Jumat, 09 Juni 2017

TEORI-TEORI PEMBANGUNAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI - pengantar ekonomi pembangunan



PENGELOMPOKAN TEORI
Untuk mengelompokkan teori-teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi secara tepat dan sederhana bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan misalnya "periode waktu" lahirnya teori tersebut atau "ide" dari teoritersebut. Namun demikian, setelah memperhatikan beberapa kepustakaan yang membahas tentang teori pembangunan, akhirnya dibuat klasifikasi seperti yang dibahas dalarn bab ini. Tentunya tidak semua teori yang ada akan dibahas di sinimengingat buku ini hanya ditujukan untuk tingkat pengantar saja. Dari mazhab historismus dibahas teori Friedrich List, Bruno HiIlebrand, Karl Bucher, W. W Rostow.
A.    MAZHAB HISTORISMUS
Mazhab Historismus ini melihat pembangunan ekonomi berdasarkan suatu polapendekatan yang berpangkal pada perspektif sejarah. Dalam alam pikiran mazhab ini fenomena ekonomi adalah produk perkembangan menyeluruh dan dalam tahaptertentu dalam perjalanan sejarah. Mazhab ini mendominasi pemikiran ekonomi diJerman selama abad XIX sampai awal XX.
1.      FRIEDRICH LIST (Cara Produksi)
List dipandang sebagai pelopor yang meletakkan landasan bagi pertumbuhan pemikiran ekonomi mazhab Historismus ini. Menurut List, sistem liberalisme yang laissez-faire dapat menjamin alokasi sumberdaya secara optimal. Perkembangan ekonomi sebenarnya tergantung pada peranan pemerintah, organisasi swasta dan lingkungan kebudayaan. Perkembangan ekonomi hanya akan terjadi, jika dalam masyarakat ada kebebasan dalam organisasi politik dan kebebasan perorangan. Perkembangan ekonomi, menurut List, melalui 5 tahap yaitu tahap primitif, beternak,pertanian, pertanian dan industri pengolahan (manufacturing), dan akhirnya pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
Pendekatan List dalam menentukan tahap-tahap perkembangan ekonomi tersebut berdasarkan pada "cara produksi" nya.Selain itu, List juga berpendapat bahwa daerah-daerah beriklim sedang paling cocok untuk pengembangan industri, karena adanya kepadatan penduduk yang sedang yang merupakan pasar yang cukup memadai. Sedangkan daerah tropis kurang cocok untuk industri karena pada umumnya daerah tersebut berpenduduk sangat padat dan pertanian masih kurang efisien.
2.      BRUNO HILDEBRAND (Cara Distribusi)
Pemikiran Hildebrand selalu menekankan evolusi dalam perekonomian masyarakat. Sebagai kritiknya terhadap List, Hildebrand mengatakan bahwa perkembangan ekonomi bukan didasarkan pada "cara produksi" ataupun "cara konsumsi", tetapi pada "cara distribusi" yang digunakan. Oleh karena itu ia mengemukakan 3 sistemdistribusi yaitu:
a.       Perekonomian Barter (natura)
b.      Perekonomian Uang
c.       Perekonomian Kredit
Sayangnya, Hildebrand tidak menjelaskan proses perkembangan dari tahap tertentuke tahap berikutnya. Selain itu, Hildebrand juga ternyata tidak memberi sumbanganyang berarti terhadap peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi.
3.      KARL BUCHER (Produksi & Distribusi)
Pendapat Bucher merupakan sintesa dari pendapat List dan Hildebrand. Menurut Bucher, perkembangan ekonomi melalui 3 tahap yaitu:
1. Produksi untuk kebutuhan sendiri (subsistem)
2. Perekonomian kota di mana pertukaran sudah meluas .
3. Perekonomian nasional di mana peran pedagang menjadi semakin penting.


