahan satu unit tenaga kerja. Nilai
__, a dan b bisa diestimasi secara empiris. Tetapi pada umumnya nilai
a dan b ditentukan saja besarnya dengan menganggap bahwa a +
b = 1, yang berarti bahwa a dan b nilainya adalah sama
dengan produksi batas dari masingmasingfaktor produksi tersebut. Dengan kata
lain, nilai a dan b ditentukan dengan melihat peranan tenaga
kerja dan modal dalam menciptakan output.




tanyo ciek mak,jadi nan ma yg labiah baik antaro pertumbuhan berimbang atau tidak berimbang ko ma?
BalasHapus