Senin, 01 Juni 2020

Pengertian, Tujuan dan Arah Pelayanan Bimbingan Konseling (BK)

PENGERTIAN, TUJUAN DAN ARAH PELAYANAN
BIMBINGAN KONSELING
(RINGKASAN BK)


       A.    PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING.

Bimbingan dan konseling memiliki beragam pengertian, ada yang memaparkan secara Etimologi dan ada juga secara Terminologi. Untuk memahami pengertian bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Kita harus memahami dulu pengertian bimbingan dan pengertian konseling.

      1.      Pengertian bimbingan.

secara etimologi, bimbingan oleh Tohirin (2011: 15-16) dalam Winkel istilah “bimbingan” merupakan terjemahan dari kata “guidance”. Kata “guidance” yang kata dasarnya “guide” memiliki beberapa arti ,Menunjukkan jalan (showing the way),Memimpin (leading), Memberikan petunjuk (giving instruction),Mengatur (regulating),Mengarahkan (governing),Memberi nasihat (giving advice).

Secara terminologi pengertian bimbingan sebagai berikut.

      a.       Menurut Prayitno (2004) bahwa bimbingan adalah bantuan yang di berikan kepada siswa – siswa baik secara perorangan (individu) maupun kelompok agar mereka dapat berkembang menjadi pribadi – pribadi yang mandiri.

     b.      Menurut Surya (1988) dalam Crow & Crow (1960 : 31) menyatakan bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki pribadi baik dan pendidikan yang memadai, kepada seseorang (individu) dari setiap usia untuk menolongnya mengembangkan arah pandangannya sendiri, membuat pilihan sendiri, dan memikul bebannya sendiri.

            Dari beberapa pengertian diatas dapat saya simpulkan, bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh pembimbing kepada individu agar individu yang dibimbing mencapai kemandirian dengan mempergunakan berbagai bahan, melalui interaksi, da pemberian nasihat serta gagasan dalam suasana asuhan dan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

      2.      Pengertian konseling.

Secara etimologi menurut ( Tohirin, 2011 : 21-22 ) konseling berarti pemberian nasihat, anjuran dan pembicaraan dengan bertukar pikiran.

Secara terminologi konseling memiliki arti sebagai berikut.

      a.       Menurut ( Tohirin, 2011 :22 ) dalam Mortesen (1964) menyatakan bahwa konseling merupakan proses hubungan antar pribadi dimana seseorang yang satu membantu yang lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan menemukan masalahnya.

    b.      Menurut ( Tohirin, 2011 : 3) dalam Amarican Personel and Guidance Association (APGA) mendefenisikan konseling sebagai suatu hubungan antara seseorang yang terlatih secara professional dan individu yang memerlukan bantuan yang berkaitan dengan kecemasan biasa atau konflik atau pengambilan keputusan.

Dari pengertian secara etimologi dan terminology dapat disimpulkan konseling adalah kontak atau hubungan timbal balik antara dua orang (konselor dan klien) untuk menangani masalah klien, yang didukung oleh keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi, berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi klien (siswa).

Dari pengertian bimbingan dan konseling yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bimbingan dan konseling adalah proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseling) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, agar konseling memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.  

     B.     TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Pelayanan Bk dibutuhkan oleh setiap sekolah. Pelayanan ini sebagai upaya penyelenggaraan dan peningkatan kondisi kehidupan disekolah agar tercapainya tujuan pendidikan. Secara umum terdapat 5 tujuan dari adanya bimbingan dan konseling di sekolah diantaranya :

1.      Untuk Mengenal Diri Sendiri dan Lingkungan

Harapan utama dari mengenal diri sendiri dan lingkungan yaitu siswa  mampu mengenal kelebihan dan kekurangan mereka.

2.      Untuk Dapat Menerima Diri Sendiri dan Lingkungan secara Positif dan Dinamis

BK diharapkan mampu membuat siswa menerima keterbatasan yang mereka miliki, dengan begitu mereka mampu menerima apa yang ada atau sesuatu yang terdapat pada diri mereka secara positif dan dinamis.