B.     DOKTRIN PERTUMBUHAN BERIMBANG DAN KONSEP PERTUMBUHAN TIDAK BERIMBANG

1.      Doktrin Pertumbuhan Berimbang
            Doktrin ini dianut oleh beberapa penulis yang masing masingnya punya tafsiran sendiri,beberapa penulis mengatakan investasi di sektor atau industri berlangsung lamban agar sejalan dengan sektor lain,sebagian lainnya beranggapan investasi harus berlangsung serentak disemua sektor atau industri,pengertian lain merupakan pembangunan berimbang antara industri manufaktur dan pertanian.
            Pertumbuhan berimbang butuh keseimbangan antara berbagai industri barang konsumen,antara barang konsumen dan industri barang modal,juga berarti keseimbangan industri dan pertanian antara sektor dalam negeri dan ekspor perlukan keseimbangan antara overhead sosial dan ekonomi serta investasi langsung produktif antara ekonomi eksternal vertikal dan eksternal horisontal,jadi teori pertumbuhan berimbang haruskan adanya pembungan serentak dan harmonis di berbagai sektor ekonomi hingga tumbuh bersama.Teori ini didukung Rosentein-rodan,Ragnar Nurkse,serta Arthur Lewis.
            Rosentein-rodan merupakan ekonom pertama kemukakan mengenai teori pertumbuhan berimbang,ia mengatakan seluruh industri yang didirikan di Eropa Barat dan Tenggara direncanakan suatu perusahaan raksasa.
            Sedangkan menurut Nurkse lingkaran setan kemiskinan yang terjadi di negara terbelakang melambatkan perkembangan ekonomi,jalan keluar dari kebuntuan ini dengan menginkrosinasikan  pengguanan modal di berbagai macam jajaran industri inilah cara mencari titik terang.hasilnya perluasan pasar secara menyeluruh.ia berpedoman pada hukumnya dan mengutip formulasi mill.Gelombang investasi modal di sejumlah industri yang beraneka macam oleh Nurkse disebut pertumbuhan berimbang.
            Menurut lewis  dalam prgram pembangunan sektor ekonomi harus tumbuh secara serentak untuk menjaga kesimbangan yang tepat antara industri dan pertanian serta produksi untuk konsumsi dalam negeri dan ekspor.
·        Kritik terhadap pertumbuhan berimbang :
a)      Peningkatan biaya,dengan pendirian industri secara serentak mungkin tingkatkan daya uang dan biaya rill  produksi.
b)      Tidak menaruh perhatian pada penurunan biaya, Kidleberger mengatakan Nurkse tidak menaruh perhatian mengenai penurunan biaya indsutri yang ada.
c)       Masalah lain,Marcus Fleming mengatakan doktrin pertumbuhan berimbang anggap bahwa hubungan antara industri sebagian besar saling melengkapi,keterbatasan persediaan jelas tunjukan bahwa hubungan sebagian besar saling bersaing.
d)     Gagal sebagai teori pembangunan, Menurut Hirschman teori pertumbuhan berimabang gagal sebagai teori penbangunan,ia menganggap pertumbuhan berimbang merupakan pemaksaan sektor industri yang baru berdiri
e)      Melebihi kemampuan negaara terbelakang,Hirschman mengatakan doktrin nin gabungkan sifat pasrah pada perekonomian terbelakang dengan harapan muluk terhadap daya cipta.
f)       Disproporsi faktor,dalam hal ini tidak profesionalnya faktor produksi.
g)      Kelangkaan sumber,doktrin ini didasarkan hukum Say bahwa penawaran ciptakan permintaan,tapi di negara terbelakang penawaran faktor tidak elastic
h)       Anggapan keliru mengenai hasil yang meningkat,jika investasi dilakukan serentak di semua bidang yang berhubungan maka timbul kelangkaan bahan mentah,hargaa dan faktor serta lainnya sebabkan kemerosotan hasil.
i)        Gumpalan modal bukan hal pokok  bagi pembangunan,pengalaman negara maju tunjukan bahwa banyak jasa disediakan lebih dulu dengan biaya investasi yang rendah
j)        .Pertumbuhan berimbang bukan hal pokok bagi Induced Invesment,Kurihara mengatakan pertumbuhan berimbang tidak dimaksudkan untuk merangsang investasi swasta tapi untuk kepentingan dirinya sendiri seperti yang dkatakan Nurkse
k)      .Tidak pertimbangkan perencanaan,Myrdal beranggapan  Nurkse tidak menerangkan bagaimana cita-cita mengenai pertumbuhan berimbang antara berbagai industri dicocokan dengan jenis perencanaan menyeluruh telah jadi kebijaksanaan umum yang punya dasar kuat sesuai dengan aktual negara tersebut.
l)        Konsep pertumbuhan berimbang dapat diterapkan dinegara maju,petumbuhan berimbang diambil dari teori Keynesian berbunyi pembangunan serentak dan menyeluruh di masa pasang naik siklus perdagangan dapat membawa pada pasang naiknya siklus  perdagangan yang membawa pemulhan kembali  kegaitan ekonomi tapi di perekonomian terbelakang tidak demikan halnya terlepas apa negara campur tangan atau tidak karna diperekonomian seperti itu tak ada penundaan kegaitan ekonomi sementara waktu karena bersifat statis
m)    Kelangkaan dan kemacetan mendorong pertumbuhan,Paul streeten mengatakan bukan pertumbuhan berimbang tapi kelangkaan dan kemacetan berikan rangsang pada penemuan yang merevolusi sistem ekonomi dunia.

2.      Konsep Pertumbuhan Tidak Berimbang
            Doktrin ini lawan dari pertumbuhan berimbang,konsep ini menyatakan investasi seyogyanya dilakukan disektor terpilih daripada serentak di semua sektor ekonomi.
            Hirschman berpendapat bahwa dengan sengaja tidak menyeimbangkan perekonomian sesuai strategi yang telah dirangcang cara terbaik untuk capai pertumbuhan di negara terbelakang dengan investasi pada industri atau sektor perekonomian yang strategis akan hasilkan kesemaptan investasi baru dan buka jalan bagi pembangunan ekonomi lebih lanjut.
            Dalam praktek kebijakan pembangunan ekonomi bertujuan :
a)      mencegah investasi convergent yang ambil ekonomi eksternal lebih banyak dari yang diciptakanny
b)      . mendorong rangkaian investasi divergent yang ciptakan ekonomi eksternal lebih besar dari yang diambilnya.
            Melimpahkan perekonomian melalui  (MOS) Modal Overhead Sosial yang diartikan terdiri dari jasa atau pelayanan pokok tanpa kegiatan produksi primer,sekunder,dan tersier yang tidak berfungsi,yang didalamnya termasuk investasi di bidang pendidikan,kesehatan masyarakat,perhubungan,angkutan dan bidang lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
            Hirschman anjurkan pendirian industri tahap akhir dahulu,dalam indsutri,negara yang sedang berkembang tak perlu usahakan semua tahap produksi secara serentak tapi dapat impor pabrik converting,assembling,dan mixing bagi sentuhan terakhir produk yang hampir jadi.
            Keterbatasan :
a)      Kurang perhatian pada komposisi,arah dan saat pertumbuhan tidak berimbang,Paul streeten kritik teori ini bahwa permasalahan pokonya bukan takkeseimbangan perlu ciptakan atau tidak,ia tunjukan Hirschman tidak menaruh perhatian cukup pada komposisi arah dan saat pertumbuhan tak berimbang
b)      Abaikan perlawanan,Hirchsman abaikan reaksi lembaga-lembaga di negara terbelakang
c)      Diluar kemampuan negara terbelakang,kritik terhadap teori Nurkse juga berlaku pada teorinya sendiri bahwa investasi ciptakan ketidakseimbangan dengan demikian ciptakakn tekanan dan tegangan pada proses pertumbuhan dapat diatasi melalui mekanisme perangsangan
d)     Kekurangan fasilitas dasar,seperti dapatkan tenaga teknis,bahan mentah,dan fasislitas dasar sperti tenaga dan pengangkutan.
e)      Kekurangan mobilitas faktor,dinegara belakang sulit pindahkan sumber dari satu sektor ke sektor lain
f)       Timbulnya tekanan inflasi,jikas investasi dalam dosis besar dalam perekonomian di bidang strategis pendapatan akan naik, cendrung tingkatkan permintaan akan barang konsumen relatif pada penwarannya.
g)       Dampak kaitan tidak didasarkan data,dampak kaitan lemah karna tidak didasarkan data di negara terbelakang dimana fasilitas overhead sosial tak  dibangun selama satu generasi atau lebih
h)      Terlalu banyak penekanan pada keputusan investasi,pengambilan keputusan merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi tapi negara terbelakang tidak hanya perlukan keputusan investasi tapi juga keputusan administratif.