3.      Untuk Dapat Mengambil Keputusan Sendiri tentang berbagai Hal

Tujuan dari adanya BK dimana siswa dapat membuat keputusan sendiri dengan bijak terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

4.      Untuk dapat Mengarahkan Diri Sendiri

Sejalan dengan tujuan sebelumnya, bimbingan dan konseling menginginkan agar pada akhirnya siswa mampu mengarahkan diri mereka sendiri yang didasarkan pada keputusan yang mereka ambil sesuai dengan apa yang ada pada diri mereka.

5.      Untuk dapat Mewujudkan Diri Sendiri

Dengan pengenalan diri dan lingkungan, mengambil keputusan sendiri, akhirnya diharapakan siswa dapat mewujudkan dirinya sendiri.

Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan membantu siswa agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi social (afektif), belajar (akademik/kognitif), dan karier ( psikomotorik ).

      C.     ARAH PELAYANAN BK.

      1.      Pelayanan dasar.

Pelayanan dasar berhubungan dengan terpenuhinya kebutuhan siswa yang paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara segar, dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Dalam hal ini, Guru BK atau Konselor pada umumnya berperan secara tidak langsung dan mendorong para significant persons berperan optimal dalam memenuhi kebutuhan paling elementer siswa.

      2.      Pelayanan pengembangan.

Pelayanan pengembangan yaitu pelayanan untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangannya. Dalam hal ini, pelayanan BK yang dilaksanakan oleh Guru BK atau Konselor selalu diarahkan dan mengacu kepada tahap dan tugas perkembangan siswa.

     3.      Pelayanan terapeutik.

Pelayanan terapeutik Pelayanan untuk menangani pemasalahan yang diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan, serta pelayanan pemi natan. Dalam upaya menangani permasalahan peserta didik, Guru BK atau Konselor memiliki peran dominan. Peran pelayanan teraputik oleh Guru BK atau Konselor dapat menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar, pelayanan pengem-bangan, dan pelayanan peminatan.

     4.      Pelayanan arah peminatan.

Adalah Pelayanan yang secara khusus tertuju kepada peminatan/ lintas minat/pendalaman minat peserta didik sesuai dengan konstruk dan isi kurikulum yang ada. Arah peminatan/lintas minat/pendalaman minat ini terkait dengan bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karir dengan menggunakan segenap perangkat (jenis layanan dan kegiatan pendukung) yang ada dalam pelayanan BK.


 

Daftar pustaka

Tohirin. 2011. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah.Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Djumhur dan Surya, Moh (1975), Bimbingan dan Konseling di Sekolah,Bandung: Cv. Ilmu.

Amti, Erman dan Prayitno. 2004. Layanan bimbingan dan konseling kelompok. Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Soal

        1.      Berikut ini yang bukan termasuk pengertian bimbingan secara Terminologi adalah …..

a.       Menunjukan jalan

b.      Memimpin

c.       Mendiidik

d.      Mengatur

e.       Member nasihat

       2.      Berikut ini pernyataan yang benar dari  pengertian bimbingan dan konseling adalah ….

       a.       proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseling), agar masalah konselor terpecahkan.

      b.      proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh individu (konselor) kepada pembimbing (konseling).

      c.       proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pemerintah kepada individu (konseling), agar masalah konseling terpecahkan.

     d.      proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseling), agar masalah konseling terpecahkan.

     e.       Proses interaksi antara guru dengan peserta didik mengenai pelajaran yang sulit di pahaminya

       3.      Dengan adanya BK dimana siswa dapat membuat keputusan sendiri dengan bijak terhadap berbagai persoalan yang dihadap hal ini merupakan tujuan …..

a.       Untuk Mengenal Diri Sendiri dan Lingkungan

b.      Untuk Dapat Mengambil Keputusan Sendiri tentang berbagai Hal

c.       Untuk Dapat Menerima Diri Sendiri dan Lingkungan secara Positif dan Dinamis

d.      Untuk dapat Mengarahkan Diri Sendiri

e.       Untuk dapat Mewujudkan Diri Sendiri 

        4.      Berikut ini yang tidak termasuk kedalam arah pelayanan bimbingan dan konseling adalah …..

a.       Pelayanan dasar

b.      Pelayanan pengembangan

c.       Pelayanan terapeutik

d.      Pelayanan arah peminatan

e.       Pelayanan traumatik

 

      5.      Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan membantu siswa agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek ….

a.       Ekonomi

b.      Sosial politik

c.       Kemanusiaan

d.      Pribadi sosial

e.       Kesejahteraan.

0 komentar:

Posting Komentar