C.    TEORI KLASIK.
Teori pertumbuhan ekonomi Neo Klasik berkembang sejak tahun 1950-an. Teori ini berkembang berdasarkan analisis-analisis mengenai pertumbuhan ekonomi menurut pandangan ekonomi Klasik. Ekonomi yang menjadi perintis dalam mengembangkan Teori tersebut adalah Robert Solow (Massachussets Institute of Technology) dan Trevor Swan (The Australian National University). Solow ini memenangkan hadiah Nobel Ekonomi tahun 1987 atas karyanya tentang teori pertumbuhan ekonomi ini. Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung kepada pertambahan penyediaan. faktor¬faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi. Pandangan ini didasarkan kepada anggapan yang mendasari analisis Klasik, yaitu perekonomian akan tetap mengalami tingkat pengerjaan penuh (full employment) dan kapasitas peralatan modal akan tetap sepenuhnya digunakan sepanjang waktu. Dengan kata lain, sampai di mana perekono¬mian akan berkembang tergantung pada pertambahan penduduk, akumulasi kapital, dan kemajuan teknologi.

Selanjutnya menurut teori ini, rasio modal-output (capital-output ratio = COR) bisa berubah. Dengan kata lain, untuk menciptakan sejumlah output tertentu, bisa digunakanjumlah modal yang berbeda-beda dengan bantuan tenaga kerja yang jumlahnya berbeda-beda pula, sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika lebih banyak modal yang digunakan, maka tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit. Sebaliknya jika modal yang digunakan lebih sedikit, maka lebih banyak tenaga kerja yangdigunakan. Dengan adanya "keluwesan" (fleksibilitas) ini suatu perekonomian mempunyai kebebasan yang talk terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu.Sifat teori pertumbuhan Neo Klasik bisa digambarkan seperti pada Gambar dibawah ini. Fungsi produksinya ditunjukkan oleh IL, IZ, dan seterusnya. Dalam fungsi produksi yang berbentuk demikian, suatu tingkat output tertentu dapat diciptakan dengan menggunakan berbagai kombinasi modal dan tenaga kerja. Misalnya untuk menciptakan output sebesar I,, kombinasi modal dan tenaga kerja yang dapat digunakan antara lain (a) K3 dengan L3, (b) K2 dengan LZ, dan (c) Ki dengan Li. Dengan demikian, walaupun jumlah modal berubah tetapi terdapat kemungkinan bahwa tingkat output tidak mengalami perubahan.Di samping itu, jumlah output dapat mengalami perubahan walaupun jumlah modal tetap. Misalnya walaupun jumlah modal tetap sebesar K3, jumlah output dapat diperbesar menjadi IZ, jika tenaga kerja digunakan ditambah dari L3 menjadi L3.Teori pertumbuhan Neo Klasik ini mempunyai banyak variasi, tetapi pada umumnya mereka dldasarkan kepada fungsi produksi yang telah dikembangkan oleh CharlesCobb dan Paul Douglas yang sekarang dikenal sebutan fungsi produksi Cobb-Douglas. Fungsi tersebut bisa dituliskan dengan cara berikut: di mana:
__ _ tingkat produksi pada tahun t
__ _ tingkat teknologi pada tahun t
__ _jumlah stok barang modal pada tahun t
__ _jumlah tenaga kerja pada tahun t
a = pertambahan output yang diciptakan oleh pertambahan satu unit modal. b = pertambahan output yang diciptakan oleh pertambahan satu unit tenaga kerja. Nilai __, a dan b bisa diestimasi secara empiris. Tetapi pada umumnya nilai a dan b ditentukan saja besarnya dengan menganggap bahwa a + b = 1, yang berarti bahwa a dan b nilainya adalah sama dengan produksi batas dari masingmasingfaktor produksi tersebut. Dengan kata lain, nilai a dan b ditentukan dengan melihat peranan tenaga kerja dan modal dalam menciptakan output.

1 komentar:

  1. tanyo ciek mak,jadi nan ma yg labiah baik antaro pertumbuhan berimbang atau tidak berimbang ko ma?

    BalasHapus